Sulutnews.com Bengkulu Selatan – dinas pertanian kabupaten Bengkulu Selatan melalui bidang sarpras, merealisasikan kegiatan bagi beberapa kelompok tani yakni untuk pembangunan Siring cacing yang bertujuan untuk memperlancar pengairan ke sawah masyarakat, kelompok yang mendapatkan bantuan pembangunan Siring ini ditentukan sesuai profosal yang masuk ke dinas pertanian Bengkulu Selatan yang di buat oleh kelompok tani yang bersangkutan.
Namun hal yang mengejutkan di ceritakan oleh beberapa ketua kelompok yang mendapat bantuan pembangunan Siring ini, yang mana namanya enggan di sebut dalam pemberitaan menyatakan bahwa mereka sangat ragu dalam melaksanakan kegiatan tersebut, hal itu di karenakan besarnya potongan oleh oknum dinas pertanian dari anggaran yang di terima oleh kelompok tani penerima bantuan pembangunan Siring tahun anggaran 2025.
“Kami sebenarnya melaksanakan kegiatan ini ragu ragu, karena takut dananya kurang soalnya dana ini di lakukan pemotongan oleh pihak dinas pertanian kabupaten Bengkulu Selatan” ujar salah satu ketua kelompok penerima.
Menyikapi hal ini Arif selaku penggiat aktif di kabupaten Bengkulu Selatan menyayangkan tindakan oknum dinas pertanian kabupaten Bengkulu selatan, “bantuan pembangunan Siring ini pemerintah kucurkan untuk meningkatkan pertanian di tengah masyarakat. Hendaknya pihak pertanian sebagai dinas terkait mendukung program pemerintah ini bukan malah menyempatkan kesempatan untuk mencari untung pada kegiatan tersebut, sebab apabila dilakukan hal itu maka kelompok akan kewalahan dalam melaksanakan kegiatan dan pihak dinas pertanian juga selaku dinas yang membidangi diduga tidak akan melakukan pengawasan yang serius terhadap proses pembangunannya, hal itu di karenakan potongan yang di lakukan sesuai pengakuan salah satu ketua kelompok penerima.
Lanjut Arif, atas adanya kejadian itu kita selaku penggiat di kabupaten Bengkulu Selatan yang juga asli putra Bengkulu Selatan yang peduli dengan daerah ini akan melakukan kontrol dan melengkapi data terkait pembangunan Siring tersebut.
Tujuan kita melakukan kontrol dengan kegiatan ini diduga kuat hasil kegiatan ini tidak sesuai dengan spesifikasi yang ada atas potongan anggaran yang di terima oleh kelompok tani yang di lakukan oleh oknum dinas pertanian kabupaten Bengkulu Selatan, ujarnya lagi.
Dengan adanya informasi pemotongan yang diduga kuat dilakukan oleh oknum dinas pertanian, setelah kita melengkapi hasil dari pembangunan ini nanti, kita pastikan program ini akan kita laporkan dengan pihak terkait karena sebelum kegiatan berjalan anggaran sudah berkurang. Di duga kuat kelompok penerima akan menggantikan jumlah yang di potong dengan mengurangi fisik dari ketentuan yang ada, tegas Arif.
Hingga berita ini di terbitkan konfirmasi dengan pihak terkait belum mendapatkan tanggapan. (JN)







