MANADO,Sulutnews.com – Merasa kuatir akan keberadaan keluarga mereka yang nasibnya terancam karena dituduh menjadi tenaga kerja ilegal di Vietnam, orang tua dan istri dari pekerja mendatangi Kantor DPRD. Mereka meminta Anggota Legislatif dapat mendengar aspirasi mereka agar Anggota DPRD Sulut dapat memfasilitasi pemulangan keluarga mereka yang saat ini, keberadaan mereka terancam. Saat pertemuan bersama Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sulut Louis Carl Schramm juru bicara warga Chirstie Saerang menceritakan keberadaan warga Sulut sangat menghawatirkan karena mereka mendapatkan perlakuan yang tidak seharusnya.

Ketua Fraksi Gerindra Louis Chramm didampingi Sekwan saat menerima Keluarga Korban
” Saat dikonfirmasi, mereka (pekerja asal Sulut) tidak berada di dalam KBRI tetapi diluar dan terkesan pihak KBRI lepas tanggungjawab, sehingga kami mohon DPRD Provinsi dapat melakukan upaya agar mereka bisa dipulangkan,” ungkap Christie yang juga sebagai relawan kemanusiaan di Kamboja.

Keluarga korban
Juga Christie menjelaskan, yang juga menjadi persoalan saat ini dari total 34 pekerja mereka sangat kesulitan karena alat komunikasi mereka semua tidak bisa dihubungi, juga sampai menunggu proses pemulangan mereka juga menghadapi masalah pembayaran over day sementara mereka tidak lagi memiliki penghasilan karena ditahan.” Pihak KBRI di Vietnam justru seperti tidak peduli dengan nasib mereka karena status WNI adalah pekerja ilegal, ini perlu ada upaya untuk memulangkan mereka karena keluarga di Indonesia sangat berharap mereka dapat kembali dalam keadaan selamat,” tutur Christie saat berada di kantor DPRD Sulut. Senin (17/3/2025)Sementara itu Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Sulut yang langsung menerima keluarga pekerja mengatakan keprihatinannya dengan nasib pekerja asal Sulut yang kena tipu, dan menjanjikan akan melakukan upaya agar warga Sulut ini bisa dipulangkan dengan selamat.” Apa yang sudah disampaikan akan kami teruskan ke Kemenlu dan juga Kementrian BP2MI untuk mendesak agar warga kita dapat segera dipulangkan,” kata Louis sambil memberi pesan dengan pengalaman ini agar jangan muda tergiur bekerja ke luar negri degan iming iming gaji besar, namun tanpa ada surat jelas, karena ternyata setelah berada di Vietnam atau kamboja justru ditipu. (Josh tinungki)






