Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Adat Budaya · 9 Agu 2025 22:56 WITA ·

Festival Wanua Woloan 2025: Merawat Akar Menjaga Tradisi


Festival Wanua Woloan 2025: Merawat Akar Menjaga Tradisi Perbesar

Woloan, Sulutnews.com – Woloan kembali membuktikan bahwa sejarah bukan sekadar catatan di buku. Sabtu (9/8), Wanua yang berada di jantung Minahasa ini merayakan 887 tahun berdirinya Wanua Woloan melalui Festival Wanua Woloan 2025—sebuah perhelatan adat yang memadukan kekhidmatan tradisi dan semangat kebersamaan. Tahun ini, festival mengusung tema “Merawat Akar, Menjaga Tradisi” sebagai pengingat bahwa jati diri sebuah komunitas tumbuh dari akar budaya yang terus dijaga lintas generasi.

Pagi hari dimulai dengan prosesi “Meresi Wanua”—ritual keliling kampung oleh pasukan kawasaran Siow Pa Siowan yang dipimpin Tonaas Frangky Wehantow. Dari Woloan Tiga hingga Woloan Satu Utara, langkah mereka menyusuri jalan Wanua bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan peneguhan batas-batas sejarah dan batin sebuah komunitas.

Prosesi berlanjut ke “Zumeta” di situs Kampung Tua Katinggelan—kini dikenal sebagai Amphitheater Woloan—tempat sakral yang menyimpan denyut awal kehidupan Wanua. Di sana, napas masa lalu berpadu dengan riuh generasi kini. Kemudian, ziarah ke waruga “Tingkulengdeng”, makam leluhur penanda berdirinya Wanua Woloan, mengingatkan semua bahwa berdiri di tanah ini berarti berdiri di atas jasa mereka yang telah lebih dulu berpulang.

Malam harinya, masyarakat berkumpul dalam tradisi “Kuman Wangko”—makan bersama di atas daun. Sederhana, tetapi sarat makna. Hidangan di meja bukan sekadar makanan, melainkan simbol persatuan, penghormatan, dan rasa syukur bersama.

“Selama akar ini kita rawat, identitas kita tidak akan goyah. Anak muda harus menjadi garda terdepan menjaga warisan ini,” pesan Tonaas Frangky Wehantow, tegas namun penuh kasih untuk generasi penerus.

Ketua Sanggar Kamang Wangko Woloan sekaligus pelestari budaya di Kota Tomohon, Armando Loho, menegaskan: “Walaupun sederhana, perayaan ini tidak menurunkan nilai budaya Minahasa. Justru dari kesederhanaan kita bisa merasakan kemurnian tradisi leluhur. Selama kita tetap memegang teguh akar budaya asli Minahasa, generasi mendatang akan selalu punya identitas yang kuat dan tidak mudah tergerus arus globalisasi.

Apresiasi juga datang dari masyarakat. Oktavianus Pusung menyampaikan, Semua elemen terlibat—tua, muda, laki-laki, perempuan. Ini kekuatan Woloan: gotong royong yang tak lekang oleh zaman.

Jejak Sejarah yang Tak Terputus

Festival Wanua Woloan bukanlah tradisi yang lahir kemarin. Akar perayaannya telah ada sejak ratusan tahun lalu dalam bentuk upacara adat penghormatan leluhur. Namun, sejak 2019, komunitas budaya setempat memformalkan perayaan ini setiap 9 Agustus.

Tanggal tersebut dipilih bukan tanpa alasan. Angka “9” dianggap sakral dalam filosofi Minahasa, melambangkan kesempurnaan dan kesatuan. Momen ini pun bertepatan dengan rangkaian Tomohon International Flower Festival (TIFF), menjadikannya magnet budaya sekaligus pariwisata.

Bagi masyarakat Woloan, festival ini bukan sekadar panggung. Ia adalah “napas” yang menghidupkan kembali kisah masa lalu, sejalan dengan tema “Merawat Akar, Menjaga Tradisi”, agar warisan leluhur tetap hidup di tengah perubahan zaman.(*/Merson)

Artikel ini telah dibaca 971 kali

Baca Lainnya

Walikota Tomohon Caroll Senduk Bersama Forkopimda Lakukan Sidak Pasar Jelang Idul Fitri 1447 H dan Hari Raya Paskah

13 Maret 2026 - 23:50 WITA

Walikota Caroll Senduk Hadiri Penandatanganan Kesepakatan Pemerintah Kota Tomohon dan Tim Penggerak PKK

13 Maret 2026 - 23:06 WITA

Wakil Walikota Sendy Rumajar Membuka Kegiatan Pra Musrenbang RKPD Kota Tomohon Tahun 2027 dan Tematik Stunting

11 Maret 2026 - 23:55 WITA

Pentas Mahzani 1000 Pelajaran di Kota Tomohon Lestariikan Warisan Budaya Masyarakat Adat Tombulu

11 Maret 2026 - 23:44 WITA

Wakil Walikota Sendy Rumajar Hadiri dan Buka Kegiatan Seleksi Uji Kompetensi dan Evaluasi Kinerja Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Pemkot Tomohon

10 Maret 2026 - 23:23 WITA

Pentas Mahzani Massal Pergelaran Sastra Woloan Bakal Hentak Kota Tomohon Diikuti 1000 Pelajar

9 Maret 2026 - 14:06 WITA

Trending di Adat Budaya