Tahuna, Sulutnews.com – Sebuah langkah penting kembali ditorehkan Politeknik Negeri Nusa Utara (Polnustar). Pada Rabu (17/9/2025), Direktur Polnustar secara resmi menandatangani kontrak Program Hilirisasi Riset Prioritas-Dorongan Teknologi bersama Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) di Jakarta.
Kontrak ini menandai keberhasilan karya riset dosen Polnustar memperoleh dukungan pendanaan nasional. Dua judul penelitian yang lolos untuk tahap uji kelayakan adalah:
1. Inovasi Ikan Pinekuhe Asap Cair, dan
2. Lemari Pengering Produk Hasil Laut (Multi Fungsi) dengan Sistem Aliran Udara Panas Menggunakan Tenaga Surya.
Kedua riset tersebut diketuai oleh Ir. Ely John Karimela, S.Pi., M.Si, IPM. ASEAN ENG, dosen Polnustar yang konsisten mengembangkan teknologi tepat guna berbasis potensi lokal.
Dalam sambutannya, Direktur Polnustar Ferdinand Gansalangi, S.KM., ME., M.Kes menyampaikan rasa syukur dan bangga atas capaian ini.

“Polnustar berkomitmen menghadirkan riset yang tidak hanya berhenti di ruang akademik, tetapi juga benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat. Inovasi ini lahir dari kebutuhan nyata masyarakat pesisir, khususnya di Kepulauan Sangihe,” ujarnya.
Riset Ikan Pinekuhe Asap Cair diharapkan mampu mengangkat produk olahan khas lokal menjadi lebih higienis, ramah lingkungan, dan berdaya saing di pasar yang lebih luas. Sementara itu, lemari pengering hasil laut bertenaga surya diproyeksikan membantu nelayan dan UMKM pesisir mengolah hasil tangkapan secara efisien, hemat energi, dan berkelanjutan.
Ir. Ely John Karimela menegaskan, dukungan pemerintah bukan sekadar pengakuan atas kualitas riset Polnustar, melainkan juga tanggung jawab untuk memastikan hasil penelitian benar-benar diterapkan di lapangan.
“Dalam waktu dekat, Tim Pengkaji dari Universitas Airlangga yang ditugaskan oleh Kemendiktisaintek akan melakukan visitasi kesiapan produk Ikan Pinekuhe Asap Cair. Mereka akan memberi masukan sampai produk ini layak untuk dikomersialkan. Saya ingin hasil riset ini menjadi solusi praktis yang langsung dirasakan masyarakat Sangihe, dan nantinya bisa direplikasi di daerah lain,” jelasnya.
Program Hilirisasi Riset Prioritas-Dorongan Teknologi sendiri digagas Kemendiktisaintek untuk mempercepat pemanfaatan hasil riset perguruan tinggi agar dapat langsung menyentuh dunia industri, masyarakat, serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Dengan keberhasilan ini, Polnustar kembali menegaskan posisinya sebagai kampus vokasi unggulan di wilayah perbatasan. Melalui inovasi berbasis kearifan lokal, Polnustar turut berkontribusi nyata bagi pembangunan nasional sekaligus kesejahteraan masyarakat pesisir. (Andy Gansalangi)





