Bolmong Utara, Sulutnews.com – Ketua Utama Alkhairaat Habib Sayid Alwi bin Saggaf Alwi Aljufri mengatakan bahwa, pelaksanaan Haul Habib Idrus bin Salim Aljufri ke 58 tahun 2026, adalah Haul Akbar yang dilaksanakan oleh Pengurus Besar Alkhairaat, dan menginginkan agar secara bersama menyukseskan kegiatan ini berjalan dengan baik dan lancar. Senin (30/03/2026).
“Kegiatan Haul Guru Tua ini milik kita bersama dan secara bersama, seluruh elemen terlibat dalam pelaksanaan ini, tidak hanya internal PB Alkhairaat dan Abna saja, namun masyarakat juga terlibat sehingga auranya lebih besar lagi,” kata Habib Alwi.
Rangkaian kegiatan Haul Guru Tua ke-58 tahun 2026 resmi dimulai dan akan berlangsung selama beberapa hari, terhitung sejak 28 Maret hingga puncaknya pada 1 April 2026 di Kota Palu.
Festival Raudhah akan berlangsung hingga 30 Maret dengan menghadirkan seni budaya Islam, pameran UMKM, pameran sejarah, serta hasil pembangunan.
Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk-produk unggulan kepada pengunjung yang datang dari berbagai daerah.
Selanjutnya, pada 31 Maret akan digelar kegiatan Rauhah di Masjid Alkhairaat, yang diisi dengan pembacaan kitab, doa tahlil, maulid, dzikir, serta arahan Ketua Utama Alkhairaat.
Puncak peringatan haul dijadwalkan berlangsung pada 1 April 2026 di Alun-alun Alkhairaat mulai pukul 07.00 WITA, dengan rangkaian pembacaan Yasin dan tahlil, manaqib Guru Tua, testimoni, ceramah haul, hingga amanah Ketua Utama.
Alkhairaat adalah organisasi pendidikan dan dakwah Islam terbesar di Indonesia Timur yang didirikan oleh Habib Idrus bin Salim Al-Jufri (“Guru Tua”) pada tahun 1930 di Palu, Sulawesi Tengah.
Senada dengan itu Ketua Umum PB Alkhairaat Habib Mohsen Alaydrus bahwa, Haul Akbar Guru Tua ke 58 dilakukan secara baik tersistem dan harus terorganisasi.
“Seperti yang disampaikan Ketua Utama bahwa tahun ini adalah Haul Akbar, yang tentunya semua kepanitiaan memiliki tanggung jawab bersama mensosialisasikan ke masyarakat,” harapnya.
Berbasis Ahlussunnah Wal Jamaah, lembaga ini fokus pada pendidikan, sosial, dan dakwah, serta berperan krusial dalam perjuangan kemerdekaan, mencerdaskan bangsa, dan menyebarkan Islam.
Lintasan penting sejarah Alkhairaat:
* Pendirian: Dimulai dengan pendirian madrasah di Palu oleh Habib Idrus bin Salim Al-Jufri, seorang ulama kharismatik keturunan Yaman, yang akrab disapa Guru Tua. Nama Alkhairaat diambil dari ayat Al-Qur’an (fastabiqul khairat) yang berarti berlomba-lomba dalam kebaikan.
* Perkembangan: Yayasan Pendidikan Alkhairaat resmi didirikan pada tahun 1958, dan kini telah berkembang pesat dengan ribuan madrasah (TK hingga Perguruan Tinggi), puluhan pondok pesantren, dan panti asuhan yang tersebar di wilayah Indonesia Timur.
* Peran Masa Penjajahan: Melalui pendidikan, Guru Tua dan Alkhairaat menanamkan semangat nasionalisme, serta mengonsolidasi tokoh-tokoh lokal untuk setia kepada NKRI.
* Tokoh Pendiri: Habib Idrus bin Salim Al-Jufri wafat pada tahun 1969 dan makamnya kini menjadi pusat ziarah di kompleks Masjid Al-Khairaat, Palu.
* Struktur: Organisasi ini dipimpin oleh seorang Ketua Utama dan kini mengelola Universitas Alkhairaat(Unisa) serta berbagai lembaga sosial.
Alkhairaat kini dikenal sebagai organisasi moderat yang konsisten mencerdaskan generasi muda melalui pendidikan Islam.
Dalam perjalanannya telah banyak mencetak dan menghasilkan kader-kader dalam berbagai disiplin keilmuan. Di antara mereka telah menjadi pemimpin di segala bidang.
Guru tua tokoh moderat. Moderasi beragama telah dilakukan Habib Idrus sejak pertama kali membangun Alkhairaat.
Menurut Ketua Komwil (Komisaris Wilayah) Alkhairaat BMR (Bolaang Mongondow Raya) Bupati Bolmong Utara Dr. Sirajudin Lasena, SE, MEc.Dev, di Sulawesi Utara, banyak madrasah – madrasah Alkhairaat yang bertebaran di wilayah itu di semua jenjang pendidikan dan hubungan ulama Alkhairaat dengan pemerintah juga sangat baik.

Ketua Komwil (Komisaris Wilayah) Alkhairaat BMR (Bolaang Mongondow Raya) Bupati Bolmong Utara Dr. Sirajudin Lasena, SE, MEc.Dev.
Sejak awal mendirikan madrasah Alkhairaat, Guru Tua telah menggunakan saudara nonmuslim sebagai tenaga pendidik.
“Hingga saat ini, ada banyak satuan pendidikan Alkhairaat menggunakan saudara kita nonmuslim sebagai guru dan pengajar di semua jenjang pendidikan hingga perguruan tinggi,” ungkap Bupati Sirajudin Lasena
Wilayah Kecamatan Kulawi Kabupaten Sigi, ada madrasah Alkhairaat yang siswanya nonmuslim, karena diwilayah tersebut sudara suadara kita nonmuslim lebih banyak.
Presiden Indonesia pertama Soekarno bahkan mengakui kemampuan Habib Idrus sebagai tokoh yang membuat pembaruan Islam di kawasan timur Indonesia. **** GG








