Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Bisnis · 11 Mar 2026 09:09 WITA ·

Saat Bali Terdiam: Mengalami Hari Nyepi di Pulau Dewata


Saat Bali Terdiam: Mengalami Hari Nyepi di Pulau Dewata Perbesar

Seringkali, Bali bergerak dengan ritme yang bising. Sepeda motor melaju kencang di jalan-jalan, klub pantai memutar musik hingga matahari terbenam, dan para wisatawan berkumpul di kafe dan kuil di seluruh pulau. Namun, sekali setahun, destinasi yang semarak ini berubah total.

Saat masyarakat Bali menyambut Tahun Baru Saka, pulau ini berubah menjadi sunyi. Selama 24 jam, Bali tenggelam dalam keheningan. Aktivitas kerja berhenti, toko-toko tutup, penerbangan dihentikan, dan jalanan tetap kosong. Bahkan penggunaan lampu pun dibatasi seminimal mungkin. Para pengunjung, sama seperti penduduk setempat, diimbau untuk tetap berada di dalam hotel sementara seluruh pulau secara bersama-sama menahan diri dari aktivitas sehari-hari.

Tahun ini, hari Nyepi jatuh pada 19 Maret, menandai awal yang baru yang dipandu oleh filosofi Bali Tri Hita Karana, yang menekankan keharmonisan antara alam spiritual, dunia manusia, dan alam.

Ritual Menjelang Hari Nyepi

Tiga hari sebelum Nyepi, upacara Melasti diadakan di pantai-pantai Bali dan di sumber air suci. Masyarakat yang mengenakan pakaian tradisional berwarna putih berkumpul, membawa benda-benda suci ke laut. Ritual ini melambangkan penyucian, membersihkan manusia dan alam dari energi negatif sebelum tahun baru dimulai.

Pada malam sebelum Nyepi, desa-desa di seluruh Bali mengadakan Pengrupukan, sebuah upacara yang bertujuan untuk mengusir Bhuta Kala, atau roh-roh jahat. Saat malam tiba, jalan-jalan dipenuhi dengan parade dramatis patung-patung Ogoh-ogoh yang menjulang tinggi. Diiringi oleh bunyi gong kayu, cahaya obor, dan nyanyian bersama, parade-parade ini menciptakan suasana meriah yang juga kaya akan makna simbolis. 

Menjelang tengah malam, perayaan berakhir. Patung-patung menghilang, musik mereda, dan Bali bersiap menyambut hari yang tidak seperti biasanya.

Mengalami Nyepi dari Pantai Berawa

Mengalami Nyepi dari kawasan pesisir menawarkan keindahan yang tenang tersendiri. Di kawasan Berawa, suara ombak menggantikan dengungan lalu lintas yang biasanya terdengar, sementara garis pantai terbentang hampir tanpa gangguan.

Dari balkon Swarga Suites Bali Berawa yang menghadap Pantai Berawa, para tamu dapat menyaksikan pemandangan langka: pantai tanpa kerumunan yang biasanya memenuhi area tersebut saat matahari terbenam. Area taman hotel dan kolam renang menyediakan sudut-sudut tenang bagi pengunjung untuk menghabiskan hari dengan membaca, merenung, atau sekadar mendengarkan suara laut.

Saat malam tiba, ketiadaan cahaya kota di sekitar area membuat langit di atas pantai tampak lebih jernih dan berkilauan. Mengamati bintang-bintang dari area terbuka properti adalah salah satu momen tenang yang istimewa, memberikan kesempatan untuk mengalami Bali dengan cara yang jarang dirasakan oleh para pelancong.

Bali Menjelang Nyepi

Para pengunjung juga dapat merasakan keindahan budaya Bali melalui berbagai pertunjukan dan perayaan yang berlangsung di seluruh pulau. Di Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana, misalnya, berbagai pertunjukan dan kegiatan budaya menampilkan kekayaan tradisi Bali.

Salah satu sorotan utama adalah pertunjukan tari Barong, yang menggambarkan perjuangan abadi antara kebaikan dan kejahatan melalui kostum yang rumit dan musik gamelan tradisional. Cerita ini mencerminkan filosofi Rwa Bhineda, yaitu gagasan bahwa kekuatan yang berlawanan harus hidup berdampingan dalam keseimbangan.

Pertunjukan seperti ini memberikan pengunjung pemahaman yang lebih dalam tentang tradisi yang membentuk Nyepi dan keyakinan budaya di balik salah satu perayaan paling unik di Bali.

Pagi Setelah Nyepi

Saat matahari terbit di hari setelah Nyepi, Bali perlahan-lahan kembali beraktivitas. Toko-toko mulai buka, sepeda motor kembali melintas di jalanan, dan energi khas pulau ini pun kembali terasa.

Namun bagi mereka yang mengalami hari sebelumnya dari sudut pandang yang tenang, kenangan tersebut seringkali masih membekas. Menyaksikan Bali sejenak berhenti beraktivitas memberikan pandangan langka tentang akar spiritual pulau ini dan ritme mendalam yang membentuk budayanya.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

BINUS @Kemanggisan Siapkan Generasi Inovator Digital Technology yang Siap Berkarier Lebih Awal

11 Maret 2026 - 10:30 WITA

Meriahkan BRILiaN Ramadan Market, BRI Finance Dorong Aktivitas Ekonomi di Ekosistem BRI

11 Maret 2026 - 09:57 WITA

Gelar Program BRIF Sehati, BRI Finance Salurkan Bantuan Ramadan di Palu

11 Maret 2026 - 09:55 WITA

Emas Stabil di Level Tinggi, Dupoin Futures Prediksi Potensi Kenaikan ke 5231

11 Maret 2026 - 09:49 WITA

【Keajaiban Sisa Salju × Bunga Sakura】Bagaikan dunia lain dengan ketinggian 1.900 meter di atas per- mukaan laut. Nikmati akses istimewa wisata “Dinding Salju” dan “Permainan Salju Musim Semi” di Desa Otari, Prefektur Nagano. Operasi khusus musim semi awal berlangsung hingga 6 Mei, serta Taman Alam Tsugaike dibuka mulai 6 Juni.

11 Maret 2026 - 09:00 WITA

Lintasarta Salurkan Program Sosial Ramadan bagi Lebih dari 1.500 Penerima Manfaat di Berbagai Kota

11 Maret 2026 - 08:54 WITA

Trending di Bisnis