Manado, Sulutnews.com – Sejumlah Kepsek akan evaluasi penyebab rendahnya nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) siswa asal Sulut terutama untuk mata pelajaran Matematika dan Bahasa Ingris. Rendahnya nilai TKA akan memberikan semangat dan motivasi untuk melakukan perbaikan.
Hal tersebut dikatakan sejumlah Kepsek SMA seperti Kepsek SMA Negeri 2 Kota Bitung Maxy Awondatu S.Pd.M.Pd, Kepsek, Kepsek SMA Negeri 1 Langowan di di Minahasa Moody Karundeng S.Pd, Kepsek SMA Negeri 1 Tombatu di Minahasa Tengara Very Wanta S.Pd dan Kepsek SMA Negeri 2 Kotamobagu I Ketut Gunawan Adywisna S.Pd.

Foto – Kepsek SMA Negeri 2 Bitung Maxy Awondatu S.Pd.M.Pd
Empat Kepsek SMA tersebut dikonfirmasi secara terpisa pekan lalu oleh Jurnalis Sumikolah Sulut untuk menangapi rendahnya nilai TKA siswa asal Sulut yang diumumkan Kemendikdasmen akhir tahun 2025.
Dalam nilai TKA yang dilaksanakan Kemendikdasmen secara Nasional pada tangal 3 hinga 9 November 2025 Provinsi Sulut nilal TKA Siswa SMA dan SMK untuk bahasa Ingris urutan 33 dari 38 Provinsi dengan nilai 22,59, Matematika urutan 34 dengan nilai 33,63 dan Bahasa Indonesia urutan 30 dengan nilai 50,20. Dari data yang ada saat TKA awal November 2025 sekitar 29.ribu lebih Siswa SMA dan SMK dan SLB yang ikut dari sekitar 462 SMA/SMK dan SLB di Sulut.
Menurut Kepsek Maxy Awondatu pihaknya sudah ada nilal siswa disekolahnya. Kepsek akui rendah Matematika dan Bahasa Ingris. Ini ada beberapa faktor antara lain karen TKA baru pertama kali dilakukan. Siswa mungkin belum siap dengan TKA ” Kita sudah rapat dan bahas bersama semua Wakil Kepsek dan guru untuk kita benahi proses belajar mengajar” kata Awondatu. Kepsek optimis TKA kedepan akan lebih baik nilainya bila kita lakukan pembenahan termasuk sarana dan prasarana seperti komputer dan jaringan internet.

Foto – Kepsek SMA Negeri 1 Langowan Moody Karundeng S.Pd
Begitu juga dikatakan Kepsek SMA Negeri 1 Langowan Moody Karundeng. TKA awal bulan November 2025 lalu memang persiapan tidak terlalu baik karena sekolahnya saja komputer terbatas dan terkesan kurangsiap. Dan juga siswa saat TKA saat itu memang belum terbiasa. Ini menjadi bahan evaluasi bersama karena diakui rendah meskipun memang belum menerima nilai TKA siswanya.” Kita akan benahi tahun ini terkait proses belajar mengajar dan juga kompetensi guru serta ketersediaan sarana dan prasarana” katanya.
Hal yang sama juga dikatakan Kepsek SMA Negeri 1 Tombatu Di Mitra Very Wanta. Menurutnya , kita akan lakukan evaluasi dan pembenahan . Rendahnya nilai TKA 2025 menjadi motovasi kita pembenahan bersama.
Bahkan menurut Kepsek SMA Negeri 2 Kotamobagu I Ketut Gunawan Adhywisna selain evaluasi kita benahi sarana penunjang dan juga kompetensi guru agar proses belajar mengajar lebih baik.” Soal rendanya nilai TKA kita akui itu bagian dari evaluasi kita untuk terus maju kedepan” kata Kepsek I Ketut Gunawan. Kita memang belum mendapat data resmi nilai TKA siswanya baik Matematika dan Bahasa Ingris, tetapi kita tetap akan lakukan pembenahan.
Banyak Praktek
Sementara itu Guru Besar Matematika dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unsrat Manado Prof Dr Benny Pinontoan M.Sc ketika diminta tangapan pekan lalu oleh Jurnalis Sumikolah Sulut mengatakan, rendanya nilai TKA siswa asal Sulut baik SMA dan SMK itu tentunya ada beberapa faktor penyebab rendah.
“Misalkan ini mungkin baru pertama kali dilakukan TKA sehinga siswa kaget. Bisa juga kesiapan sarana dan prasarana tidak memadai termasuk disekolah daerah terpencil” ucap Prof Benny Pinontoan.
Menurut Prof Benny Pinontoan ini menjadi bahan evaluasi bersama semua Stakeholder. Karena memang kita lemah untuk nilai TKA Matematika dan Bahasa Ingris. Dua mata pelajaran ini memang untuk Matematika harus diperbaiku sejak kelas tiga Sekolah Dasar( SD) dan kita benahi hinga SMA dan SMK karena kita sering lemah dalam mata pelajaran Matematika dalam bentuk membaca hitungan.Kalau multipulcois itu.mungkin cepat dimegerti.Kalau juga ada soal matematika dalam bentuk esai itu juga sering lemah. Kita benahi bersama semua yang masih kurang. Pembelajaran kita benahi agar lebih baik kedepan.
Bahkan kalau siswa ada praktek contoh sebagai kasir disebuah toko itu cepat menghitung. Dan untuk Bahasa Ingris juga pembenahan belajar disekolah harus banyak praktek berbahasa Ingris disekolah agar terbiasa.” Saya optimis kalau ada pembenahan termasuk sarana dan prasarana pasti nilai TKA akan lebih baik kedepan” kata Prof Benny Pinontoan yang juga Mantan Dekan FMIPA Unsrat dua periode.
Dikda Akan Evaluasi Bersama
Kadis Dikda Sulut Dr Femmy Suluh M Si ketika dikonfirmasi Jurnalis Sumikolah Sulut pekan lalu mengatakan, rendahnya Nilai TKA itu memang menjadi perhatian kita bersama secara Nasional untuk evaluasi bersama stakeholder untuk pembenahan termasuk di Sulut.

Foto : Dr.Femmy Suluh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Utara
Karena ini TKA baru pertama dilakukan secara Nasional setelah lama kita tidak lakukan Ujian Nasional (UN).Kita akan evaluasi dan perbaiki penyebab apa karena persiapan terlalu singkat atau juga sarana dan prasarana kurang dan juga kompetensi guru dan juga proses belajar matematika dan bahasa Ingris yang harus dibenahi.” Ini menjadi bahan evaluasi dan tetap kita semagat untuk termotivasi bekerja lebih baik” kata Kadis Femmy Suluh. (Fanny)





