Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

NTT · 10 Des 2025 20:48 WITA ·

Fernandes Weni: “Preman” SMP Satap Medi Tidak Takut Hukum, Tampar Siswa Tanpa Alasan


Fernandes Weni: “Preman” SMP Satap Medi Tidak Takut Hukum, Tampar Siswa Tanpa Alasan Perbesar

Rote Ndao, Sulutnews.com– Dunia pendidikan di Kabupaten Rote Ndao mulai terkotori oleh sikap premanisme yang tidak terpuji dari Kepala Sekolah SMP Negeri Satu Atap (Satap) Medi, Fernandes Weni.

Pada Rabu (10/12/2025) pagi, sang kepala sekolah yang dikenal memiliki tempramen tinggi dan mudah marah memanggil beberapa siswa kemudian menampar mereka tanpa alasan yang jelas. Anak-anak yang masih kecil itu menangis menahan sakit akibat tamparan yang diterima.

Setelah menampar anak-anak, Fernandes Weni langsung pulang dan tidak kembali lagi hingga jam sekolah berakhir. Para guru yang menyaksikan kejadian tersebut hanya bingung melihat sikap premanisme yang ditunjukkan oleh pemimpin lembaga pendidikan dasar tersebut.

Saat dikonfirmasi wartawan terkait alasan menganiaya anak-anak sekolah, Fernandes Weni dengan santai mengatakan bahwa jika tindakannya salah, ia minta maaf. “Ya kalau itu salah saya mohon maaf,” ujarnya dengan nada seolah tidak ada persoalan yang serius.

Orang tua siswa mengaku sangat kecewa dengan sikap kepala sekolah yang seharusnya berperan mendidik. “Ini sikap preman, ini anak baru sembuh sakit dan masuk sekolah, hari ini malah ditampar oleh kepala sekolah dan sekarang dia sakit lagi,” kata Yanti, ibu salah seorang siswa yang ditampar.

Menurut Yanti, jika dunia pendidikan dihuni oleh orang seperti Fernandes Weni, anak-anak bisa mengalami trauma dan takut ke sekolah. “Sebagai orang tua, saya beri waktu 1 x 24 jam untuk meminta maaf secara langsung, jika tidak saya akan ambil langkah hukum,” tegasnya.

Ia juga meminta Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga memberikan pembinaan yang pantas kepada guru yang bersikap preman. “Pak kepala dinas bina anak buahmu, kalau tidak bisa bina bawahan mending mundur dari jabatan,” ujarnya. “Saya juga minta pak Bupati agar bersikap tegas terhadap guru yang melakukan perbuatan tidak terpuji,” imbuhnya.

Reporter : Dance Henukh

Artikel ini telah dibaca 1,057 kali

Baca Lainnya

20.000 Siswa Kelas XII SMA di Sulut Siap Ikut Ujian Akhir Sekolah Mulai 13 April 2026, Sedangkan 12.059 Siswa SMK Ujian Sejak Awal April Hinga 30 April

10 April 2026 - 23:48 WITA

Kadis Dikbud Manado Peter Assa Optimis Pelaksanaan TKA 5.279 Siswa di 94 SMP Negeri dan Swasta Lancar Hinga 16 April

9 April 2026 - 23:44 WITA

850 Siswa Eligible Kelas XII di SMA dan SMK se- Sulut Lulus SNBP 2026 di Sejumlah PTN

8 April 2026 - 20:36 WITA

Sejumlah Kepsek SMA Bangga Siswa Mereka Banyak Lulus SNBP 2026 dibeberapa PTN, UI, Unud, Unair, Unsrat, Unhas dan Unima

7 April 2026 - 16:53 WITA

Hari Pelaksanaan pun Tiba, SMP Negeri 1 Manado Catat 648 Murid Ikut Tes Kemampuan Akademis 2026

7 April 2026 - 08:20 WITA

Walikota Tomohon Caroll Senduk Rilis Token Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik Jenjang SMP Sederajat

6 April 2026 - 18:55 WITA

Trending di Pendidikan