Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Kotamobagu · 6 Agu 2025 22:05 WITA ·

Rendy Mangkat Tegaskan Komitmen Cegah KDRT di Kotamobagu


Rendy Mangkat Tegaskan Komitmen Cegah KDRT di Kotamobagu Perbesar

KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota Kotamobagu melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) bersama Tim Penggerak PKK Kota Kotamobagu menggelar sosialisasi Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (PAAREDI) dengan subtema “Kotamobagu Darurat KDRT dan Kesehatan Mental”, bertempat di Aula Rumah Dinas Wali Kota, Selasa 5 Agustus 2025.

Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Kotamobagu, Rendy Virgiawan Mangkat, yang hadir mewakili Wali Kota Kotamobagu. Dalam sambutannya, Wawali menyampaikan apresiasi kepada TP-PKK dan DP3A atas kolaborasi dalam pelaksanaan kegiatan strategis ini.

“Sosialisasi ini sangat penting dalam meningkatkan kesadaran, kepedulian, serta peran aktif seluruh elemen masyarakat dalam mencegah dan menangani kekerasan dalam rumah tangga,” ujar Rendy.

Ia menjelaskan, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tak hanya menyebabkan luka fisik, tetapi juga luka psikologis yang dapat berdampak jangka panjang, terutama bagi perempuan dan anak-anak. Menurutnya, anak-anak yang tumbuh di lingkungan penuh kekerasan berisiko tinggi mengalami trauma yang memengaruhi kepribadian serta kesehatan mental mereka hingga dewasa.

“Tindakan kekerasan di rumah tangga adalah masalah serius yang harus dihadapi bersama. Kita harus membangun sistem pendukung yang kuat demi menjaga kesehatan mental dan masa depan keluarga di Kotamobagu,” tambahnya.

Mengutip data laporan kekerasan di Provinsi Sulawesi Utara hingga Mei 2025, tercatat 209 kasus KDRT, yang terdiri dari 64 korban perempuan dan 145 korban anak-anak. Wawali menegaskan bahwa angka ini harus menjadi perhatian bersama, bukan sekadar statistik.***

Artikel ini telah dibaca 973 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Berkah Ramadhan, Ketua DPC PDIP Kotamobagu Henny Kaseger Bagi-bagi Sembako

20 Maret 2026 - 09:17 WITA

Kapolres Kotamobagu AKBP Irwanto Dampingi Tim Wasops Pastikan Oprasi Ketupat Berjalan Optimal

19 Maret 2026 - 22:40 WITA

Sinergi dengan Kejaksaan, Dinas PUPR Kotamobagu Pastikan Proyek Infrastruktur Berjalan Lancar

17 Maret 2026 - 10:01 WITA

Gubernur Yulius Selvanus Tinjau Pelaksanaan GPM di Kotamobagu Dan Berikan Cadangan Pangan Untuk 12.118 KK Dalam Safari Ramadhan Idul Fitri

10 Maret 2026 - 23:00 WITA

Pemkot Kotamobagu Tetapkan Batas Waktu Pelaksanaan Pasar Senggol

9 Maret 2026 - 00:36 WITA

Resmikan Jembatan MOTABI, Kapolres Irwanto Tuai Pujian Warga

5 Maret 2026 - 00:00 WITA

Trending di Kotamobagu