Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Kotamobagu · 25 Nov 2025 19:46 WITA ·

Tangis Haru Selimuti Aula Kantor Wali Kota, Minta Keadilan untuk Dokter Sitti Korompot


Tangis Haru Selimuti Aula Kantor Wali Kota, Minta Keadilan untuk Dokter Sitti Korompot Perbesar

KOTAMOBAGU – Suasana penuh haru menyelimuti Aula Kantor Wali Kota Kotamobagu saat kehadiran sejumlah peserta aksi untuk menyampaikan aspirasi, meminta keadilan untuk Dokter Sitti Korompot yang saat ini berstatus tersangka dugaan Malpraktik di RSIA Kasih Fatimah Kotamobagu.

Dengan iklas duduk melantai dihadapan para pimpinan OPD dan Pihak Kepolisian, para peserta aksi menyuarakan isi hati, tuntutan serta dukungan untuk Dokter Sitti agar mendapatkan keadilan dan perlindungan hukum.

Salah satu peserta aksi yang juga merupakan Tenaga Kesehatan (Nakes) di RSIA Kasih Fatimah Kotamobagu, dengan lantang menyampaikan aspirasi dan isi hatinya setelah Dokter Sitti ditetapkan sebagai tersangka.

Kata dia beberapa hari lalu ada pasien BPJS dengan ekonomi yang sangat berkecukupan meminta pertolongan di RSIA kasih Fatimah, namun kami tidak bisa lagi membantu karena Dokter Sitti tidak bisa lagi melakukan tanggung jawabnya. bahkan telah trauma atas karena dugaan malpraktek yang ditudukan.

“Sementara ia satu-satunya dokter SC (Sectio Caesarea) di RSIA Kasih Fatimah Kotamobagu,” ujar Susi Nakes RSIA Kasih Fatimah, Selasa 25 November 2025.

Semenjak dituduh melakukaan Malpraktik, kami sangat merasa dirugikan, pun kami tidak konsen lagi dalam bekerja. Padahal meski RSIA Kasih Fatimah Rumah Sakit Swasta yang kecil tetapi telah ribuan pasien di selamatkan bahkan kami banyak membantu pasien yang kurang mampu.

“Kami sebagai Tenaga Medis tidak lagi mendapatkan penghasilan, karena tempat kami bekerja dituduh melakukan Malpraktik. lalu bagaimana nasib kami,? Kami juga memiliki keluarga yang harus kami hidupi,” ujar Susi dengan linangan airmata.

Sementara para peserta aksi lainya juga menilai penetapan status tersangka terhadap dr. Sitti ada kejanggalan dan tidak mencerminkan pemeriksaan profesional berbasis etik dan standar medis.

Menurut mereka, Pasien yang menjalani operasi saat itu, pada Desember 2024 dan meninggal pada Februari 2025. Ada rentang waktu yang panjang dan itu harus diselidiki secara objektif, bukan berarti harus disimpulkan sebagai Malpraktik.

Diketahui para peserta aksi menyampaikan aspirasi mereka diawali didepan Mapolres Kotamobagu, kemudian dilanjutkan di Kantor DPRD lalu di Kantor Wali Kota Kotamobagu.

Adapun tuntutan yang disampaikan langsung oleh Koordinator aksi, Didi Musa terdapat sejumlah poin diantara memberikan penegasan bahwa proses hukum terhadap dr. Sitti harus dilakukan secara transparan dan berbasis prosedur medis yang benar.

Isi tuntutan tersebut antara lain:

Menolak segala bentuk kriminalisasi tenaga kesehatan yang bekerja sesuai standar profesi, SOP, dan kewenangan medis yang sah.

Menuntut proses hukum objektif, profesional, dan transparan, serta melibatkan organisasi profesi dalam audit medis.

Menegaskan bahwa komplikasi medis bukan tindak pidana. Medical error tidak dapat otomatis disamakan dengan kelalaian kriminal tanpa audit medis yang menyeluruh.

Meminta Pemerintah Daerah dan Kementerian Kesehatan memberikan advokasi serta perlindungan hukum bagi tenaga kesehatan yang bekerja di kondisi berisiko tinggi.

Mengajak masyarakat memahami realitas dunia medis bahwa dokter adalah manusia yang bekerja dengan dedikasi, bukan mesin tanpa kemungkinan risiko medis.***

Artikel ini telah dibaca 1,032 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkot Kotamobagu Safari Ramadhan Perdana di Masjid Baitul Makmur

18 Februari 2026 - 21:51 WITA

Dakwah Tanpa Mimbar: Cerita Musafir Pakistan yang Menginspirasi

6 Februari 2026 - 11:16 WITA

Haji Malik Mahboob Ahmad: Musafir Pakistan yang Bawa Berkah ke Kupang dan Melanjutkan Perjalanan ke Australia

6 Februari 2026 - 11:09 WITA

Yusuf L Henuk Klaim Kalahkan Prof. Muryanto Amin dalam Perjuangan 3 Tahun Lebih

6 Februari 2026 - 08:08 WITA

Wali Kota Weny Gaib Hadiri Rakornas 2026, Dibuka Lansung Presiden RI Prabowo Subianto

3 Februari 2026 - 14:45 WITA

Pecatur Muda Bolmong Utara Moh. Farzin Patadjenu Meraih Juara Turnamen Catur BMR

1 Februari 2026 - 16:38 WITA

Trending di Bolmut