Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Manado · 26 Jun 2025 14:49 WITA ·

Louis Carl Schramm : SPMB 2025 Kurang Tersosialisasi, Banyak Orang Tua Siswa Terkecoh.


Louis Carl Schramm : SPMB 2025 Kurang Tersosialisasi, Banyak Orang Tua Siswa Terkecoh. Perbesar

Foto : Louis Carl Schramm : Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sulut

MANADO,Sulutnews.com – Penerapan Sistim Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2025 dinilai kurang Tersosialisasi sehingga menyebabkan banyak Orang Tua Siswa yang kecewa dan terkecoh karena mendaftarkan anak mereka di kategori yang salah. Sehingga anak mereka tidak diterima di sekolah yang harusnya menjadi tempat mereka untuk mendapatkan pendidikan lanjutan.

” Sistim Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2025 sudah bagus namun yang disayangkan tidak Tersosialisasi, sehingga menyebabkan banyak calon siswa baru yang tidak lulus di sekolah yang harusnya menjadi tempat mereka untuk mendapatkan pendidikan lanjutan,” ungkap Louis Clrak Schramm. Rabu (25/6/2025).

Juga Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sulut ini mengatakan, akibat SPMB 2025 kurang sosialisasi, ada siswa yang domisili di dekat sekolah justru mendaftar lewat jalur yang salah.”Karena tidak ada sosialisasi dari Diknas,menjadikan orang tua murid tidak paham. Contoh domisili disamping sekolah, tetapi mendaftar lewat jalur prestasi karena anaknya juara 5 kelas, padahal yang mendaftar lewat jalur prestasi sangat banyak yang nilainya diatas namun karena kuota sudah penuh maka siswa yang harusnya lebih tepat mendaftar lewat jalur domisili dinyatakan tidak diterima,” ungkap Louis.

Dari hasil evaluasi. Persoalan pendidikan yang terjadi saat ini, dimana banyak calon siswa yang hanya ingin mendaftar di sekolah-sekolah unggulan. Maka kebijakan kedepan perlu adanya pemerataan baik tenaga pendidik dan juga infrastruktur pendukung.” Ketersediaan bangunan sekolah dan fasilitas pendukung yang sesuai kebutuhan bahkan tenaga pengajar yang memiliki kompetensi wajib dilakukan, sehingga di seluruh sekolah SMA dan SMK di Sulut dapat diminati oleh calon siswa.” Intinya minat calon murid baru untuk mendaftar tidak hanya terfokus pada satu atau dua sekolah tetapi di seluruh sekolah yang ada,sehingga persoalan yang dihadapi saat ini kedepan tidak lagi terjadi,” ungkap Louis. (josh tinungki) 

Artikel ini telah dibaca 1,330 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bursa Calon Ketua PWI Sulut Periode 2026- 2031 Sudah Dua Yang Mendaftar John Paransi, Raymond Wowor Untuk DK Baru Satu Calon Vouke Lontaan

16 Maret 2026 - 10:16 WITA

DPRD Sulut Dan Kepsek Mendukung Gubernur Sulut Keluarkan Instruksi Membatasi Pengunaan HP Bagi Siswa Saat Belajar

15 Maret 2026 - 23:37 WITA

Bakti Wanita Advent Jemaat Yerusalem Malendeng Berbagi Takjil bagi Warga Sekitar

15 Maret 2026 - 17:27 WITA

Kadis Dikbud Kota Manado Peter Assa : Nilai TKA Siswa Kelas IX SMP Harus Tinggi, Karena Menjadi Salah Satu Syarat Masuk SMA dan SMK

14 Maret 2026 - 14:37 WITA

Stevanus BAN Liow Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan Bagi Ratusan Pemuda GMIM di Kota Manado

14 Maret 2026 - 13:00 WITA

Wakil Ketua Komisi IV Bidang Kesra DPRD Sulut Louis Schramm Dukung SKB Tujuh Menteri Terkait Pedoman Pengunaan Digital AI Dalam Pendidikan

13 Maret 2026 - 23:20 WITA

Trending di Manado