Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Bisnis · 4 Feb 2026 19:06 WITA ·

Perlindungan Perdagangan Proaktif Perkuat Keberlanjutan Bisnis Krakatau Steel di Tengah Banjir Baja Global


Perlindungan Perdagangan Proaktif Perkuat Keberlanjutan Bisnis Krakatau Steel di Tengah Banjir Baja Global Perbesar

Jakarta, 4 Februari 2026. – Lonjakan kelebihan kapasitas baja dunia dan derasnya arus impor ke pasar domestik menegaskan pentingnya penguatan perlindungan perdagangan sebagai instrumen strategis menjaga keberlanjutan industri nasional, termasuk PT Krakatau Steel (Persero) Tbk/Krakatau Steel Group. Tanpa kebijakan yang responsif, tekanan harga dan volume berisiko menekan utilisasi, arus kas, serta ruang investasi sektor baja dalam negeri.

Krakatau Steel
Group melihat efektivitas perlindungan perdagangan bukan hanya soal menjaga
level harga, tetapi menyangkut keberlangsungan kapasitas produksi nasional dan
stabilitas kinerja usaha jangka panjang. Direktur Utama Krakatau Steel Group, Dr.
Akbar Djohan, menegaskan bahwa industri baja nasional membutuhkan sistem
proteksi yang mampu bekerja cepat seiring dinamika tekanan global.

“Pengalaman
negara lain menunjukkan bahwa ketika respons terlambat, biaya pemulihannya jauh
lebih besar. Bagi Krakatau Steel dan industri baja nasional, perlindungan
perdagangan yang kuat adalah fondasi untuk menjaga utilisasi, arus kas sehat,
serta keberlanjutan investasi,” ujar Dr. Akbar Djohan, yang
juga mengemban amanah sebagai Chairman Indonesia Iron & Steel Industry
Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia
(ALFI/ILFA).

Ia
menambahkan bahwa pasar domestik harus dikembangkan sebagai basis pertumbuhan
industri nasional, bukan menjadi tempat limpahan kelebihan kapasitas global.

Tekanan Global Semakin Mengalir
ke Indonesia

Pengamat
Industri Baja dan Pertambangan,
Widodo Setiadharmaji dari Steel & Mining Insight menilai pengalaman Inggris menjadi
pelajaran penting. Industri baja negara tersebut tergerus bertahap akibat impor
murah hingga pemerintah harus turun langsung menyelamatkan pabrik-pabrik
strategis melalui pengambilalihan darurat.

“Reformasi
trade remedies Inggris memindahkan peran negara ke fase awal tekanan pasar,
bukan menunggu industri runtuh lebih dulu,” tulis Widodo.

Kelebihan
kapasitas baja dunia yang melampaui 600 juta ton mendorong ekspor
besar-besaran, khususnya dari Tiongkok yang mencatat rekor 119 juta ton pada
2025. Indonesia menjadi salah satu tujuan utama limpahan surplus tersebut.

Widodo
mencatat impor baja Tiongkok ke Indonesia mendekati 6,4 juta ton pada 2025,
tumbuh sekitar 17 persen yoy, jauh melampaui pertumbuhan permintaan domestik. 

Momentum
Percepatan
Asta Cita 

Adapun penguatan perlindungan perdagangan
sejalan dengan Asta Cita Presiden RI dalam memperkuat industri strategis
nasional dan kemandirian ekonomi. Industri baja menjadi fondasi utama
pembangunan manufaktur dan hilirisasi nasional. 

Widodo
menegaskan, intervensi dini jauh lebih efektif dibanding penyelamatan industri
setelah krisis terjadi. Tanpa sistem proteksi yang adaptif, Indonesia berisiko
mengalami erosi kapasitas industri sebagaimana dialami Inggris.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 932 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sambut Mudik Lebaran 2026, 16 Ribuan Tiket KA Reguler Keberangkatan Daop 4 Semarang Telah Terjual

5 Februari 2026 - 16:26 WITA

BRI Finance Jaga Peran Pembiayaan Multiguna di Tengah Pasar yang Menantang

5 Februari 2026 - 15:23 WITA

Hubungan Krisis Ekonomi, Inflasi, dan Volatilitas Pasar

5 Februari 2026 - 14:57 WITA

Konektivitas Medan Kian Menguat, Penumpang KA Srilelawangsa Tembus 358 Ribu di Januari 2026

5 Februari 2026 - 14:44 WITA

33 Sky Bridge Jadi Destinasi Baru Romantic Dinner dan Iftar Premium di Jakarta

5 Februari 2026 - 14:20 WITA

Transportasi Publik Bukan Lagi Alternatif, Kepastian Rute dan Tarif Jadikan LRT Jabodebek Pilihan Utama

5 Februari 2026 - 14:19 WITA

Trending di Bisnis
error: Content is protected !!