Sulutnews.com Bengkulu Selatan – program pemerintah dalam mendukung pertanian agar lebih baik kedepan di salurkan untuk pembangunan Siring cacing di beberapa desa di kabupaten Bengkulu Selatan melalui kelompok tani. Hal itu jelas saat ini program tersebut sedang berjalan dan di koordinir oleh dinas terkait yakni dinas pertanian Bengkulu Selatan.
Namun sangatlah disayangkan dengan apa yang di lakukan oleh oknum dinas pertanian kabupaten Bengkulu Selatan yang mana dinilai lakukan kesempatan mencari keuntungan dari program pemerintah tersebut.
Oknum dinas pertanian kabupaten Bengkulu Selatan diduga lakukan pemotongan anggaran yang di terima oleh 67 kelompok tani hingga 20% dari pagu anggaran yang di dapatkan oleh kelompok penerima bantuan.
Beberapa ketua kelompok tani saat di temui media ini yang namanya enggan di sebut dengan jelas menyatakan bahwa anggaran yang mereka terima di setorkan kembali dengan oknum dinas pertanian sebesar 20% dari dana yang mereka terima.
“Benar dana yang kami terima seluruh kelompok di setorkan kembali ke oknum dinas pertanian Bengkulu Selatan 20% dari pagu anggaran yang di terima oleh setiap kelompok, kalau alasan oknum dinas pertanian dana itu sudah termasuk untuk LSM dan wartawan” ujar beberapa ketua kelompok.
Terpisah oknum dinas pertanian yang bersangkutan saat di temui di ruang kerjanya menyatakan bahwa dana tersebut untuk tentra.
Oleh adanya hal tersebut Arif salah satu penggiat di kabupaten Bengkulu Selatan dengan tegas akan sesegera mungkin melaporkan kegiatan ini dengan aparat penegak hukum (APH). (JN)





