Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Manado · 3 Okt 2023 22:31 WITA ·

Hampir 5 Tahun Aspirasi Tak Direspon. Ini Tanggapan Runtuwene


Hampir 5 Tahun Aspirasi Tak Direspon. Ini Tanggapan Runtuwene Perbesar

MANADO, Sulutnews.com – Usaha memperjuangkan aspirasi maayarakat terkait pembangunan pemecah ombak agar abrasi pantai yang menyebabkan pemukiman warga di pesisir pantai Desa Tumpaan dan Desa Matani Kabupaten Minahasa Selatan yang sering tergenang Air Laut saat musim penghujan agar segera dibangun kembali disampaikan oleh Anggota DPRD Sulut Stella Runtuwene. Terbukti saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III bidang Pembangunan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi, Selasa (3/9/2023) politis partai Nasdem ini, kembali menayakan sudah sejauh mana upaya pemerintah dalam merespon aspirasi pembangunan talud pemecah ombak yang telah disampaikan sejak tahun 2020 silam

“Kami telah mengusulkan pembangunan talud pemecah ombak di pesisir pantai Tumpaan dan Matani sejak tahun 2020, namun sampai saat ini Pemerintah belum memberi jawaban. Kami minta agar pemerintah mendengar dan merealisasikan apa yang menjadi aspirasi masyarakat, ” tegas Runtuwene.

Bahkan politisi partai Nasdem ini meminta pihak BPBD dapat meninjau langsung lokasi permukiman warga yang beberapa waktu lalu mengalami bencana dimana ada puluhan rumah rusak dan rata dengan tanah.” Pembangunan talud pemecah ombak sangat mendesak, dan hal ini sangat diharapkan warga, karena mereka sangat rindu kondisi air laut yang menyebabkan pemukiman mereka tergenang tidak lagi terjadi,” ungkap Runtuwene.

Menanggapi aspirasi tersebut Kepala BPBD Provinsi Sulut Adolf Tamengkel menyatakan jika pemerintah akan mencari cara untuk melobi kementrian PUPR lewat Dirjen Irigasi agar mengalokasikan anggaran untuk pembangunan talud di pesisir pantai Tumpaan dan Matani.”Kami akan mengusul langsung ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana agar menyiapkan anggaran sehingga aspirasi pembangunan Talud pemecah ombak di Desa Tumpaan dan Matani, paling tidak tahun 2024 sudah direalisasikan,” jawab Tamengkel.

Memperjuangkan apa yang menjadi aspirasi masyarakat di Wilayah Kabupaten Minsel dan Kabupaten Mitra terus disuarahkan, bahkan politisi Nasdem yang pada pelaksanaan Pileg 2024 mendatang kembali mencalonkan diri, berkomitmen untuk tetap berjuang bagi kepentingan masyarakat.(josh tinungki)

Artikel ini telah dibaca 1,168 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemda Sulut Salurkan THR Rp 67, 2 Miliar Untuk 16.949 ASN dan PPPK Menjelang Hari Raya Idul Fitry 1447 Hijria 2026

17 Maret 2026 - 20:28 WITA

PWI Sulut Laksanakan Buka Puasa Sebagai Simbol Kebersamaan dan Toleransi

16 Maret 2026 - 23:24 WITA

Bursa Calon Ketua PWI Sulut Periode 2026- 2031 Sudah Dua Yang Mendaftar John Paransi, Raymond Wowor Untuk DK Baru Satu Calon Vouke Lontaan

16 Maret 2026 - 10:16 WITA

DPRD Sulut Dan Kepsek Mendukung Gubernur Sulut Keluarkan Instruksi Membatasi Pengunaan HP Bagi Siswa Saat Belajar

15 Maret 2026 - 23:37 WITA

Bakti Wanita Advent Jemaat Yerusalem Malendeng Berbagi Takjil bagi Warga Sekitar

15 Maret 2026 - 17:27 WITA

Kadis Dikbud Kota Manado Peter Assa : Nilai TKA Siswa Kelas IX SMP Harus Tinggi, Karena Menjadi Salah Satu Syarat Masuk SMA dan SMK

14 Maret 2026 - 14:37 WITA

Trending di Manado