Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Bisnis · 14 Mei 2025 18:50 WITA ·

Gencatan Senjata India-Pakistan Masih Rentan, Tuduh-Menuduh dan Ancaman Nuklir Mewarnai Ketegangan


Gencatan Senjata India-Pakistan Masih Rentan, Tuduh-Menuduh dan Ancaman Nuklir Mewarnai Ketegangan Perbesar

Jakarta, 13 Mei 2025 – Ketegangan antara dua negara bersenjata nuklir, India dan Pakistan, kembali mencuat meski keduanya telah menyepakati gencatan senjata sejak 10 Mei lalu. Meski situasi perbatasan dilaporkan relatif tenang, sejumlah insiden, saling tuduh pelanggaran, dan retorika tajam menunjukkan perdamaian masih rapuh.

Gencatan senjata diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump setelah empat hari baku tembak intensif yang menewaskan puluhan warga sipil. Trump menyebut kesepakatan ini sebagai hasil diplomasi intensif, meskipun pemerintah India enggan mengakui peran Amerika secara terbuka, diduga demi menjaga kebanggaan nasional.

Namun, hanya beberapa jam setelah kesepakatan itu, ledakan terdengar di Srinagar, wilayah Kashmir yang dikuasai India. Pihak India menuding Pakistan melanggar perjanjian, sementara Islamabad membantah dan menyebut pasukannya tetap menahan diri.

Komunikasi Terbatas, Ketegangan Masih Terasa

Pihak militer India dan Pakistan telah melakukan komunikasi via telepon untuk memperkuat komitmen gencatan senjata. Namun, pertemuan langsung antar militer disebut tertunda karena keputusan sepihak dari pihak India.

Di tengah suasana yang membaik, aktivitas penerbangan mulai kembali normal. India membuka kembali 32 bandara yang sempat ditutup, sementara Pakistan juga telah membuka wilayah udaranya. Kendati demikian, beberapa sekolah dan akses ke bandara Amritsar masih ditutup sebagai langkah antisipatif.

Masyarakat masih diliputi trauma. Seorang penumpang kereta dari Jammu ke Delhi mengaku akan menetap di ibu kota hingga yakin kondisi benar-benar aman. “Saya masih takut setelah ledakan kemarin,” ujarnya.

Ancaman Nuklir dan Retorika Tajam

Ketegangan meningkat setelah pernyataan keras Perdana Menteri India, Narendra Modi, yang memperingatkan akan menyerang “sarang teroris” di Pakistan bila terjadi serangan ulang. Ia juga menegaskan India tidak gentar dengan ancaman nuklir dari Islamabad.

“Setiap serangan teroris di India akan dibalas dengan tindakan tegas sesuai syarat kita sendiri,” kata Modi dalam pidato nasional. Ia menegaskan bahwa “teror dan dialog tidak bisa berjalan beriringan.”

Sementara itu, Pakistan mengisyaratkan kesiapan penggunaan senjata nuklir dalam konflik bila merasa eksistensinya terancam, meski kemudian Menteri Pertahanan Pakistan membantah adanya rapat terkait hal tersebut.

Operasi Militer dan Saling Klaim Kemenangan

India meluncurkan Operasi Sindur pada 7 Mei sebagai respons atas serangan teroris di Pahalgam yang menewaskan 26 wisatawan, termasuk satu warga Nepal. India menyatakan hanya menargetkan infrastruktur teroris, namun Pakistan menuduh India menyerang lima pemukiman sipil, menewaskan sedikitnya 31 orang dan melukai puluhan lainnya.

Kedua negara saling mengklaim kemenangan dalam konfrontasi ini. India mengunggah citra satelit yang menunjukkan kerusakan besar di pangkalan militer Pakistan, sedangkan Pakistan menyatakan berhasil menembak jatuh lima jet tempur India, termasuk tiga pesawat Rafale.

Meski India tidak secara resmi mengakui kehilangan pesawat, pernyataan dari pejabat tinggi Angkatan Udara India yang enggan memberikan rincian semakin memicu spekulasi.

Upaya Diplomasi dan Harapan Perdamaian

Masyarakat internasional, termasuk China dan AS, terus menyerukan agar kedua negara menahan diri. Amerika Serikat menyatakan akan memainkan peran konstruktif demi perdamaian jangka panjang. IMF juga menyetujui pinjaman tambahan sebesar USD 1,4 miliar untuk Pakistan guna mendukung program ketahanan iklim, yang ikut mendorong pemulihan pasar finansial negara tersebut.

Walau situasi telah mereda di banyak wilayah, baik India maupun Pakistan masih menunjukkan sikap waspada tinggi. Dengan belum adanya jaminan perdamaian abadi, kawasan Asia Selatan masih berada di bawah bayang-bayang konflik bersenjata yang bisa meletus kapan saja.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 974 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pahami Peran Gizi Seimbang dan Gula bagi Tubuh sebagai Kunci Energi Selama Puasa

10 Maret 2026 - 19:00 WITA

Bittime Tegaskan Pentingnya Literasi Digital Menjelang Dinamika Bitcoin Terhadap Consumer Price Index (CPI)

10 Maret 2026 - 18:10 WITA

Penjualan Tiket KA Angkutan Lebaran 2026 dari Daop 2 Bandung Capai Lebih dari 60 Persen

10 Maret 2026 - 17:10 WITA

KAI Daop 2 Bandung Siapkan Sarana Andal untuk Layani Pelanggan pada Angkutan Lebaran 2026

10 Maret 2026 - 17:05 WITA

Stasiun Bandung Tingkatkan Pelayanan, Akses Penumpang KA Feeder Whoosh Dipusatkan ke Sisi Utara Stasiun

10 Maret 2026 - 17:00 WITA

PTPP Percepat Pembangunan Jalan West Residence IKN, Progres Tembus 65,85%

10 Maret 2026 - 16:19 WITA

Trending di Bisnis