Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Manado · 15 Jul 2025 23:35 WITA ·

Kadis Dikda Sulut Femmy Suluh Tutup MPLS, Lulusan SMKN 1 Terbuka Lebar Kerja di Jepang


Kadis Dikda Sulut Dr Femmy Suluh Tutup MPLS SMKN 1 Manado Perbesar

Kadis Dikda Sulut Dr Femmy Suluh Tutup MPLS SMKN 1 Manado" Lulusan SMKN 1 Terbuka Lebar Kerja di Jepang

Manado, Sulutnews.com -Kadis Dikda Sulut Dr Femmy Suluh M.Si menutup Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah ( MPLS) Ramah di SMK Negeri 1 Manado Selasa (15/7) .

MPLS di SMKN 1 Manado diikuti 540 siswa dan berlangsung sejak Rabu (9/7) hinga Selasa (15/7) atau lima hari. Hadir Kabid SMK Vecky Pangkerego S.Pd.M.Pd, Kabid SMA Dr Sry Pasiak .S.Pd M.Pd dan Kepsek SMAN 1 Manado Telly Olivia Ticoalu S.Pd.M.Si serta Wakil- Wakil Kepsek.

Kadis Dikda Femmy Suluh mengatakan, 540 siswa yang ikut MPLS harus belajar baik dan bersemangat belajar. Masuk SMK itu setelah lulus bisa langsung kerja, berwirausaha dan studi lanjut. “Jadi sangat baik pilih SMK” katanya.

Bahkan lulusan SMK termasuk di SMK Negeri 1 Manado lulusannya terbuka dan berpeluang kerja di Jepang.

Apalagi menurut Kadis ada kerjasama selama ini untuk magang dan bekerja di Jepang. Dan ada guru Bahasa Jepang.” Jadi sangat baik.Karena itu belajar dan tingkatkan kualitas” katanya.

SMK Negeri 1 cukup baik.Bahkan dalam Dialog dengan beberapa Kadis bertanya kepada sejumlah Siswa mengapa memilih SMK N 1 Manado? . Mentari Manayang salah satu siswa dari SMP GPDI Tondano yang memilih Jurusan Usaha Layanan Pariwisata ( ULP) mengatakan, Mentari menyatakan, dia masuk SMK karena lulus SMK 1 bisa bekerja atau berusaha. Hal yang sama dikatakan siswa yang lain. Kadis juga mengatakan sudah banyak lulusan SMK kerja magang di Jepang yang cukup tingi gajinya.

Berkaitan dengan itu maka Kadis minta untuk giat belajar. Jangan inga inga mo menikah, sebaiknya kita lulus bisa kerja dulu itu lebih baik.

Terkait MPLS sangat baik untuk memperkenalkan kepada siswa terkait tata tertib dan juga kurikulum dan sarana prasarana yang ada. Menurut Kadis MPLS tidak ada kekerasan dan Billing.” Kami.minta semua 540 siswa baru yang ikut MPLS untuk ikut semua aturan yang ada” kata Kadis Dikda.
“”Saya bersyukur sudah selesai MPLS di SMK Negeri 1 Manado berjalan lancar tanpa kekerasan dan Bulling” kata Kadis Femmy Suluh.

Enam Program

Sementara itu Kepsek SMK Negeri 1 Manado Telly Ticoalu mengatakan, 540 siswa yang diterima lewat SPMB ikut semua selama lima hari sejak Rabu 9 Juli.hinga Selasa 15 Juli 2025″ Saya bersyukur berjalan baik MPLS Ramah dan berterima Kadis Dikda sudah tutup” ujar Kepsek.

Selama MPLS Lima hari ada materi materi yang diberikan selain kondisi sekolah dan enam program Ungulan. Selain itu menurut Kepsek Ticoalu dirinya memberikan materi etika, moral dan karakter . Dan juga dari Kepala BNN Sulut terkait Narkoba dan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak. Serta materi lainnya. Tidak ada kekerasan dan bulling selama MPLS. Kepsek mengatakan 540 siswa baru saya optimis bisa sukses kedepan. Enam program keahlian antara lain Usaha Layanan Pariwisata, Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis, Akuntasi dan Keuangan Lembaga, Perhotelan, Pemasaran, Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi.

Menurut Kepsek semua jurusan hampir sama banyak ada tiga rombel setiap jurusan.” Kami optimis akan meraih prestasi baik siswa yang bersekolah di SMK Negeri 1 Manado.

