Manado, Sulutnews.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof Dr Abdul Mu’ti mengatakan , Aratur Sipil Negara (ASN) Pendidikan memiliki peran penting dalam memastikan layanan pendidikan bermutu untuk hadir hingga pelosok negeri.
Hal tersebut dikatakan Mendikdasmen Abdul Mu’ti saat memberikan pembinaan dan arahan kepada pegawai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikdasmen se-Sulawesi Utara, dengan penekanan pada profesionalisme, budaya kerja inovatif, dan komitmen pelayanan publik yang prima.
Hadir ASN dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Guru (BGTK) dan Balai Bahasa Sulut, arahan Mendikdasmen dilakukan Kamis (25/9) pekan lalu disaat Mendikdasmen menghadiri Rakor UPT Ditjen PAUD dan Dikdasmen Se- Indonesia yang berakhir Sabtu pekan lalu. Hadir juga Wakil Gubernur Dr Viktor Mailangkay SH.MH
Dalam arahannya Mendikdasmen menekankan pentingnya profesionalisme, inovasi, dan kolaborasi lintas unit. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan kebijakan, tetapi juga oleh budaya kerja ASN yang responsif, akuntabel, melayani, aktif, dan harmonis (RAMAH)” Ini
Menurut Abdul Mu’ti kemitraan antara pemerintah Pusat, Provinsi, serta Kabupaten/Kota adalah kunci keberhasilan kita dalam membangun generasi emas Indonesia 2045.
Karena itu, Mentri minta mari kita bangun budaya kerja yang profesional, inovatif, dan melayani agar pendidikan bermutu benar-benar dirasakan oleh semua anak bangsa, di mana pun mereka berada,” ujar Abdul Mu’ti.
Ia menambahkan, “Pendidikan bermutu untuk semua bukan hanya slogan, melainkan tanggung jawab kita bersama. Anak-anak di daerah Terdepan Terluar , dan Tertingal atau wilayah (3T) harus mendapat layanan yang sama dengan anak-anak di kota besar. Karena itu, saya mengajak seluruh ASN pendidikan di Sulut bekerja dengan hati, melayani sepenuh hati, dan menjadikan setiap tantangan sebagai peluang untuk berinovasi.”
Abdul Mu’ti menyampaikan tiga program prioritas pendidikan yang menjadi arahan Presiden, yaitu revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi sekolah, serta program makan bergizi gratis bagi peserta didik. Selain itu, pemerintah juga memperluas akses PPG dan beasiswa guru untuk memastikan 93% guru tersertifikasi pada tahun 2027.
Sementara itu Wakil Gubernur Sulut Dr Victor Mailangkay, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan Rakor UPT Kemendikdasmen di Kota Manado.
“Atas nama Gubernur dan masyarakat Sulawesi Utara, kami menyampaikan terima kasih karena Sulut dipercaya menjadi tuan rumah pertemuan nasional ini. Semoga selain mengikuti kegiatan resmi, para peserta juga dapat menikmati wisata budaya, alam, dan keramahtamahan masyarakat kami. Sulawesi Utara dikenal sebagai daerah yang rukun dan toleran, semoga kegiatan ini semakin memperkokoh toleransi serta mempercepat peningkatan mutu pendidikan dasar dan menengah,” ujarnya.

Foto – Mendikdasmen Prof Dr Abdul Mu’ti (tengah) dan Gubernur Sulut Yulius Selvanus SE Saat Acara Rakor UPT PAUD Dikdasmen se- Indonesia
Wagub juga menegaskan kesiapan daerah mendukung kebijakan pusat. “Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara siap bersinergi dengan pemerintah pusat untuk menyukseskan program revitalisasi sekolah, digitalisasi pendidikan, dan makan bergizi gratis. Dukungan ini penting agar manfaat program benar-benar dirasakan oleh masyarakat, khususnya anak-anak di daerah kami yang menjadi generasi penerus bangsa,” tambahnya.
Dengan sinergi pemerintah pusat dan daerah, kegiatan ini diharapkan memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan layanan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan merata bagi seluruh anak Indonesia.
Sukses Rakor UPT
Sementara itu Kepala BPMP Sulut Febry Dien ST kepada Jurnalis Sumikolah Sulut Senin (29/9) selaku tuan rumah menyatakan sukses pelaksanaan Rakor UPT PAUD Dikdasmen Kamis (25/9) hinga (27/9) yang dihadiri Mendikdasmen dan Gubernur Sulut Yulius Selvanus dan 200 lebih Kepala BPMP dan BGTK dan Balai Bahasa dan Dinas Provinsi dan Kabupaten serta Kota.
Menurut Febry Dien dalam Rakor telah dibahas program prioritas Revitalisasi sekolah Digitalisasi dan Kesejahtraan dan Kompetensi Guru serta Tes Kemampuan Akademik ( TKA) Siswa SMA dan SMK yang natas pendaftaran 5 Oktober.
Febry Dien mengatakan untuk program Revitalisasi 249 sekolah PAUD, SD, SMP dan SMA serta SMK dan SLB di Sulut sudah ada sekitar 194 Sekolah sudah cair dana 70 persen. Dana Revitalisasi di Sulut sekitar Rp 225 miliar.

Foto – Kepala BPMP Sulut Febry Dien ST.M.Inf.TecH ( MAN)
Febry mengatakan program ini harus diawasi ketat agar cepat selesai dan tidak korupsi. Rakor juga membahas program Digitalisasi pemberian peralatan Smartform ke .3.564 titik lokasi sekolah. Program ini untuk membantu kelancaran proses belajar.
Untuk kompetensi guru dan kesejahtraan juga menjadi prioritas untuk diperhatikan. Untuk TKA di Sulut sudah sekitar 50 persen siswa yang mendaftar dan batas waktu pada 5 Oktober 2025. Dan pelaksanaan 1 hinga 9 November 2025.
TKA harus kita ikuti semua karena penting untuk menguji kemampuan siswa. Terkait program Makan Bergisi Gratis ( MBG) Febry mengatakan, Kemedikdasmen yakni sekolah yaitu siswa itu sebagai penerima saja. Namun kami bantu awasi. Mengenai suksesnya Rakor di Sulut itu karena dukungan semua pihak. (Fanny)





