Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Bengkulu Selatan · 23 Sep 2025 16:42 WITA ·

Oknum PPPK Dikbud Bengkulu Selatan Merangkap Menjadi Ketua BPD Padang Nibung Diminta Ketegasan Para Pihak


Oknum PPPK Dikbud Bengkulu Selatan Merangkap Menjadi Ketua BPD Padang Nibung Diminta Ketegasan Para Pihak Perbesar

Sulutnews.com Bengkulu Selatan – Ketua BPD dilarang rangkap jabatan sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) karena bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, seperti PP Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK dan UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, yang melarang rangkap jabatan untuk menghindari konflik kepentingan dan memastikan profesionalisme. Individu yang terlanjur menjabat akan diminta memilih salah satu jabatan dan dapat dikenakan sanksi administratif atau pemberhentian jika tidak mematuhi aturan ini.

Pasal 29 dan Pasal 51 melarang Kepala Desa dan Perangkat Desa merangkap jabatan, termasuk sebagai Ketua BPD, anggota DPR, DPD, DPRD, serta jabatan lain yang diatur peraturan perundang-undangan.

Ketentuan ini menegaskan bahwa PPPK tidak boleh menjabat sebagai Ketua BPD untuk menghindari konflik kepentingan dan menjaga profesionalisme.

PPPK yang terlanjur menjadi anggota atau Ketua BPD akan diarahkan untuk memilih salah satu jabatan untuk ditekuni.

Rangkap jabatan dapat menimbulkan potensi konflik kepentingan, di mana individu bisa memprioritaskan kepentingannya sendiri daripada kepentingan masyarakat.

ketua dan Anggota BPD yang telah lulus P3K seharusnya bisa memilih salah satu bidang profesi yang di tekuninya agar tidak mengganggu konsentrasi kerja, dan juga akan menerima gaji double dari sumber keuangan yang sama yakni APBD.

Larangan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) merangkap jabatan sebagai Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) diatur dalam surat edaran resmi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan dikonfirmasi oleh berbagai peraturan daerah dan surat edaran kepala daerah setempat, yang bertujuan menjaga netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) serta menghindari benturan kepentingan.

Aturan utama yang melarang perangkapan jabatan bagi ASN/PPPK dengan jabatan politik seperti BPD adalah Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dan peraturan pelaksanaannya, seperti Permendagri Nomor 110 Tahun 2016 tentang BPD.

PPPK yang tetap mencalonkan diri atau menjabat sebagai anggota BPD tanpa proses pengunduran diri dari status PPPK akan dianggap mengakhiri perjanjian kerja dan akan diberhentikan secara tidak hormat.

seorang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang tidak mundur dari jabatannya sebagai Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dapat dikenakan sanksi karena PPPK tidak diperkenankan merangkap jabatan sebagai aparatur negara dan anggota BPD.

Sanksi yang diberikan kemungkinan berupa tindakan disipliner yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku untuk ASN, termasuk PPPK, dan peraturan mengenai BPD, yang pada akhirnya dapat menyebabkan pemberhentian dari salah satu jabatan tersebut.

Pajri selaku kepala sekolah tempat P3K bertugas yang diketahui juga ketua BPD di salah satu desa menyatakan bahwa dirinya akan koordinasi dulu ke pihak terkait secepatnya.

Pajri juga menyatakan bahwa dirinya memang sudah mengetahui hal itu, namun setiap P3K yang bersangkutan ada musyawarah di desa beliau izin atau Pamit di sekolah, tuturnya.

Terpisah kepala desa tempat oknum P3K juga sebagai ketua BPD saat di konfirmasi di kantor desa menjelaskan bahwa dirinya tidak mengetahui apakah hal itu boleh atau tidak yang jelas ketua BPD yang bersangkutan hampir di setiap musyawarah hadir mengikuti musyawarah.

Dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten Bengkulu Selatan dalam hal ini Kabid SD zero menyatakan bahwa hal itu tidak bisa semasa sumber penggajiannya berasal dari sumber yang sama. (JN)

 

Artikel ini telah dibaca 1,611 kali

Baca Lainnya

Perlu Diaudit Realisasi Dana Desanya! Diduga Sekdes Dan Kepala Desa Padang Nibung Otak Dari Semua Amburadulnya Anggaran Dana Desa

26 Februari 2026 - 12:37 WITA

Diduga Salah Menjalankan Wewenang Sekdes Padang Nibung Dinilai Kerjasama Dengan Kepala Desa Mempertopengkan Bendahara

25 Februari 2026 - 11:33 WITA

Ada Apa Kepala Desa Padang Nibung Dengan Sekdes Diduga Bendahara Hanya Topeng

24 Februari 2026 - 21:39 WITA

Ada Apa Sekdes Padang Nibung Sebut Dana Desa Dicairkan 40/60% Sementara BPKAD Menyatakan 60/40%

24 Februari 2026 - 21:15 WITA

Bupati Bengkulu Selatan Didampingi Kadis Perkim Lakukan Kunjungan Dengan Dirjen Perumahan Dan Pemukiman

24 Februari 2026 - 20:25 WITA

Dinilai Laporan Fiktif Pemerintah Desa Padang Nibung Laporkan 100% Realisasi Dana Desa Sekdes Akui Adanya Kegiatan Yang Belum Direalisasikan

24 Februari 2026 - 19:30 WITA

Trending di Bengkulu Selatan