MANADO,Sulutnews.com — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara menggelar Rapat Paripurna dalam rangka penyampaian Ranperda tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sulut, Tahun 2025–2029, Selasa , 22 Juli 2025 , diruang rapat paripurna DPRD Sulut. Rapat paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Sulut dr. Fransiscus A. Silangen SPB. KBD, didampingi Wakil Ketua Michaela Paruntu, Royke Anter, dan Stella Runtuwene, Serta dihadiri langsung Gubernur dan Wagub Sulut, Mayjen TNI Purn Yulius Selvanus SE dan Dr.Victror Mailangkay.
Ketua DPRD Sulut dr. Fransiscus A. Silangen saat membuka Rapat menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas musibah terbakarnya kapal Barcelona VA yang sedang berlayar dari talaud menuju manado yang terbakar di perairan Talise.”Musibah ini telah mengguncang hati kita semua, terlebih bagi keluarga para penumpang dan awak kapal yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. kepada para korban yang meninggal dunia, kami sampaikan doa tulus: semoga mereka mendapat tempat terbaik di sisi tuhan yang maha kuasa. dan bagi keluarga yang ditinggalkan, kami doakan agar diberikan kekuatan dan ketabahan menghadapi cobaan ini. sebagaimana firman tuhan dalam yesaya 41:10,” kata Silangen.
Sementara itu, Gubernur Sulut Mayjen TNI Purn Yulius Selvanus SE dalam penjelasannya mengatakan ada beberapa hal penting dan urgensi dari RPJMD Provinsi Sulut tahun 2025-2029. Jadi, secara umum dokumen RPJMD ini memiliki peran yang penting dan strategis, karena ini adalah pedoman kita bersama untuk pembangunan selama 5 tahun ke depan.“Berdasarkan aturan, dokumen ini memang harus selesai disusun paling lambat enam bulan setelah kepala daerah dilantik. RPJMD ini adalah terjemahan dari visi, misi, dan program yang saya dan bapak wakil gubernur usung. Kami ingin mewujudkan hal tersebut dalam sebuah kerangka pembangunan yang jelas, bisa diukur, dan tentunya selaras dengan rencana pembangunan dari tingkat nasional sampai lokal. artinya, kita pastikan rpjmd ini sesuai dengan RPJPN 2025-2045, RPJPD 2025-2045, RPJMN 2025-2029, dan RTRW kita, ” ujar Gubernur.
Tambahnya RPJMD Sulawesi Utara ini akan jadi panduan utama bagi semua perangkat daerah dalam menyusun rencana strategis (renstra) masing-masing bahkan, ini juga akan jadi masukan berharga bagi penyusunan rpjmd kabupaten/kota se-sulawesi utara,” jelas Gubernur Yulius.
Dijelaskan gubernur Yulius, pertumbuhan ekonomi: ekonomi sulawesi utara terus menunjukkan tren kenaikan dan selalu berada di atas rata-rata nasional. contohnya, di triwulan i tahun 2025 ini, ekonomi kita tumbuh 5,62%, sementara nasional di angka 4,87%. sektor yang paling banyak menyumbang adalah pertanian, kehutanan, perikanan, disusul perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, serta industri pengolahan. kota manado punya kontribusi terbesar, yaitu 28,14%. ke depan, kita sangat optimis, bersama semangat bapak presiden, untuk mencapai 7% pertumbuhan ekonomi di akhir tahun 2025, “Angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrem: angka kemiskinan di sulut menunjukkan tren penurunan dan selalu di bawah rata-rata nasional. data 2024 menunjukkan persentase penduduk miskin kita 6,70%, jauh di bawah nasional 8,57%. begitu juga angka kemiskinan ekstrem, yang terus menurun menjadi 0,56% sementara nasional 0,83%. Tingkat pengangguran terbuka (tpt): tpt sulawesi utara juga menunjukkan tren menurun, meski masih sedikit di atas rata-rata nasional, yaitu 6,03% dibanding nasional 4,76%,” jelasnya
Sedangkan untuk indeks pembangunan manusia (ipm) kata Gubernur Yulius IPM sulawesi utara selalu menunjukkan tren peningkatan dan selalu di atas rata-rata nasional, yaitu 75,68 sementara nasional 74,20. ini menunjukkan kualitas hidup masyarakat kita terus membaik.“Berdasarkan evaluasi pembangunan dan isu-isu global, nasional, serta regional, ada beberapa isu strategis di sulawesi utara yang harus kita selesaikan dalam lima tahun ke depan. isu-isu tersebut masih perlu ditingkatkan pembangunan sektor kebudayaan yang belum optimal kinerja sektor pariwisata yang belum optimal kinerja industri pengolahan yang belum optimal realisasi investasi yang perlu terus digenjot peningkatan komoditas unggulan peningkatan konektivitas pemerataan akses infrastruktur dasar ketahanan pangan, energi dan air tata kelola pemerintahan transparansi dan akuntabilitas kinerja .
