Sulutnews.com Bengkulu Selatan – terkait adanya isu perselingkuhan kepala desa Sukarame kecamatan air nipis kabupaten Bengkulu Selatan, membuat heboh di jagat Maya mendapat sorotan serius dari beberapa pihak.
Yang paling mengejutkan lagi kepala desa Sukarame kecamatan air nipis membantah adanya isu tersebut, namun kepala desa Sukarame diduga lakukan intimidasi terhadap wartawan yang mengkonfirmasi kejadian terkait adanya dugaan perselingkuhan kepala desa sukarame dengan salah satu wanita bersuami.
Kepala desa Sukarame kecamatan air nipis inisial H saat di konfirmasi oleh tim media ini Darsoni SE terkait dugaan perselingkuhan yang di lakukannya dengan salah satu wanita bersuami membantah kenal dengan wanita tersebut, namun disisi lain usai konfirmasi dengan kepala desa Sukarame Darsoni SE selaku tim media ini mendapat ancaman dari kepala desa Sukarame.
“Iluk Iluk kekalo ASN itu klau” bahasa inilah yang di tujukan kepala desa sukarame kecamatan air nipis terhadap Darsoni, yang mana Darsoni menjelaskan dengan media ini bahasa tersebut di keluarkan dinilai karena dirinya mengkonfirmasi dugaan perselingkuhannya. Sementara istri beliau (Darsoni) salah satu ASN di kabupaten kaur, kades Sukarame diketahui memiliki kerabat disana yang juga berprofesi sebagai LSM sesuai pengakuan kepala desa Sukarame.
Untuk di ketahui mendengar salah satu wanita bersuami yang diduga wanita idaman kepala desa Sukarame H hendak menuju desa Sukarame kecamatan air nipis dengan tujuan meminta pertanggung jawaban atas isu kehamilan wanita tersebut, kepala desa Sukarame sempat melakukan percakapan dengan salah satu teman wanita yang dinilai idamannya tersebut dengan menyatakan bahwa dirinya sudah membuat alasan tidak ada di desa, karena dirinya berada di Palembang membawa orang tua berobat.
Percakapan itu di lakukan oleh kepala desa Sukarame dengan salah satu teman wanita diduga idamannya “saya sudah sampaikan dengan dia bahwa saya lagi di Palembang membawa orangtua berobat, padahal sebenarnya orangtua saya memang sakit namun dirawat di rumah sakit Manna inilah” ungkap H dengan teman wanita diduga idamannya tersebut melalui telepon selulernya.
Menyikapi hal tersebut beberapa penggiat di kabupaten Bengkulu Selatan menilai kepala desa Sukarame sudah menunjukkan belang aslinya, karena dengan tidak sadar bahwa dirinya saat di konfirmasi awak media menyatakan bahwa dirinya tidak kenal akan tetapi dirinya berkolsultasi atas adanya salah satu wanita yang ingin menemuinya minta pertanggung jawaban ke desa Sukarame, dinilai H sampai sampai membuat keberadaan orangtuanya menjadi alasan untuk menghindar dari wanita diduga idamannya tersebut. H dengan jelas menyatakan bahwa dirinya berada di Palembang membawa orang tua berobat, padahal yang sebenarnya orang tua dari kades Sukarame di rawat di rumah sakit umum Manna.
Terpisah Hamdan Sarbaini selaku inspektur inspektorat kabupaten bengkulu Selatan saat di konfirmasi sangat mengharapkan bahwa isu tersebut HOAK.
“Saya berharap pemdes untuk menjaga moralitas karena pemerintah desa dan ASN menjadi panutan di tengah masyarakat. Saya juga berharap info adanya dugaan perselingkuhan kades Sukarame saya sangat mengharapkan itu hanya sekedar hoak saja” ujar Hamdan. (JN)





