Manado, Sulutnews.com – Untuk memajukan kualitas pendidikan di Sulut bukan hanya tangungjawab Balai Penjaminan Mutu Pendidikan ( BPMP) Perwakilan Kementrian Pendidikan Dasar Menengah ( Kemendikdasmen) di Sulut.
Melainkan semua pihak stakeholder baik Pemda Sulut, Kabupaten dan Kota serta masyarakat luas dan juga kalangan pers atau media masa.
Hal tersebut terungkap dalam Media Gathering bersama BPMP Sulut dengan wartawan Jurnalis Sumikolah Sulut ( JSS) di Ruang Rapat BPMP Sulut di Desa Pineleng Kabupaten Minahasa Sabtu (21/12) .
Hadir Robby Mamuaya Koordinator Tim Kerja Bidang Komunikasi dan Publikasi BPMP yang mewakili Kepala BPMP Sulut Febrie Dien ST.M.Inf.Tech serta sejumlah staf. Dalam acara tersebut juga membahas hasil kerja BPMP selama 2024 dan rencana program 2025 sambil menungu Kebijakan Menteri Dikdasmen yang baru. Diskusi berjalan alot dan serius tetapi santai karena banyak sejumlah wartawan dari Group JSS memberikan masukan dan pertanyan terkait kinerja BPMP dalam majukan kualitas pendidikan di Sulut.

Foto – Suasana Media Gathering Media Masa dan BPMP Sulut
Menurut Robby Mamuaya tugas BPMP sangat luas sementara kita terbatas tenaga untuk memantau kegitan pendidikan di Sulut. ” Kita butuh kerjasama semua stakeholder termasuk Pemda Sulut dan Kabupaten Kota karena tangungjawab memajukan kualitas pendidikan bukan hanya BPMP melainkan semua stakeholder” kata Robby Mamuaya.
Bahkan peran Pers itu penting sekali juga karena Pers itu banyak melihat langsung dilapangan tentang sektor pendidikan seperti sekolah sekolah dan sarana dan prasarana.di 15 Kabupaten dan Kota” Pendidikan itu penting dan itu investasi masa depan. Karenan itu perlu dukungan semua pihak” katanya.
Kolaborasi
BPMP selama ini dibawah Kepemimpinan Febrie Dien banyak program dan inovasi dan lakukan kerjasama dan kolaborasi dengan Pemda Sulut dan Kabupaten dan Kota seperti Mapalus Pendidikan dan Bintek bagi guru guru terkait kualitas dan mutu pendidikan. Kerjasama juga dengan balai guru yang ada di Sulut dan Kanwil Departemen Agama karena ada sekolah yang mereka kelolah.. Dikda Sulut dan di Kabupaten Kota kita melakukan koordinasi dan membuat penguatan mutu pendidikan terutama kualitas guru guru.
Menjawab pertanyaan sejumlah media terkait mutasi Kepala Sekolah, Robby mengatakan itu kewenangan Pemda Sulut dan juga Kabupaten dan Kota.” Kita tidak bole intervensi namun memberikan rekomendasi agar ikut aturan yang ada” katanya. Ada Bidang Guru dan Tenaga Pendidikan ( GTK) yang mengatur untuk rekrutmen Kepsek dan dipastikan sesuai aturan.
Bahkan BPMP juga tugasnya mengadvokasi dan mendampingi dan mengawal Pemda terutama juga terkait program Kemendikdasmen yang dilakukan didaerah Sulut.” Jadi BPMP mengadvokasi dan lakukan pendampingan Pemda” katanya.
Mengadvokasi itu luas seperti terkait bintek, dan SPM dan juga Dana Bantuan Oprasional Sekolah ( BOS) serta bidang lainnya yang tujuannya untuk memajukan mutu pendidikan di Sulut.
Pengawasan

Foto – Robby Mamuaya Bersama Wartawan di BPMP Sulut
Robby mengatakan BPMP juga melakukan pengawasan ketat konten konten publikasi BPMP terkait kegiatan BPMP dalam memajukan pendidikan” Kita ini konten yang sama dan positif yang memecahkan masalah” katanya.
Termasuk tugas BPMP terus kerjasama dan kolaborasi memajukan mutu pendidikan.
Karena itu konten konten publikasi harus sesuai tugas BPMP. ” Kita perkuat pengawasan konten publikasi demi peningkatan pendidikan” katanya.
Dalam bagian lain Robby mengatakan pihak BPMP tidak bisa mengintervensi terkait adanya bantuan dana Peran Serta Masyarakat disejumlah SMAN karena ada Pergub.” Itu kita tidak intervensi” katanya.
Begitu juga pembayaran SPP yang tingi di sekolah swasta. Itu urusan yayasan bukan dari BPMP. Kita tetap ada koordinasi terkait mutu pendidikan. Untuk sekolah Negeri gratis tidak ada yang bayar SPP. Untuk dana BOS kata Robby kita awasi ketat terkait pengunaan dana BOS. Sementara Dana Alokasi Khusus ( DAK) itu itu juga bukan pihaknya yang mengawasi ada bidang lain yang awasi pengunaan dana DAK.
Robby berharap pers bisa terus kerjasama menyampaikan kritikan membangun bidang pendidikan. Dan pers diharapkan untuk melakukan dialog setiap waktu dengan BPMP karena Pers itu penting dalam menyebarkan informasih kepulik. (Fanny)





