Tahuna, Sulutnews.com – Karena tak kunjung diperbaiki, warga Kelurahan Sawang Bendar, tepatnya di lingkungan Towoe, Kecamatan Tahuna, akhirnya mengambil langkah mandiri. Mereka bergotong royong memperbaiki jalan dan talud yang rusak parah selama bertahun-tahun.
Aksi spontan ini dilakukan oleh lima warga yang dikenal peduli terhadap kondisi lingkungan mereka, yakni Tifan Bawiling, Jupen Mocodompis, Herce Sasamu, Epen Subu, dan Bota Subu. Mereka bekerja bersama memperbaiki akses jalan penghubung dari bawah jembatan Tito menuju Pasar Towoe, yang selama ini menjadi jalur vital bagi warga dan pedagang.

Untuk menutupi kebutuhan material, para warga itu patungan membeli semen dan sirtu. Tanpa menunggu bantuan dari pemerintah, mereka bahu-membahu mencampur semen, mengangkut bahan, dan menata kembali talud yang rusak agar jalur itu bisa kembali aman dilalui.
“Sudah bertahun-tahun jalan dan talud ini rusak, tapi tidak ada perbaikan. Kami akhirnya berinisiatif sendiri karena jalan ini sangat penting, setiap hari dilalui banyak orang, termasuk anak sekolah dan pedagang,” ujar Tifan Bawiling, yang menjadi salah satu penggerak kegiatan tersebut.
Tifan juga menambahkan, semangat gotong royong ini bukan semata karena kekecewaan terhadap lambannya perbaikan, tapi lebih kepada rasa tanggung jawab sebagai warga.
“Kalau kami hanya menunggu terus, bisa-bisa makin rusak dan berbahaya. Jadi kami lakukan apa yang bisa kami lakukan. Ini demi kenyamanan bersama,” ungkapnya.

Aksi warga Towoe ini menjadi potret nyata kepedulian masyarakat terhadap lingkungan mereka, di tengah keterbatasan dan minimnya perhatian dari pihak terkait. Jalan dan talud yang kini mulai diperbaiki secara swadaya itu diharapkan dapat bertahan lebih lama hingga adanya penanganan resmi dari pemerintah daerah. (Andy Gansalangi)