Foto – 258 Siswa SMK Negeri 1 Tondano Saat Penutupan MPLS Selasa 15 Juli 2025 Bersama Kepsek Maxy Tulung S.Pd.M.Pd

Sementara di SMK Negeri 6 Manado dan SMK Negeri 1 Tondano menurut Kepsek dari dua SMK Negeri yang dikonfirmasi Jurnalis Sumikolah Dikda Sulut Selasa (15/7) mengatakan lancar MPLS sejak 9 Juli lalu” Kami bersyukur 313 siswa yang ikut MPLS sudah selesai dengan baik” kata Kepsek SMK Negeri 6 Altje Salele S.Pd.M.Pd .Ada tujuh program yang mereka pilih dan SMK Negeri 6 selama MPLS tidak ada kekerasan dan bulling..Kualitas lulusan kita tingkatkan karena ada yang lulus ikut magang di Jepang. Materi MPLS tidak berbeda jauh dengan sekolah lain. Ada peraturan atau tata tertip sekolah dan juga materi.kurikulum serta narkoba dan lainnya.

Hal yang sama dikatakan Kepsek SMK Negeri 1 Tondano Maxy Tulung S.Pd M.Pd. 258 siswa yang ikut MPLS Lima hari tanpa kekerasan dan bulling. Materi sama dengan yang lain terkait program sekolah dan juga materi kurikulum dan narkoba.

MPLS di SMA Negeri

Sedangkan untuk MPLS SMA masih sementara berlangsung sejak Senin 14 Juli 2025 hinga Jumat 14 Juli 2025 . Menurut Kepsek SMA Negeri 9 Manado Hendra Masie S.Pd kepada Jurnalis Sumikolah ada 663 siswa yang ikut MPLS sejak Senin 14 Juli 2025. Semua siswa baru ikut MPLS dan siswa dapat materi terkait aturan sekolah dan juga disiplin dan tata tertip serta juga Narkoba, Komisi Informasi Publik Sulut.

Kadis Dikda Sulut Dr Femmy Suluh Tutup MPLS SMKN 1 Manado” Lulusan SMKN 1 Terbuka Lebar Kerja di Jepang

Materi hukum dan juga dari Polisi terkait Kamtibmas dan soal prestasi sekolah selama ini.” Sebagai sekolah ungulan Akreditasi ” A” Ungul kita terus tingkatkan kualitas belajar. Selama MPLS lancar tanpa kekerasan dan bulling. Siswa banyak tetapi tatib dan santun karena MPLS Ramah jadi kita juga ramah selama MPLS

Meski Sedikit MPLS Lancar

Menurut Kepsek SMA Negeri 1 Modoinding di Minsel Diana Rantung S.Pd ada 123 siswa yang ikut MPLS.Memang belum sesuai kuota. Namun MPLS lancar hingga hari kedua dengan materi sama dengan sekolah lain.

Foto : Kepsek SMA Negeri 1 Modoinding di Minsel Diana Rantung S.Pd, Saat menyampaikan sambutan

” Meski siswa sedikit kita harus tetap semangat belajar agar berhasil” kata Kepsek.MPLS itu baik untuk siswa karena kita perkenalkan kondisi sekolah termasuk guru guru. SMA Negeri 1 Modoinding meski sedikit siswa kita tingkatkan kualitas.

Begitu juga dikatakan Kepsek SMA Negeri 2 Bitung Maxy Awondatu S.Pd.M.Pd. Sebanyak 468 Siswa yang ikut MPLS Lima hari.
Tidak akan ada kekerasan dan bulling selama MPLS. Materi dari pihak sekolah terkait lingkungan sekolah dan juga kurikulum dan tata tertib di sekolah. Siswa dalam MPLS akan mengenal lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar.

Tujuannya baik karena bermakna dan penuh kesadaran mengembirakan dan dengan MPLS kita berkarakter membangun karakter anak bangsa sejak langkah pertama” Saya optimis bisa sukses MPLS disekolahnya” kata Kepsek Awondatu.

Kepsek berharap dengan MPLS semua 468 siswa baru ketika mulai kegiatan belajar mengajar sudah tidak kaku. Meski mereka dari lulusan SMP yang baru pertama masuk SMA. (Fanny)

Artikel ini telah dibaca 1,264 kali

Baca Lainnya

Silahturahmi Idul Fitri 1447 Hijriah, Yuk Intip Siapa Saja Pejabat Pemerintah dan Polri Yang Mengadakan Open House

21 Maret 2026 - 23:53 WITA

Luar Biasa Ribuan Pemuda Advent Manado Hadiri Perayaan GYD-GCD Communion In Action

21 Maret 2026 - 10:25 WITA

Pendaftaran calon Ketua PWI Sulut dan calon Ketua Dewan Kehormatan (DK) Ditutup

20 Maret 2026 - 15:41 WITA

Empat Calon Ketua PWI Sulut, Tiga Calon Ketua DK Periode 2026-2031 Siap Bertarung Rebut dalam Konferensi PWI Sulut 31 Maret 2026.

20 Maret 2026 - 01:54 WITA

Merson Simbolon Resmi Mendaftar Sebagai Bakal Calon Ketua PWI Sulut Bawa Misi Peningkatan Kompetensi

19 Maret 2026 - 19:53 WITA

Ulyas Taha : 1 Syawal Diperkirakan Sabtu 21 Maret 2026

19 Maret 2026 - 11:59 WITA

Trending di Manado