
Foto : Priskilla Cindy Wurangian
MANADO,Sulutnews,com– Anggota Pansus RPJMD Sulut tahun 2025-2029, Priscilla Cindy Wurangian, MBA mengritik Dispertanak yang dianggap tidak mampu memberi perhatian bagi nasib peternak babi lokal, pasalnya harga daging Babi ditingkat petani mulai turun
” Perdagangan mengalami fluktuasi harga dimana saat ini harga daging babi ditingkat peternak mengalami penurunan diangka Rp 40.000. Pemerintah harus hadir,” tegas Ketua Fraksi Partai Golkar ini,Jumat (01/8/2025) siang
Dia juga mengatakan kondisi terkini, dengan dibukanya perdagangan antar Propinsi juga, pasti memberi dampak bagi peternak lokal dimana peternak lebih mengalami penurunan harga daging
” Dinas harus memberi perhatian khusus, agar harga daging babi benar benar memberi keuntungan bagi peternak lokal bukan para pedagang atau tengkulak yang mencari keuntungan,” ujarnya
Legislator dapil Minut- Bitung ini mengingatkan agar dinas selalu mengantisipasi serangan ASF, juga virus yang lain dengan terus melakukan edukasi reta penyuluhan tentang cara penanggulan virus agar kejadian serangan virus tidak terjadi lagi.
Menanggapi hal ini, kepala Dispertanak Sulut, Nova Pangemanan menyatakan, itulah resiko dinas, harga naik diserang harga turun pun diserang. namun sebagian besar peternak lokal skala rumah tangga kini sudah bangkit lebih kuat dan mampu mengatasi virus, melalui bio security.
”Masalah harga tergantung suplai dan diman kita akan melakukan intervensi agar harga daging babi dapat lebih menguntungkan peternak,” ungkap Kadis Pangemanan sambil menambah saat ini populasi ternak babi terus bertambah dan sudah berada dikisaran 100 ribu ekor.(josh tinungki)






