Sulutnews.com Bengkulu Selatan – masyarakat Seluma khususnya petani yang mempunyai lahan dan persawahan yang dialiri oleh jaringan irigasi Seluma megeluhkan situasi persawahannya yang terancam gagal panen akibat jebolnya jaringan irigasi tersebut.
Atas banyaknya keluhan warga yang disertai ketakutan terjadinya gagal panen persawahan mereka yang tinggal menghitung hari paska panen, pihak balai air BWS 7.7 dengan sigap merespon keluhan warga tersebut dengan langsung melakukan perbaikan irigasi yang jebol.
PPK balai air BWS 7.7 Aspawi saat di konfirmasi menyatakan, berdasarkan keluhan masyarakat setempat kita langsung mengambil kebijakan untuk melakukan perbaikan irigasi tersebut, hal itu dilakukan mengingat masyarakat setempat tidak lama lagi paska panen, oleh sebab itu di khawatirkan apabila menunda perbaikan masyarakat terancam gagal panen.
“Kita bergerak untuk menyelamatkan warga yang sedang menunggu hitungan hari paska panen, apabila perbaikan di tunda di khawatirkan masyarakat gagal panen, oleh s bab itu pihak balai air BWS 7.7 tidak banyak berpikir, sebab masyarakat juga sudah sangat resah atas jebolnya jaringan irigasi tersebut maka kita putuskan untuk melakukan perbaikan terlebih dulu” ujarnya.
Demikian juga dengan beberapa masyarakat setempat yang juga menggunakan jaringan irigasi tersebut saat di temui media ini menyatakan, “kami sangat ber terimakasih atas gerak cepat pihak balai air BWS 7.7 dalam merespon keluhan masyarakat, sebab apabila hal itu tidak cepat di atasi, paska panen yang ditunggu tunggu warga terancam gagal” ungkap beberapa warga setempat.
Untuk di ketahui dengan adanya irigasi jebol tersebut, tahun ini pihak balai air BWS 7.7 kembali lakukan rehabilitasi jaringan irigasi Seluma alas maras, hal ini dianggap penting melihat jaringan irigasi ini akibat termakan usia sudah sangat membutuhkan rehabilitasi agar tidak terjadi lagi irigasi yang jebol seperti tahun yang lalu, yang mengancam daerah persawahan masyarakat di sekitarnya. (JN)





