Tahuna, Sulutnews.com – Tim Kampus Politeknik Negeri Nusa Utara (Polnustar) dalam giat pengabdian masyarakat, memperkenalkan Eco-Lifestyle di SMP 3 Tahuna, Selasa (19/08/2025).
Tim dosen dari Program Studi Keperawatan jurusan kesehatan, diketuai langsung Direktur, Ferdinand Gansalangi, beranggotakan Meityn Disye Kasaluhe, Astri J. Mahihody, Jelita H. Hinonaung, Mareike D. Patras, Agneta S. Lalombo, dan Destu Ayu Hapsari.

Kegiatan yang berlandaskan pada Tri darma perguruan tinggi itu menargetkan pelajar, untuk memperkenalkan gaya hidup sehat, mendorong penerapan gaya hidup ramah lingkungan (eco-lifestyle) di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah, yang di ikuti oleh pelajar di SMP Negeri 3 Tahuna.
Ferdinand Gansalangi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya Polnustar untuk berkontribusi dalam pembangunan masyarakat yang berwawasan lingkungan. “Kami berharap, melalui kegiatan ini siswa dapat menjadi agen perubahan dalam menerapkan gaya hidup ramah lingkungan di lingkungan sekolah dan masyarakat,” ujarnya.

Lanjut ketua tim, ia mengingatkan tentang dampak negatif sampah terhadap lingkungan. Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat mencemari tanah, air, dan udara, serta mengancam ekosistem dan kesehatan manusia. Karena itu, penting bagi kita, terutama generasi muda, untuk menerapkan eco-lifestyle sebagai solusi mengurangi dampak tersebut.
“Dengan menerapkan eco-lifestyle, kita tidak hanya membantu menyelamatkan bumi, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan untuk generasi mendatang,” tambahnya.
Pada kegiatan itu diisi juga dengan edukasi tentang eco-lifestyle oleh Meityn Disye Kasaluhe, ia menjelaskan pentingnya menjaga lingkungan melalui gaya hidup ramah lingkungan. Selain itu, siswa diajak untuk dapat menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) sebagai langkah praktis dalam pengelolaan sampah.

Para siswa diajak untuk mengurangi penggunaan barang sekali pakai, memanfaatkan kembali barang yang masih bisa digunakan, dan mendaur ulang sampah menjadi produk yang bernilai. “Prinsip 3R ini merupakan kunci untuk mengurangi volume sampah yang dihasilkan sehari-hari,” kata Kasaluhe.
Selanjutnya, Astri J. Mahihody dan Agneta S. Lalombo, memandu siswa dalam praktik membuat kerajinan dari bahan daur ulang. Kegiatan ini tidak hanya mengajarkan kreativitas, tetapi juga menanamkan kesadaran akan pentingnya mengurangi sampah dan memanfaatkan barang bekas.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Tahuna, Krisyeviktoria Parera, mengapresiasi inisiatif Kampus Polnustar yang telah mengedukasi siswa tentang pentingnya menjaga lingkungan. “Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal bagi siswa kami untuk menjadi agen perubahan dalam menjaga kelestarian lingkungan,” ucapnya

Pada kesempatan itu juga, Polnustar menyerahkan sejumlah barang, antara lain, Tong Sampah Berwarna untuk memotivasi siswa dalam memilah sampah berdasarkan jenisnya.
Poster Edukasi sebagai media pembelajaran tentang pentingnya menjaga lingkungan, Peralatan Membuat Kerajinan dari bahan daur ulang untuk mengajarkan kreativitas dan pemanfaatan sampah, serta botol minum yang dapat digunakan siswa sebagai upaya mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai.
Tim Pengabdian Masyarakat Polnustar juga memiliki visi kuat yang mendorong mereka untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan serta mendorong terciptanya generasi yang peduli terhadap keberlanjutan alam. (Andy Gansalangi)





