Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Bisnis · 27 Feb 2026 10:53 WITA ·

Prospek Emas Masih Positif, XAU/USD Berpeluang Menguat ke Area $5.386 pada Pekan Depan


Prospek Emas Masih Positif, XAU/USD Berpeluang Menguat ke Area $5.386 pada Pekan Depan Perbesar

Pergerakan harga emas dunia diperkirakan masih akan melanjutkan kecenderungan menguat pada perdagangan pekan depan, didukung oleh kombinasi faktor teknikal dan fundamental yang masih berpihak pada aset safe-haven tersebut. Berdasarkan kajian Dupoin Futures, analis Andy Nugraha menyampaikan bahwa tren emas pada timeframe H4 masih menunjukkan arah bullish yang jelas, tercermin dari kemampuan harga bertahan stabil di atas level psikologis krusial di kisaran $5.000 hingga $5.100 per troy ounce.

Andy Nugraha menjelaskan bahwa posisi harga yang tetap berada di atas area psikologis tersebut menjadi sinyal kuat bahwa minat beli investor masih terjaga dengan baik. Level ini berfungsi sebagai fondasi penting dalam menjaga momentum kenaikan, sekaligus mencerminkan dominasi sentimen positif di pasar. Selama harga tidak turun di bawah zona support utama tersebut, peluang emas untuk melanjutkan tren naik masih terbuka dalam jangka menengah.

Dari perspektif teknikal, pola pergerakan harga menunjukkan struktur tren yang sehat dengan kecenderungan mencetak level support yang lebih tinggi secara bertahap. Hal ini mengindikasikan bahwa tekanan jual belum cukup kuat untuk membalikkan arah tren secara keseluruhan. Selain itu, aksi beli yang muncul setiap kali terjadi koreksi harga menunjukkan bahwa pelaku pasar masih melihat pelemahan sebagai kesempatan untuk masuk ke pasar, bukan sebagai sinyal pembalikan tren.

Faktor fundamental juga turut memberikan kontribusi signifikan terhadap prospek positif emas. Ketidakpastian geopolitik global, khususnya terkait perkembangan negosiasi nuklir antara Amerika Serikat dan Iran, masih menjadi salah satu pendorong utama permintaan emas. Kondisi geopolitik yang belum sepenuhnya stabil membuat investor cenderung mencari aset yang dianggap lebih aman untuk melindungi nilai investasinya, dan emas tetap menjadi salah satu pilihan utama dalam situasi tersebut.

Selain itu, pergerakan dolar AS yang mengalami pelemahan moderat juga memberikan dukungan tambahan terhadap harga emas. Ketika nilai dolar melemah, emas menjadi lebih menarik bagi investor internasional karena nilainya menjadi relatif lebih kompetitif. Kondisi ini membantu menjaga kestabilan tren kenaikan emas, meskipun penguatan harga masih menghadapi tantangan untuk menembus level resistance utama secara agresif tanpa adanya katalis tambahan yang signifikan.

Ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kebijakan pelonggaran moneter oleh Federal Reserve juga menjadi faktor yang terus dipantau. Meskipun belum ada kepastian mengenai waktu pelaksanaan penurunan suku bunga, harapan tersebut tetap memberikan sentimen positif bagi emas. Lingkungan suku bunga yang lebih rendah umumnya mendukung kenaikan harga emas karena mengurangi daya tarik aset berbasis bunga, sehingga meningkatkan minat terhadap instrumen lindung nilai seperti emas.

Dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, Dupoin Futures memperkirakan bahwa apabila momentum bullish tetap berlanjut, harga emas berpotensi menguat hingga mencapai kisaran $5.386 per troy ounce dalam pekan mendatang. Target ini mencerminkan potensi lanjutan dari tren positif yang telah terbentuk, seiring dengan dukungan sentimen pasar dan struktur teknikal yang masih solid.

Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu memperhatikan potensi risiko koreksi apabila terjadi perubahan sentimen secara signifikan. Andy Nugraha menekankan bahwa apabila harga mengalami pembalikan arah dan menembus level kunci di $4.630, maka kemungkinan penurunan lebih lanjut dapat terjadi dengan target pelemahan menuju area $4.415 per troy ounce. Penembusan level tersebut akan menjadi indikasi awal melemahnya momentum bullish yang selama ini menopang pergerakan emas.

Secara keseluruhan, outlook emas untuk pekan depan masih menunjukkan kecenderungan positif dengan potensi penguatan yang cukup menjanjikan. Dukungan dari faktor safe-haven, pelemahan dolar AS, serta ekspektasi kebijakan moneter yang lebih akomodatif menjadi kombinasi yang memperkuat prospek kenaikan harga. Selama tidak terjadi perubahan signifikan pada kondisi fundamental maupun teknikal, emas diperkirakan tetap berada dalam jalur bullish dengan peluang untuk mencatatkan kenaikan lebih lanjut dalam waktu dekat.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tak Hanya Bangun Jembatan dan Huntara, PTPP Kembali Salurkan 5 Program Strategis untuk Korban Banjir Aceh

27 Februari 2026 - 14:57 WITA

Rekomendasi Event Lari Maraton & Jalan Santai di Hokkaido

27 Februari 2026 - 14:53 WITA

BRI Finance Jaga Momentum Pembiayaan Motor Premium di Tengah Dinamika Pasar

27 Februari 2026 - 14:44 WITA

Antisipasi Lonjakan Mobilitas Periode Libur Idulfitri 1447H/2026, JTT Perkuat Kesiapan Layanan di Ruas Semarang Seksi A,B,C

27 Februari 2026 - 13:57 WITA

Profesional Muda Bangun Layanan Manajemen Hukum dan Pengembangan Bisnis (KAN Strategic) di Batam

27 Februari 2026 - 11:03 WITA

Hollow Galvanis untuk Kanopi & Rangka Baja Ringan: Kuatkah untuk Jangka Panjang?

27 Februari 2026 - 10:55 WITA

Trending di Bisnis