Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur – Ancaman yang keluar dari mulut Jodian Suki, Kepala Bidang Sarana Prasarana di Dinas Pertanian Kabupaten Rote Ndao, bahwa ia akan “gebuking wartawan di Facebook” telah terbukti dan menjadi sorotan publik luas. Kasus ini muncul saat wartawan Dance Henukh melakukan konfirmasi terkait pemberian pupuk subsidi bagi Kelompok Tani Kekodale Dusun Fau Barat Desa Oelasin pada hari Selasa, 13 Januari 2026.
Pada saat konfirmasi, Jodian Suki menunjukkan sikap yang dinilai jelas arogan dan mengucapkan dengan suara lantang: “Pak Tulis saya. Saya akan Gebuking pak di Facebook.” Kata-kata ancaman tersebut tidak hanya menyakitkan hati wartawan yang tengah menjalankan tugas profesional, tetapi juga sangat mencoreng nama baik dunia pers.
Wartawan memiliki peran krusial dalam menyampaikan informasi akurat dan transparan kepada masyarakat. Upaya untuk mengkonfirmasi program pemerintah seperti pemberian pupuk subsidi bertujuan memastikan bantuan yang ditujukan bagi masyarakat benar-benar tersalurkan dengan tepat dan adil. Ancaman semacam yang dilakukan Jodian Suki berpotensi menghambat aliran informasi dan merusak prinsip kebebasan pers yang menjadi pijakan demokrasi.
Perlu ditegaskan bahwa setiap bentuk intimidasi dan ancaman terhadap wartawan tidak dapat diterima dan harus mendapatkan tanggapan yang sesuai dari pihak berwenang. Perlindungan terhadap profesi jurnalistik adalah bagian penting dalam menjaga kesehatan demokrasi dan keberlanjutan dunia pers di Indonesia.
Wartawan terkait telah mengajukan permintaan kepada Dewan Pers Indonesia, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Indonesia agar bersikap tegas dalam menyikapi pernyataan arogan dan ancaman dari Jodian Suki.
Reporter : Dance Henukh





