Manado,Sulutnews.com – Personel Polresta Manado dan jajaran di-back up Polda Sulawesi Utara (Sulut) mengamankan jalannya aksi unjuk rasa yang digelar oleh aliansi buruh dan mahasiswa di depan kantor DPRD Provinsi Sulut, Kamis (4/9) siang.
Unjuk rasa tersebut berlangsung dengan aman dan tertib. Perwakilan mahasiswa dan Aliansi buruh masing-masing menyampaikan aspirasi mereka di depan DPRD Provinsi Sulut.
Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi Sulut antara lain Kader PDI-P yang menjadi Ketua DPRD Sulut dr Fransiscus Silangen beserta wakil DPRD Sulut dari Partai Demokrat Royke Anter, Kader PKS Amir Liputo dan Louis Carl Schram dari partai Gerindra pun menemui para pengunjuk rasa. Selanjutnya berbagai media yang hadir kemudian mengabadikan moment menengangkan ini karena mereka bersedia duduk bersama di jalan sambil berdialog terbuka terkait aspirasi yang disampaikan.
Ditemui media ini Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Alamsyah Parulian Hasibuan, mengatakan, pengamanan aksi unjuk rasa buruh dan mahasiswa itu dipimpin oleh Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid.
“Pengamanan dilakukan adalah untuk memastikan kegiatan unjuk rasa berjalan dengan aman, tertib, damai, dan kondusif,” kata Kombes Pol Hasibuan.

Kapolda Sulut Irjen (Pol) Roycke Harry Langie melalui Kabid Humas mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menyampaikan pendapat di muka umum dengan tertib sesuai aturan yang berlaku, sehingga tidak menganggu warga yang juga berada di sekitar aksi unjuk rasa tersebut.
“Situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif tetap terjaga di Bumi Nyiur Melambai yang sama-sama kita cintai ini,” tambah Kombes Pol Hasibuan.
Diketahui aksi unjuk rasa gabungan Aliansi buruh dan mahasiswa sudah berlangsung sejak hari Senin 1 September menyusul aksi unjuk rasa di Jakarta belum lama ini. Kombes Pol Hasibuan menjelaskan bahwa aksi di Manado sudah berjalan dengan baik dengan pengamanan oleh jajaran polisi di-back up Polda Sulawesi Utara.
Sementara itu sesuai catatan redaksi suasana menengangkan terjadi di Kota Manado pasca aksi mahasiswa dan buruh di Jakarta pada Jumat 29 Agustus hari sebelumnya yang memicu gelombang unjuk rasa di daerah lainnya termasuk di Manado. Sebagai langkah antisipatif, seluruh institusi pendidikan SD, SMP dan SMA/SMK hingga perguruan tinggi, serentak mengalihkan kegiatan belajar mengajar menjadi daring. Keputusan ini diambil untuk menjaga terjadi gangguan keamanan selama kepada warga selama berlangsungnya unjuk rasa.
Unjuk rasa besar bertajuk “Sulawesi Utara Menggugat” beraksi sejak Senin, 1 September 2025 di Sulawesi Utara. Aksi melibatkan aliansi butuh dan mahasiswa dari berbagai universitas di mulai dari pengemudi ojek online pada pukul 11.00 WITA dengan titik kumpul di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kairagi.
Aksi Unjuk rasa selanjutnya berlangsung di depan Gedung DPRD Sulut, Mako Polda Sulut dan di depan Kantor Gubernur Sulut. Para aksi unjuk rasa diterima oleh Gubernur Mayjen (Purn) Yulius Selvanus,SE bersama Ketua DPRD Sulut dr Fransiscus Silangen, Selasa (2/9).
Gubernur terpilih dalam Pemilu Gubernur 2024 ini menerima pengunjuk rasa sambil berdiri di atas mobil pickup dan berdialog bersama para buruh dan mahasiswa.
Gubernur menyampaikan rasa terima kasih kepada mahasiswa dan buruh yang sebelumnya masing-masing menyampaikan aspirasi mereka dengan tertib.
“Karena aksi kalian ini merupakan bentuk demokrasi di Indonesia yang sama kita tahu sudah berjalan dengan baik,” kata gubernur.
Setiap aspirasi akan menjadi catatan pemerintah daerah dalam rangka pembangunan berkelanjutan. “Tentu tujuannya sudah pasti kita semua harus bisa bekerja bersma-sama mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia, yaitu kemakmuran dan kesejahteraan rakyat,” kata gubernur. (Yayuk)





