Manado, Sulutnews.com – Kepsek SMA Negeri 1 Manado Jemmy Jeremias S.Pd optimis pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah ( UAS) yang akan diikuti 572 siswanya bisa berjalan lancar pada Senin 27 Maret hinga 5 April nanti.
“Saya optimis UAS di Sekolahnya bisa berjalan lancar dan sukses” kata Kepsek SMA Negeri 1 Manado Jemmy Jeremias kepada Sulutnews.com Jumat ( 24/3) disekolahnya.
Dalam UAS tahun ini sekolahnya pakai Digitalisasi dengan Server sendiri pakai token sampai 10 wifi. Artinya dengan token siswa baru bisa mengerjakan soal UAS saat berada diruangan kelas.” Jadi dengan sistim pakai token, siswa sulit untuk melakukan kecurangan dalam mengerjakan soal” kata Kepsek yang juga Mantan Kepsek SMA Eben Haezar dan SMK Pembangunan Pertanian Kalasey.
Ia mengatakan kalau mengunakan google form siswa bisa mencari jawaban dari google. Dan ini pasti tidak obyektif karena ada yang sudah membuka dari rumah.” 7Saya tidak mau siswa mendapat nilai yang baik namun hanya karena menyontek dari google” kata Jeremias.
Ia optimis siswa siswanya bisa lulus tahun ini dengan nilai yang baik.Untuk pengawasan sangat ketat juga.Karena hasil UAS itu penting sebagai salah satu syarat kelulusan siswa ditambah dengan nilai semester sebelumnya.
“Jadi ada rumusnya bagi siswa untuk bisa lulus ” kata” kata Kepsek.
Kepsek meyakini siswa siswanya bisa bersaing dengan sekolah lain. Artinya banyak yang akan lulus karena banyak siswanya berprestasi.
Sementara itu Kepsek SMA Negeri 7 Manado Marlina Katihokang S.Pd M.Pd secara terpisah kepada Sulutnews.com mengatakan , sekolahnya yang ikut UAS sekitar 529 siswa. Dalam UAS tetap pakai sistim digitalisasi . Dalam mengerjakan soal soal.” Pengawasan tetap ketat” kata Kepsek. Kepsek optimis siswanya akan.meraih nilai yang baik. Bagi siswa yang sakit bisa ijin.
Kepsek berharap orang tua siswa untuk memberi masukan kepada siswa agar jangan terlambat, optimis bisa ber prestasi (fanny)






