MANADO Sulutnews.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Utara terus berupaya mempersiapkan perangkat pengawasan untuk melakukan fungsi pengawasan agar pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2024 tidak menimbulkan masalah, terus dilakukan. Terbukti pada Minggu (7/7/2024) Bawaslu Sulut menggekar Rapat Koordinasi Evaluasi Pengawasan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) data pemilih Pilkada 2024 bersama Bawaslu Kabupaten/Kota se-Sulut melalui Zoom Meeting. Pada Rakor yang dipimpin Kordiv Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Steffen S Linu, SS, MAP menekankan pentingnya evaluasi sebagai tolok ukur kinerja jajaran Pengawas Pemilu pada sub tahapan coklit minggu kedua (1-7 Juli).
“Evaluasi ini penting agar memiliki rekapan poin evaluasi pengawasan coklit setiap minggu berjalan. Ini juga penting sebagai ukuran kerja pengawasan kita sehingga tujuan untuk menghasilkan Pilkada yang aman, bersih dan berintegritas bisa kita capai,” terang Linu.
Linu juga mengingatkan Pengawas Pemilu untuk memastikan pelaksanaan coklit sesuai prosedur yang telah ditetapkan. Jika ada prosedur yang dilanggar oleh petugas Pantarlih, perlu diingatkan melalui saran perbaikan. “Pastikan Pantarlih bekerja sesuai regulasi, jika ada pelanggaran prosedural maka wajib kita layangkan saran perbaikan,” tegas Anggota Bawaslu yang sangat konsen agar pelaksanaan pesta demokrasi Pilkada berjalan Sukses
Rakor uang dilaksanakan di Kantor Bawaslu Sulit tersebut membahas berbagai persoalan yang ditemui jajaran pengawas pemilu di lapangan dan dimasukkan dalam Daftar Inventarisasi Masalah (DIM). Selain itu, rapat juga menyoroti arahan Bawaslu RI mengenai pelaksanaan Patroli Kawal Hak Pilih.Steffen Linu menekankan pentingnya optimalisasi pengelolaan media sosial kehumasan oleh Bawaslu Kabupaten/Kota hingga ad hoc untuk memastikan transparansi informasi terkait kerja pengawasan yang dilakukan tersampaikan ke publik.(josh tinungki)







