Manado, Sulutnews.com – Mendagri Tito Karnavian mengatakan, dana Pemerintah Daerah (Pemda) yang disimpan di Bank hinga Oktober 2025 hanya Rp 215 triliun.
Sementara Rp 233 Triliun yang disampaikan Menteri Keuangan dan ramai banyak diberitakan itu data bulan Agustus.
“Jadi kami sudah kirim dua Dirjen untuk cek ke Bank Indonesia baru baru ternyata hanya Rp 215 miliar. ” kata Mendagri Tito Karnavian kepada wartawan Kamis (24/10) di Kawasan Mega Mas Manado usai Menyerahkan dua Kapal Ambulance untuk Kabupaten Talaud dan Sangjhe yang diberiksn Pengurua BAZNAS Pusat.
Mendagri Tito yang didampingi Gubernur Sulut Yulius Silvanus SE dan Forkopinda Sulut dan Bupati Talaud serta Sangjhe mengatakan, kita tidak salahkan Menteri Keuangan dan Bank Indonesia. Ini hanya masalah kesalahan mendata saja. Menurut Mendagri sejak Agustus hinga hinga Oktober sudah sekitar Rp 18 triliun yang diblanjakan sekitat 552 Kabupaten dan Kota serta 38 Provinsi seluruh Indonesia.” Jadi hanya Rp 215 triliun saja, kata Mendagri
Bahkan ada kesalahan data juga untuk Kabupaten Talaud yang berrdar Pemda Kabupaten Talaud ada simpan di Bank Rp 2,6 triliun. Setelah dicek di Bank Indonesia hanya Rp 62 miliar. Ini juga karena kesalahan pencatatan.
” Jadi pak Bupati Talaud Welly Tita yang hadir harus sampaikan ke masyarakat Talaud supaya selesai masalah ini” kata Mendagri. Ada juga di Kota Banjar di Kalimantan Selatan yang tercatat ada Rp 5 triliun lebih dana di Bank. Ternyata setelah dicek bukan Rp 5 triliun.” Jadi ini hanya kesalahan mencatat saja” kata Mendagri.
Dengan adanya klarifikasi ke Bank Indonesia maka masalah dana di Bank Indonesia sudah tidak ada masalah. Menurut Mendagri dari 552 Kabupaten dan Kota serta Provinsi yang paling banyak menyimpan dana di Bank DKI Jakarta sekitar Rp 14 triliun , Jawa Timur Rp 6 triliun sementara Jawa Barat hanya Rp 2 triliun lebih.
Dalam bagian lain Mendagri minta Pemda termasuk di Sulut untuk terus bekerja agar pryerapan angaran meningkat. Daerah daerah harus lakukan kegiatan agar dana yang sudah tertata segera dimanfaatkan.
Potensi Wisata
Mendagri juga mengatakan Provinsi Sulut masuk daerah destinasi wisata ungulan di Likupang selain Danao Toba, Mandalika, Borobudur , Labuan Bajo . Gubernur dan jajarannya diharapkan segera membangun kawasan wisata Likupang karena sangat potensial selain potensi perikanan dan lainnya.
Pariwisata bisa meningkatkan kesejahtraan rakyat dan pendapatan daerah. Seperti di Kabupaten Badung Provinsi Bali Pandapatan Asli Daerah ( PAD) hinga Rp 10 triliun sehinga dana transfer dari pusat tingal sedikit. Tito mengatakan saat masih Kapolri tahun 2017 ada lomba renang Internasional ada ribuan penyelam ikut dari berbagai negara karena sangat cocok dan indah bersih pantainya dan .” Ini harus dibangun pariwisata laut” katanya.
Bupati Talaud
Sementara itu Bupati Talaud Welly Tita kepada wartawan mengatakan, dana yang ada di Bank tingal Rp 52 miliar karena sudah ada belanja. Mengenai keterangan Mendagri itu betul Rp 62 miliar. Dan hari ini Kamus 23 Oktober 2025 tingal Rp 52 miliar karena ada belanja. Awalnya kami kaget ada Rp 6, 2 triliun. Karena itu pihaknya cek tidak begitu. Penjelasan Mendagri hanya Rp 62 miliar itu betut.
Masyarakat Talaud harus mengerti bahwa tingal Rp 52 miliar karena sudah ada belanja .” Jadi tidak ada masalah lagi terkait dana di Bank” kata Bupati Talaud Welly Tita.(fanny)







