Manado,Sulutnews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Manado berencana menerapkan Program Percepatan Digitalisasi Bantuan Sosial (Bansos) Nasional di tahun 2026, namun belum memastikan kapan waktunya. Program ini diinisiasi oleh Komite Percepatan Transformasi Digital Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Penerapan digitalisasi bansos nasional sudah diterapkan di tiga kota di Indonesia, yaitu Surabaya, Malang, dan Mojokerto. Ketiga kota ini telah dijadikan pilot project digitalisasi perlindungan sosial secara nasional. Sedangkan di tahun ini akan mulai diterapkan di 40 kabupaten kota, termasuk di Kota Manado.
Program ini bertujuan memastikan bantuan sosial bagi masyarakat miskin benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan secara tepat sasaran, selain untuk mendukung program efesinsi anggaran.
“Sebagai salah satu dari 40 daerah yang terpilih secara nasional, tentu saja kita perlu bekerja bersama-sama untuk mewujudkan digitalisasi bansos,” kata Wakil Wali Kota Manado Ricard Sualang usai menghadiri rakor strategis OPD di Ruang Rapat Wali Kota, Jumat (28/2), dikutib dari sumber resmi.
Richard Sualang menjelaskan digitalisasi bansos merupakan program nasional, yaitu proses perubahan pemberian bansos yang semula manual ke digital, maka dari itu pemerintah kini sedang melakukan penguatan dan kegiatan serta pertemuan-pertemuan, misalnya dengan OPD yang menjadi tulang punggung pelaksanaan program nasional tersebut.
Ketiga OPD yang nanti akan bekerja adalah Disdukcapil, Kominfo dan Dinsos. Ketiga OPD ini nantik akan menjadi tulang punggung penyelenggara misalnya ketika memastikan NIK penerima bansos, harus benar-benar valid dan tunggal, khususnya dalam pengajuan Program Keluarga Harapan, tambah Ricard Sualang.(Yayuk)





