Bolmong Utara, Sulutnews.com – Wakil Bupati Bolmong Utara Moh. Aditya Pontoh, S.IP dalam sambutan pemerintah dan nasihat pernikahan menjadi perhatian para undangan yang hadir menyentuh kembali hakikat sakralnya ijab kabul. Kamis (9/4/2026).
Perhelatan acara akad dan resepsi pernikahan dari pengantin Wal Ikram Kapiso, S.AP, ASN BKPSDM (Putra ketiga dari Samsudin Kapiso (Alm) dan Ny. Inong Bangko dengan Ns. Fisilia Dewi Rahman, S. Kep, paramedis RSUD Bolmong Utara (Putri ketiga dari Sudarmon Rahman, S.Pd dan Ny. Rosmina Mokodompit (Almrh).
Acara ini berlangsung siang hari di rumah mempelai wanita Dusun 3 Desa Kuala Utara Kec. Kaidipang.
Ada dua hikmah nasihat pernikahan disampaikan Wabup Bolmong Utara.
Pertama, tentang Ijab kabul adalah momen paling sakral dalam pernikahan Islam, menandai peralihan hubungan dari haram menjadi halal serta sahnya perjanjian kokoh (mitsaqan ghalizha) di hadapan Allah SWT dan RasulNya serta disaksikan para malaikat.
Prosesi ijab kabul ini yang melibatkan wali dan mempelai pria ini menjadi titik awal tanggung jawab, komitmen, dan keberkahan rumah tangga.
Merupakan Perjanjian Suci (Mitsaqan Ghalizha), karena Ijab kabul bukan sekadar seremonial, melainkan janji berat yang disaksikan oleh para malaikat, bumi, dan langit serta tamu undangan yang hadir.
Menurut Wabup Moh. Aditya Pontoh, inti dari akad nikah dalam arti Ijab (penyerahan oleh wali) dan Kabul (penerimaan oleh mempelai pria) adalah rukun mutlak yang menentukan sah atau tidaknya pernikahan dalam Islam.
Merupakan simbol tanggung jawab, karena jabat tangan antara wali dan mempelai pria saat kabul menjadi simbol serah terima tanggung jawab pengayoman istri dari orang tua kepada suami.
“Momen akad nikah ijab kabul penuh hikmat, karena diiringi doa dan restu, ijab kabul menjadi detik yang mengubah perjalanan hidup dua manusia untuk saling menyempurnakan,” ungkap Aditya Pontoh.
Dikatakan kembali, ijab kabul adalah momen suci yang menggabungkan kesungguhan hati, tanggung jawab, dan ketaatan kepada ajaran agama untuk membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.

Foto bersama dari rekan pengantin pria Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.
Kedua, Wabup sambil melirik pengantin pria, martabat takwa adalah menjaga diri dari azab Allah Ta’ala dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam pun menganjurkan memilih istri yang baik amalan agamanya.
Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;
“Wanita biasanya dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena kedudukannya, karena parasnya dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih wanita yang bagus agamanya (keislamannya). Kalau tidak demikian, niscaya kamu akan merugi.” (HR. Bukhari no.5090, Muslim no.1466).
Banyak dalil yang menunjukkan anjuran ini ketika memilih wanita yang taat dalam beribadah. Di antaranya firman Allah Ta’alah;
“Wanita-wanita yang keji untuk laki-laki yang keji. Dan laki-laki yang keji untuk wanita-wanita yang keji pula. Wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik. Dan laki-laki yang baik untuk wanita-wanita yang baik pula.” (QS. An Nur: 26)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadis yang telah disebutkan, membolehkan kita untuk menjadikan faktor fisik sebagai salah satu kriteria memilih calon pasangan idaman.
Karena paras yang cantik atau tampan, juga keadaan fisik yang menarik lainnya dari calon pasangan hidup kita adalah salah satu faktor penunjang keharmonisan rumah tangga.
Wabup bertanya pada kedua pengantin Ikram dan Frisilia, jika usia bertambah, umur berkurang dan wajah kita semakin keriput, apakah masih cinta ?”
Hadirinpun tertawa penuh makna. Penting diketahui kata Wabup, peran suami setingkat lebih tinggi dari isteri. Karena suami adalah pemimpin rumah tangga dan imam dalam berumah tangga serta isteri wajib taat dan patuh pada suami.
“Namun peran isteri sangat penting menjaga kelembutan tutur kata dan sikap santunnya, tapi ingat wanita tercipta dari tulang rusuk yang bengkok, oleh sebab itu para suami jangan berperilaku kasar untuk meluruskannya, akan patah dan fatal dalam menjaga keharmonisan berumah tangga,” pungkas Wabup Aditya Pontoh.
Terlihat yang hadir dalam acara akad dan resepsi pernikahan; Wabup Bolmong Utara ke-3 Drs. Amin Lasena, MAP, para wakil rakyat DPRD Bolmong Utara Abdul Samad Lauma, Dewi Mondo, Ronal Bolota, Donal Lamunthe, Mardan Umar, mantan wakil rakyat Juldin Bolota, Arman Lumoto, Kepala BKPSDM) Bolmong Utara Khristanto Nani, S.STP., M.H, Direktur RSUD Bolmong Utars drg. Firlia Mokoagow, serta para pensiunan birokrat TNI/Polri, dan tokoh masyarakat adat. *** GG










