Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Pendidikan · 19 Sep 2025 23:57 WITA ·

Polnustar Dorong Siswa SMA Negeri 3 Tahuna Barat Jadi Generasi Peduli Lingkungan lewat Pelatihan Daur Ulang Sampah


Polnustar Dorong Siswa SMA Negeri 3 Tahuna Barat Jadi Generasi Peduli Lingkungan lewat Pelatihan Daur Ulang Sampah Perbesar

Tahuna, Sulutnews.com – Politeknik Negeri Nusa Utara (Polnustar) terus menunjukkan komitmennya dalam menumbuhkan kesadaran lingkungan bagi generasi muda. Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat berupa Pelatihan Kreatif Daur Ulang Sampah, tim dosen Polnustar hadir di SMA Negeri 3 Tahuna Barat pada Jumat (19/9/2025).

Tim yang diketuai Mareike D. Patras bersama anggota Meityn Disye Kasaluhe, Nansy D. Pangandaheng, Dhito Dwi Pramardika, dan Grace A. Wuaten memberikan edukasi sekaligus keterampilan praktis dalam mengolah sampah menjadi produk bermanfaat.

“Pelatihan ini bagian dari upaya menumbuhkan kesadaran sejak dini tentang masalah lingkungan. Kami ingin siswa tidak hanya tahu teori, tetapi juga bisa mempraktikkan bagaimana sampah dapat didaur ulang menjadi produk yang bermanfaat,” ujar Mareike.

Dalam sesi edukasi, Meityn D. Kasaluhe memperkenalkan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Materi ini mendorong siswa untuk mengurangi produksi sampah, menggunakan kembali barang-barang yang masih layak, serta mendaur ulang sampah menjadi produk baru yang berguna. Penyuluhan berlangsung interaktif sehingga para siswa lebih mudah memahami dan termotivasi untuk menerapkannya dalam keseharian.

Kegiatan berlanjut dengan praktik membuat eco-trap oleh Dhito Dwi Pramardika. Perangkap nyamuk sederhana ini memanfaatkan botol plastik bekas, air, gula, dan ragi untuk menarik nyamuk masuk. Selain mengurangi limbah plastik, inovasi tersebut juga memberi manfaat nyata dalam mencegah penyebaran demam berdarah.

Para siswa terlihat antusias mengikuti praktik tersebut. Mereka bukan hanya belajar memanfaatkan kembali sampah, tetapi juga menyadari bahwa kreativitas sederhana dapat menjawab persoalan lingkungan sekaligus kesehatan.

Mewakili kepala sekolah, Selvi Takumansang menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut. “Ini bukan hanya mengajarkan kepedulian lingkungan, tetapi juga memberi solusi nyata untuk masalah kesehatan. Kami berharap pelatihan ini dapat ditindaklanjuti dengan program rutin di sekolah,” ungkapnya.

Dengan adanya pelatihan ini, Polnustar berharap para siswa SMA Negeri 3 Tahuna Barat mampu menjadi agen perubahan yang menginspirasi lingkungan sekitarnya untuk lebih peduli pada kelestarian alam.

(Andy Gansalangi)

Artikel ini telah dibaca 1,246 kali

Baca Lainnya

Bupati Michael Thungari Tekankan Integritas dan Akuntabilitas Aset dalam Apel Kerja Bersama ASN Sangihe

4 Maret 2026 - 10:14 WITA

DPRD Sulut dan Pemerhati Pendidikan Minta 70-an Plt Kepsek SMA, SMK dan SLB Segera Didevinitifkan, Kadis Dikda Femmy Suluh Sementara Berproses Finalisasi

3 Maret 2026 - 18:35 WITA

Merry Langie Terpilih Sebagai Ketua APTISI Dalam Musprov Sulut Siap Majukan SDM Sulut Kedepan

27 Februari 2026 - 23:12 WITA

Ekonomi Sangihe Alami Kontraksi 7, 39 Persen di Triwulan I 2025

26 Februari 2026 - 12:17 WITA

Kursi Panas Sekda Sangihe: Siapa yang Layak?

26 Februari 2026 - 00:20 WITA

Thungari Perjuangkan Krisis Listrik Dapat 25 Miliar Dari PT PLN

26 Februari 2026 - 00:14 WITA

Trending di Sangihe