Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Bisnis · 24 Jan 2026 00:18 WITA ·

Sandiaga Uno di Krakatau Industrial Business Gathering 2026: Saatnya Jadi First Mover, Bukan Wait and See


Sandiaga Uno di Krakatau Industrial Business Gathering 2026: Saatnya Jadi First Mover, Bukan Wait and See Perbesar

Jakarta (24/1) – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) menegaskan komitmennya dalam memperkuat posisi Kawasan Industri Krakatau sebagai episentrum pertumbuhan ekonomi nasional melalui gelaran Krakatau Industrial Business Gathering 2026. Langkah strategis ini diambil guna menangkap peluang investasi global dan mendorong transformasi kawasan menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

“Sebagai tuan
rumah kawasan industri, Krakatau Steel Group akan terus memberikan pelayanan
yang cepat, transparan, dan kemudahan berinvestasi bagi tenant dan investor.
Kolaborasi adalah kunci membangun kawasan industri yang kompetitif,” jelas Direktur Utama
Krakatau Steel, Dr.
Akbar Djohan pada sambutannya.

Optimisme Investasi dan
Momentum “First Mover”

Kehadiran Sandiaga Salahuddin Uno (Menteri
Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Periode 2020-2024) sebagai pembicara utama
memperkuat optimisme para tenant.
Dalam paparannya yang bertajuk “Peluang
Ekonomi, Investasi, dan Daya Saing Kawasan Industri”, ia memberikan
perspektif strategis mengenai arah kebijakan ekonomi dan peluang ekspansi
industri nasional pada tahun 2026.

Sandiaga menegaskan bahwa ekonomi Indonesia
tetap solid dengan pertumbuhan di atas 5
persen. Menurutnya, daya saing kawasan industri yang meningkat menjadi faktor
kunci yang membuka ruang investasi lebih luas.

“Kawasan industri adalah engine pertumbuhan
ekonomi nasional yang berkontribusi signifikan terhadap PDB, lapangan kerja,
dan ekspor nonmigas. Dengan kondisi PMI manufaktur yang ekspansif di tahun
2026, ini bukan
saatnya untuk wait and see, melainkan momen tepat menjadi first mover dalam berinvestasi,”
tegas Sandiaga.

Lebih
lanjut, ia menekankan bahwa masa depan kawasan industri terletak pada integrasi
konsep Special Economic Zone (SEZ) dan Green Economy. Dukungan energi
terbarukan, konektivitas logistik yang efisien, serta prinsip keberlanjutan
menjadi syarat mutlak untuk menarik minat investor global.

“Keberlanjutan
harus menjadi nilai tambah bisnis—doing good and profitable. Melalui inovasi,
adaptasi, dan kolaborasi, kawasan industri dapat bertransformasi menjadi
ekosistem unggulan yang tidak hanya menarik investasi berkualitas, tetapi juga
memperkuat basis ekspor nasional,” pungkasnya.

Ekspansi Global dan
Hilirisasi Industri 

Sejalan dengan pesan Presiden Republik
Indonesia pada World
Economic Forum 2026 di Davos mengenai pentingnya stabilitas
dan ekosistem industri yang kuat,
Krakatau Steel berkomitmen tidak hanya memperkuat bisnis inti baja, tetapi juga
membangun ekosistem industri terpadu yang berkelanjutan dan berdaya saing
global.

“Semangat Krakatau Steel untuk Go Global semakin
nyata. Setelah bermitra strategis dengan Korea Selatan dan Jepang, kini
investor asal Tiongkok telah bergabung membangun fasilitas bijih plastik di
Cilegon. Dalam waktu dekat, investasi pabrik EV Truck dan proyek strategis lainnya akan
segera menyusul,” ungkap Dr. Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai
Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman
Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA).

Transformasi Menuju Kawasan
Ekonomi Khusus (KEK) 

Forum
ini merupakan langkah strategis perusahaan dalam membangun ekosistem kawasan
industri yang berdaya saing, adaptif terhadap dinamika global, dan memperkuat
kolaborasi untuk menangkap peluang investasi baru.

Dr.
Akbar Djohan menambahkan, Krakatau Steel secara aktif mendorong transformasi
Kawasan Industri Krakatau menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Status KEK ini
diyakini akan memberikan insentif fiskal, kemudahan perpajakan, fasilitas
kepabeanan, serta penyederhanaan perizinan yang signifikan bagi investor.

Melalui
penguatan infrastruktur manufaktur terintegrasi ini, Krakatau Steel Group
berperan aktif mendukung agenda Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo
Subianto, sebagai upaya transformasi struktur ekonomi Indonesia yang lebih
produktif, inklusif, dan kompetitif di tingkat global.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 1,027 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

IDSurvey Group Berangkatkan 1.400 Pemudik ke 10 Kota Tujuan dalam Program Mudik Bersama BUMN 2026

18 Maret 2026 - 12:18 WITA

Mudik Aman & Nyaman, MIND ID Berangkatkan 1.700 Pemudik

18 Maret 2026 - 12:09 WITA

Nikmati Perjalanan Mudik Lebaran 2026 dengan LRT Jabodebek yang Terintegrasi, Nyaman, dan Terjangkau

18 Maret 2026 - 12:08 WITA

Kebutuhan Mudik Jadi Lebih Aman dengan Fasilitas Dana Tunai BRI Flash dari BRI Finance

18 Maret 2026 - 11:10 WITA

Negara Produsen Energi yang Berpotensi Diuntungkan Saat Krisis Minyak

18 Maret 2026 - 10:59 WITA

Biar Mudik 2026 Nggak Terasa Berat, Ini Cara Atasinya dengan Akulaku PayLater

18 Maret 2026 - 10:53 WITA

Trending di Bisnis