Berdasarkan evaluasi pembangunan dan isu-isu global, nasional, serta regional, ada beberapa isu strategis di Sulawesi Utara yang harus kita selesaikan dalam lima tahun ke depan. Isu-isu tersebut yaitu:
1. Pemberantasan Korupsi dan Narkoba
2. Kualitas SDM yang masih perlu ditingkatkan
3. Pembangunan Sektor Kebudayaan yang belum optimal
4. Kinerja Sektor Pariwisata yang belum optimal
5. Kinerja Industri Pengolahan yang belum optimal
6. Realisasi Investasi yang perlu terus digenjot
7. Peningkatan komoditas unggulan
8. Peningkatan Konektivitas
9. Pemerataan akses infrastruktur Dasar
10. Ketahanan Pangan, Energi dan Air
11. Tata Kelola Pemerintahan
12. Transparansi dan Akuntabilitas Kinerja.
Memperhatikan isu-isu strategis ini, maka untuk tahun 2025-2029, dijelaskan Gubernur Yulius Sulut mengusung Visi: “Menuju Sulawesi Utara Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan”. Untuk mencapai Visi tersebut, kami merumuskan
8 Misi yang setiap misinya punya tujuan, sasaran, dan program prioritas. Mari kita lihat misi-misi tersebut secara singkat:
Misi
1: “Mencegah dan Memberantas KKN serta Narkoba”. Ada 2 Tujuan, Sasaran, dan 6 Program Prioritas. Indikator keberhasilannya adalah Nilai Survey Penilaian Integritas (SPI) dan Prevalensi Penyalahgunaan Narkoba.
Misi 2: “Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia”. Punya 1 Tujuan, Sasaran, dan 10 Program Prioritas. Indikator utamanya adalah Indeks Modal Manusia (IMM).
Misi 3: “Membangun Perekonomian Daerah”. Ini punya 1 Tujuan, 2 Sasaran, dan 15 Program Prioritas. Indikator keberhasilannya adalah Pertumbuhan Ekonomi.
Misi 4: “Memperkuat Daya Saing Daerah dan Internasional”. Dengan 1 Tujuan, 2 Sasaran, dan 12 Program Prioritas. Indikator utamanya adalah Indeks Daya Saing Daerah.
Misi 5: “Meningkatkan Ketahanan Pangan, Energi, dan Air yang Merata dan Berkelanjutan”. Ada 2 Tujuan, 2 Sasaran, dan 8 Program Prioritas. Indikator pentingnya adalah Indeks Ketahanan Pangan Daerah; Indeks Energi Daerah; Kapasitas Air Baku; dan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup.
Misi 6: “Memperbaiki Tata Kehidupan Masyarakat yang Tertib, Aman, Nyaman Dengan Melestarikan Nilai-Nilai Budaya yang Berkearifan Lokal”. Ada 2 Tujuan dan 2 Sasaran. Indikator utamanya adalah Indeks Penyelenggaraan Trantibumlinmas dan Indeks Pembangunan Kebudayaan.
Misi 7: “Meningkatkan Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik”. Punya 1 Tujuan dan 1 Sasaran. Indikator utamanya adalah Indeks Reformasi Birokrasi.
Misi 8: “Meningkatkan Sistem Pengelolaan Keuangan Daerah yang Akuntabel dan Transparan”. Dengan 1 Tujuan dan 2 Sasaran. Indikator keberhasilannya adalah Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah.
Dalam Arahan Pembangunan Wilayah 2025-2029, ada banyak rencana kegiatan besar yang akan kita laksanakan. Ini akan didukung oleh pembiayaan dari APBN, APBD Provinsi Sulawesi Utara, serta skema pembiayaan kreatif seperti Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), Corporate Social Responsibility(CSR), dan lain-lain. Lokasinya tersebar di seluruh wilayah Provinsi Sulawesi Utara, antara lain: “Pembangunan Jalan Tol ManadoAmurang.• Pembangunan Jembatan Bitung-Lembeh.• Pembangunan Bandara Lembeh.• Pembangunan jembatan jalan Tololiu-Supit (pelebaran ruas lingkar Manado Ring Road I).• Pembangunan Simpang Susun Transmart Manado.• LRT (Light Rail Transit) Lintas Malalayang -Wenang – Paal Dua – Mapanget di Kota Manado.•
Penyelesaian jalan Manado Outer Ring Road (MORR) III.• Peningkatan status jalan lingkar Pulau Salibabu – Kabupaten Kepulauan Talaud.• Program Pengelolaan Perkeretaapian di berbagai kabupaten/kota.• Pembangunan SPAM KEK Likupang dan SPAM Regional Bimatara.• Pembangunan Akuifer Buatan Simpanan Air Hujan (APSAH) di daerah kepulauan.• Pembangunan Daerah Industri Lolak Atas dan Optimalisasi Bendungan Lolak.• Lanjutan revitalisasi Danau Tondano.15• Program Ketangguhan Banjir Perkotaan di Kota Manado.• Pembangunan Sistem Air Minum Perpipaan Lolak.• Pembangunan SPALS-S (Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat) di Kabupaten Kepulauan Sitaro.• Pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.• Optimalisasi TPA Regional Mamitarang, Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) dan tempat pengolahan Limbah B3.• Pembangunan RSUD Bolaang Mongondow Selatan.• Pembangunan Sekolah Unggulan Garuda (SMA Taruna Nusantara) dan Universitas Totabuan Bogani.• Pembangunan Sekolah Rakyat di tiga Kabupaten/Kota.,” jelas Gubenrur.(ADV/josh tinungki)






