Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

News · 10 Mar 2023 10:38 WITA ·

Peduli Nasib Guru, AGIS Minta Gubernur Sulut Pindahkan Pencairan BOSP ke Bank Lain


Foto. DR. Drs. Arnold Poli SH, MPd (Ketua AGIS Sulut). Perbesar

Foto. DR. Drs. Arnold Poli SH, MPd (Ketua AGIS Sulut).

MANADO|SULUTNEWS.COMKETUA Aliansi Guru Indonesia (Agis) Sulut, Drs. Arnold Poli SH, MPd., angkat bicara soal keterlambatan pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah Provinsi (BOSP) yang hampir setiap tahun terus diselimuti dengan Masalah.

’’Sampai – sampai, para kepala sekolah harus berhutang untuk membiayai sekolah nya. 

Menurut DR. Drs. Arnold Poli SH, MPd., diduga pencairan BOSP jadi terhambat karena Bank Sulawesi Utara dan Gorontalo atau “Bank SulutGo” menambah persyaratan Administrasi yang tidak dimintakan oleh Regulasi Kemendikbud.

Maka kalau dugaan ini ternyata benar, maka Agis meminta Pak Gubernur Sulut Olly Dondokambey, SE., agar pencairan BOSP itu dialihkan saja ke Bank lain, Misalkan ke BRI, BNI dan  Bank lainnya,’’ ujar DR. Drs. Arnold Poli SH, MPd, kepada Sulutnews.com Jumat (10/3/2023).

Lanjutnya, karena keterlambatan pencairan dana BOSP ini serta merta akan mengganggu proses pelaksanaan pendidikan di sekolah, hal ini karena seluruh sekolah masih bergantung pada dana BOSP. 

’’Apa lagi kita ketahui bersama, Sekolah masih dilarang berkreasi mencari dana tambahan via Komite yang dianggap alergi. Hal ini berbeda dengan Sekolah swasta yang masih boleh bernafas, tapi bagaimana dengan nasib sekolah Negeri kita,’’ tuturnya.

Kalau memang ini sudah diatur dalam “Regulasi” Pemanfaatan Dana BOS itu harus dipatuhi, ’’tapi seandainya regulasi ini dibuat hanya menambah birokrasi pencairan dana BOSP tidak sesuai dengan peraturan lebih tinggi seperti SK Mendikbud dan setingkatnya, maka ini adalah suatu kesalahan fatal dan tidak menunjang Program Presiden Joko Widodo, di mana pelayan saat ini harus  prima tanpa berbelit-belit, maka Agis akan terus monitor kebijakan tersebut.’’ tegas Mantan Sekretaris Daerah Kota (Sekdakot) Tomohon yang dikenal sangat peduli dengan nasib para guru di Sulut.

“Apalagi Guru honorarium hanya berharap gaji dari dana BOSP, jadi mungkin mereka belum menerima  honor selama 2 bulan, kasihan kan, pasalnya untuk memenuhi kebutuhan keluarga mereka masih sangat terbatas,’’ timpalnya.

(**/arp)

Artikel ini telah dibaca 438 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Selamat Hari Raya Nyepi dari Julie Sutrisno Laiskodat, B.B.A

19 Maret 2026 - 20:10 WITA

Anggota DPR RI Julie Sutrisno Laiskodat Melakukan Penyerahan Bantuan Sembako Kepada Umat Muslim Di Kabupaten Sika

19 Maret 2026 - 19:58 WITA

Merson Calon Ketua PWI Sulut Bergelar Doktor dan Lulusan Lemhanas

19 Maret 2026 - 17:41 WITA

Glady Bersih Tes Kemampuan Akademik (TKA) Siswa Jenjang SMP Di Manado Digelar Bertahap

18 Maret 2026 - 21:19 WITA

Plt Sekprov Sulut Denny Mangala: Selama Liburan Idul Fitry 1447 H dan Hari Raya Nyepi Pelayanan Publik Milik Pemda Sulut Seperti RSUD Terbuka 24 Jam

18 Maret 2026 - 17:36 WITA

Penipuan Data; Kepala Dinas dan Staf Dinas Sosial Rote Ndao Diduga Sementara Mena Ganti Nama Penerima PKH dan Sembako dengan Keluarga Staf Sendiri

18 Maret 2026 - 08:30 WITA

Trending di Ekonomi