Tahuna, Sulutnews.com – Kiprah mahasiswa Politeknik Negeri Nusa Utara (Polnustar) kembali menggema di panggung internasional. Tiga mahasiswa Program Studi Pengolahan dan Penyimpanan Hasil Perikanan (P2HP) sukses mengharumkan nama kampus dalam ajang bergengsi Agricultural Industrial Technology Competition (AITeC) ke-7 Tahun 2025, yang diselenggarakan di Politeknik Negeri Jember (Polije), pada 28–30 September 2025.
Mereka tampil impresif dan memborong medali dari berbagai kategori kompetisi, membuktikan bahwa Polnustar bukan hanya unggul di daerah, tetapi juga diperhitungkan di tingkat nasional bahkan internasional.

Berikut capaian gemilang mereka:
– Rifki Refaldi Felix Saling – Juara 2 Ahli Teknik Proses Fillet Ikan
– Oktriyanus Lumeohe – Juara 2 Kompeten Teknik Proses Fillet Ikan
– Gita Glori Grani Horman – Juara 3 Kompeten Teknik Pembuatan Bakso Ikan
Prestasi ini lahir dari kerja keras, latihan intensif, dan bimbingan dosen Obyn Imhart Pumpente, serta dukungan penuh seluruh civitas akademika Polnustar.
Koordinator Program Studi P2HP, Eko Cahyono, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas pencapaian ini. “Kami sangat bangga atas dedikasi dan kerja keras mahasiswa kami. Ini bukti nyata bahwa kualitas pendidikan vokasi di P2HP-POLNUSTAR mampu bersaing dengan politeknik ternama di Indonesia. Prestasi ini akan menjadi pemantik semangat bagi seluruh mahasiswa untuk terus berinovasi dan berkarya,” ujarnya.
Ajang AITeC sendiri merupakan kompetisi bergengsi yang menguji kompetensi teknis, kecepatan, ketelitian, dan kreativitas mahasiswa vokasi di bidang teknologi pertanian dan industri.

Pada kategori fillet ikan, peserta dinilai dari ketepatan teknik pemotongan, kecepatan, keutuhan hasil, serta kebersihan daging.
Pada lomba pembuatan bakso ikan, penilaian mencakup tekstur, rasa, kekenyalan, dan standar mutu produk olahan.
Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa P2HP-POLNUSTAR terus berinovasi, berprestasi, dan berkontribusi dalam mencetak tenaga ahli terampil yang siap bersaing di dunia industri perikanan.

“Kami ingin mahasiswa kami tidak hanya menjadi lulusan, tetapi juga agen perubahan di industri pengolahan hasil perikanan, membawa nama baik Nusa Utara ke tingkat nasional dan internasional,” pungkas Eko Cahyono.
Sementara itu, Direktur Polnustar, Ferdinand Gansalangi, turut memberikan apresiasi luar biasa atas torehan prestasi tersebut.
“Capaian ini adalah bukti bahwa anak-anak muda dari wilayah perbatasan seperti Nusa Utara memiliki potensi besar untuk bersaing di level global. Kami di Polnustar berkomitmen penuh untuk membina dan memfasilitasi mahasiswa agar terus berkembang, tidak hanya cakap secara teori, tetapi juga unggul dalam keterampilan praktis,” tegasnya.

Lanjut Direktur, “Ke depan, kami akan terus memperluas kolaborasi, meningkatkan mutu pembelajaran vokasi, dan mendorong mahasiswa agar aktif mengikuti kompetisi berskala nasional maupun internasional. Inilah wujud nyata kampus vokasi unggul dari perbatasan untuk Indonesia.” tandas Gansalangi.
Dengan deretan prestasi ini, Polnustar kian menegaskan diri sebagai kampus vokasi unggulan dari wilayah perbatasan Indonesia Timur, yang siap melahirkan generasi emas berdaya saing global. (Andy Gansalangi)





