
Sulutnews Bolmong. Pj Bupati Bolaang Mongondow Dr.Ir. Limi Mokodompit, MM. Menjadi Inspektur Upacara Dalam Rangka Memperingati Hari Kebangkitan Nasional Ke -166 Tahun 2024 Bersama dengan Apel Korpri Aparatur Sipil Negara Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bolmong Pada Hari Senin 20/05/2024.Bertempat Di Lapangan Upacara Kantor Bupati Bolaang Mongondow. Yang Hadir Pada upacara Hari Kebangkitan Nasional, Ketua DPRD Kabupaten Bolmong Welti Komaling, SE. MM. Forum Kordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Bolmong, Kapolres Bolmong, Dandim 1303 BM, Kejari Kotamobagu, Ketua Pengadilan Negeri Kotamobagu, Ketua Tim Pengerak PKK Kabupaten Bolmong, Ny Iryanti Suleha Mokodompit Uswanas S.Sos,Para Asisten, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Dan Para sangadi Se Bolmong Raya.

Dalam Sambutan Bupati Menyampaikan, Puji Syukur Kita Panjatkan Kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, Atas Limpahan Berkah, Rahmat Dan Karunianya, Syukur Alhamdulilah Di Pagi Hari ini, Kita Semua Masih Di Perkenankan Melaksanakan Upacara Memperingati Hari Kebangkitan Nasional Ke – 166 Tahun 2024. Sehubungan Dengan Upacara Memperingati Hari Kebangkitan Nasional Ke – 166 Tahun 2024 Pada Pagi Hari ini, Saya Akan Membacakan Sambutan Materi Komunikasi Dan Informatika Republik Indonesia, Dalam Peringatan Ke – 166 Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2024.Hari – Hari ini Kita Di Hadapkan Pada Suatu Realitas Yang Terpampang Terang, Yakni Kemajuan Teknologi Yang Melesat Cepat, Kita Telah Memilih Bukan Hanya Ikut Serta,Tetapi Lebih Dari Pada Itu, Menjadi Pemain Penting Agar Dapat Menggapai Dunia. Hari – Hari ini Hingga Dua Dekade Ke Depan, Merupakan Momen Krusial Yang Akan Sangat Menentukan Langkah Kita Dalam Mewujudkan Itu Semua. Refleksi Atas Pilihan Tersebut Bisa Kita Rujuk Dengan “Berkunjung Kembali” Kepada Gagasan Awal Menjadikan Dan Membentuk Indonesia, Bagaimana Sejarah Telah Membentuk Kebangsaan Kita, Sejarah Di Perlukan Bukan Karena Sensasi Politiknya, Juga Bukan Sebagai Sumber Keteladanan Nilai Semata – mata. Tetapi Pada Percakapan Terus Menerus Tentang Kemajuan, Kemanusiaan Dan Kesejahteraan, Keteladanan Tidak Harus Diikatkan Pada Masa Lalu, Namun Dapat Dikaitkan Dengan Masa Depan, Yaitu Pada Ide – Ide Yang Membuka Ruang Imajinasi Peradaban. Lebih Dari Seabad Lalu, Tepatnya Pada 20 Mei 1908,Lahir Organisasi Budi Utomo, Yang Di Masi Itu Telah Menumbuhkan Bibit Bagi Cita – Cita Mewujudkan Kemerdekaan Indonesia, Hari Berdirinya Budi Utomo, inilah Kelak Menjadi Simbol Dari Hari Kebangkitan Nasional Yang Kita Rayakan Hari ini. Organisasi Budi Utomo Bermulah Dari Sejumlah Dokter Dan Calon Doktor Di Batavia, Yang Berkumpul Mendirikan Suatu Organisasi Modern, Dimana Banyak Orang Menaruh Harapan Pada Organisasi ini, Dan Menganggapnya Sebagai Motor Pengerak Gerakan Kemerdekaan Di Tanah Hindia Belanda. Bahkan Van Deventer, Seorang Tokoh Politik Etis Belanda, Menyatakan, ‘Sesuatu Yang Ajaib Sedang Terjadi, Insulinde Molek Yang Sedang Tidur, Sudah Terbangun’.

Budi Utomo Menjadi Awal Mula Tempat Orang Belajar Dan Berdebat Tentang Banyak Hal, Seperti Pentingnya Pendidikan Barat Bagi Rakyat Hindia Belanda, Serta Penyebaran Pendidikan Bagi Seluruh Lapisan Masyarakat Tanpa Memandang Priayi Atau Bukan. Dari Sana Timbul Pula Pemikiran Tentang Pentingnya Memperluas Keanggotaan, Yang Mencakup Seluruh Rakyat Hindia Belanda. Apa Yang Telah Di Rintis Budi Utomo Di Lanjutkan Oleh Banyak Organisasi Lain Yang Muncul Belakangan, Nasionalisme Jawa Khas Budi Utomo Di Perluas Menjadi Nasionalisme, Yang Mencakup Keseluruhan Orang – Orang Hindia Belanda. Pendidikan Yang Hanya Di Tujukan Pada Priyayi Jawa Di Perluas Menjadi Pendidikan Untuk Seluruh Rakyat Bumi Putera, Perjuangan Memajukan Kebudayaan Jawa Di Perluas Menjadi Perjuangan Politik Mengusir Penjajahan Belanda, Perluasan Dari Cita -Cita Yang Telah Di Tumbuhkan Oleh Budi Utomo, berpusat Titik Puncaknya Pada Proklamasi Kemerdekaan . Sebelum Budi Utomo Adalah Kartini, Perempuan Dari Kota Kecil Jepara, Kebebasan, Kesetaraan, Keadilan, Persaudaraan, Dan Kemajuan, Melalalu Tulisan – Tulisanya Yang Tersiar Ke Penjuru Dunia, Dialah Yang Mengodok Aspir (Syil).





