Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Bisnis · 2 Mei 2024 22:04 WITA ·

PT FIF Raup Laba Bersih Rp1,1 Triliun, Naik 16,5% di Kuartal I 2024


Pusat operasional PT Federal International Finance yang berlokasi di Menara FIF, Jalan Tahi Bonar Simatupang, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan, Jakarta. Perbesar

Pusat operasional PT Federal International Finance yang berlokasi di Menara FIF, Jalan Tahi Bonar Simatupang, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan, Jakarta.

Jakarta,Sulutnews.com –  PT Federal International Finance (FIF), salah satu perusahaan yang bergerak pada pembiayaan ritel, mencatat pertumbuhan positif di Kuartal-I 2024 dengan berhasil meraih laba bersih sebesar Rp1,1 triliun atau meningkat sebesar 16,5% secara year-on-year (yoy).

Perusahaan di bawah bendera Grup Astra bagian dari Astra Financial tersebut juga mencatat pertumbuhan nilai penyaluran pembiayaan sebesar 3,8% secara yoy menjadi Rp11 triliun serta kenaikan dari sisi jumlah unit yang dibiayai atau booking unit menjadi 805 ribu unit atau tumbuh sebesar 0,8% secara yoy.

Secara Net Service Asset (NSA), PT FIF juga membukukan pertumbuhan sebesar 12,3% secara yoy menjadi Rp41,6 triliun menutup Kuartal-I 2024 dengan tingkat Non-Performing Finance (NPF)  sebesar 1,2%. Berdasarkan ketetapan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) nilai NPF yang berhasil dicapai tersebut, FIF termasuk ke dalam klasifikasi perusahaan pembiayaan yang sangat sehat.

Siswadi, yang resmi dilantik sebagai Presiden Direktur PT FIF pada 19 April 2024, mengungkapkan bahwa pertumbuhan kinerja PT FIF tak lepas dari strategi pengelolaan rantai nilai yang efektif antara PT FIF dan Astra Honda Motor (AHM). “Kinerja positif yang berhasil diraih PT FIF merupakan bukti nyata dari kolaborasi dan sinergi yang solid dalam rantai pasokan Astra,” tutur Siswadi.

Lebih lanjut, Siswadi juga mengapresiasi kepemimpinan Margono Tanuwijaya sebagai Presiden Direktur PT FIF periode 2017-2024 yang telah berhasil membawa Perseroan bertumbuh hingga saat ini. “Saya juga mengapresiasi pencapaian PT FIF hingga saat ini yang tidak terlepas dari peran Margono Tanuwijaya sebagai pemimpin puncak,” ungkap Siswadi.

PT Federal International Finance yang merupakan anak perusahaan PT Astra International Tbk dan bagian dari Astra Financial mencatatkan pertumbuhan kinerja positif menutup kuartal I-2024.

Kinerja Berdasarkan Sektor Pembiayaan

PT FIF memiliki 5 brand services dalam penyediaan layanan pembiayaannya, yakni FIFASTRA, SPEKTRA, DANASTRA, FINATRA, dan AMITRA. Siswadi mengungkapkan untuk pembiayaan sepeda motor Honda dari FIFASTRA secara nilai penyaluran pembiayaan maupun jumlah booking unit mencatatkan pertumbuhan masing-masing sebesar 5,5% dan 5,4% yoy menjadi Rp7 triliun dan 418 ribu unit pada Kuartal-I 2024.

Sedangkan, untuk pembiayaan multiguna oleh DANASTRA mengalami kenaikan secara nilai penyaluran pembiayaan yang mencapai Rp3,5 triliun dengan kenaikan sebesar 3,3% yoy. Namun, turun secara booking unit sebesar 2,7% yoy menjadi 358 ribu unit hingga Kuartal-I 2024. “DANASTRA mencatatkan perbaikan kualitas booking per unitnya, sehingga secara nilai penyaluran pembiayaan mengalami pertumbuhan yang positif,” kata Siswadi.

Infografik pencapaian kinerja FIF selama Kuartal-I Tahun 2024.

Angin positif juga dihembuskan oleh AMITRA yang menyediakan layanan pembiayaan syariah Haji dan Umrah dengan kenaikan nilai penyaluran pembiayaan yang mencapai 8% yoy menjadi Rp124 miliar namun terdapat penurunan tipis sebesar 0,9% yoy pada booking unit menjadi 4.898 unit hingga Kuartal-I 2024.

Namun, dari sektor pembiayaan alat elektronik, gadget, hingga perabot rumah tangga yang disediakan oleh SPEKTRA dan juga pembiayaan mikroproduktif dari FINATRA tercatat mengalami penurunan sebesar 20,5% dan 15,2% secara yoy menjadi Rp101 miliar dan Rp293 miliar. Dari sisi jumlah unit yang dibiayai juga terjadi penurunan pada SPEKTRA sebesar 20,6% yoy menjadi 20.855 unit, namun terjadi peningkatan pada FINATRA sebesar 1,7% yoy menjadi 4.125 unit.

Siswadi mengungkapkan bahwa terjadi pergeseran perilaku masyarakat di bulan puasa khususnya menjelang mudik pada Kuartal-I 2024 yang lalu. Masyarakat cenderung memprioritaskan pengeluaran untuk mendukung kebutuhan yang berkaitan dengan mudik menjelang Lebaran, seperti sepeda motor, dana tunai, dan juga dana syariah. “Sejak awal puasa, masyarakat pada umumnya sudah mempersiapkan diri untuk menyambut libur Lebaran. Pengeluaran mereka akan diprioritaskan untuk hal-hal yang berkaitan dengan Hari Raya Idul Fitri tersebut, seperti sepeda motor, dana tunai, bahkan ibadah umrah,” kata Siswadi.(*/Merson)

Artikel ini telah dibaca 1,125 kali

Baca Lainnya

FLOQ Circle: Sisterhood Hadirkan Ruang Aman bagi Perempuan untuk Mengenal Aset Kripto

6 Februari 2026 - 08:33 WITA

Yusuf L Henuk Klaim Kalahkan Prof. Muryanto Amin dalam Perjuangan 3 Tahun Lebih

6 Februari 2026 - 08:08 WITA

Kisah Anak SD yang Tiada di Nusa Tenggara Timur: Buku dan Bolpoin Bisa Dibeli Hari Ini, Tapi Nyawa Hilang Selamanya

6 Februari 2026 - 07:54 WITA

Dukung Transformasi Holding Perkebunan Nusantara, PT KPBN Perkuat “Innovation Culture” Melalui Culture Booster

6 Februari 2026 - 01:40 WITA

Elit Tokoh Publik di Minta Untuk Stop Menghujat Kapolri

5 Februari 2026 - 21:28 WITA

Dukung Pemerintah Kabupaten Jadikan Kota Industri dan Perdagangan, BRI Finance Lebarkan Sayap di Kudus

5 Februari 2026 - 19:53 WITA

Trending di Bisnis
error: Content is protected !!