Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Bisnis · 17 Jan 2026 16:35 WITA ·

Ekosistem Baterai Karawang, Multiplier effect bagi Ekonomi Nasional


Ekosistem Baterai Karawang, Multiplier effect bagi Ekonomi Nasional Perbesar

Ekosistem Baterai Kendaraan Listrik Terintegrasi di Karawang dinilai efektif dorong industrialisasi dan peningkatan nilai tambah ekonomi yang besar bagi Indonesia.

Indonesia tidak akan lagi bergantung pada ekspor bahan baku mineral mentah, dan beralih pada produksi baterai yang menjadi inti bagi banyak produk berteknologi tinggi khususnya kendaraan listrik.

Ketua Research Group on Energy Security for Sustainable Development UI (RESSED UI) Ali Ahmudi menyampaikan pemerintah telah berhasil menerapkan pelarangan ekspor komoditas mineral mentah khususnya nikel, dan hal ini menjadi awal bagi penguatan industri di dalam negeri.

Saat ini, semakin banyak proyek Hilirisasi nikel menjadi cell battery termasuk di Karawang, dan akan menjadi motor bagi peningkatan nilai tambah belasan kali lipat dibandingkan hanya menjual tanah atau bijih mentah.

“Efeknya sangat besar. Ada peningkatan pendapatan negara melalui PPN, terciptanya lapangan kerja dari proses pabrikasi, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hilirisasi ini harus ada kelanjutannya agar dampak penggandanya (multiplier effect) nyata bagi ekonomi nasional,” sebutnya.

Ali menekankan bahwa langkah menuju industrialisasi memang memerlukan ketegasan regulasi, karena Indonesia tidak boleh terjebak hanya sekadar menjadi negara perakit.

“Tidak boleh tergantung kepada produk luar terus-menerus. Kalaupun ada teknologi luar, mereka harus membangun pabrik di Indonesia agar terjadi transfer teknologi. Memang akan ada kontraksi bisnis atau ekses jangka pendek, tapi dalam jangka panjang ini keharusan,” jelasnya.

Bahkan, Ali berpendapat Indonesia akan mampu memiliki produk kendaraan EV yang sangat terjangkau bagi masyarakat di masa depan.

Nilai sebuah baterai dapat mencapai 35-40% dari total biaya produksi EV, dan optimistis kehadiran pabrik baterai domestik akan mengoreksi harga kendaraan listrik secara signifikan ke arah yang lebih terjangkau.

“Dalam kondisi normal, adanya pembangunan pabrik baterai di Indonesia akan menekan harga jual EV secara umum. Jika komponen utamanya harganya bisa ditekan, harga unitnya pasti turun,” tambahnya.

Adapun negara melalui MIND ID terus konsisten mengawal pembentukan ekosistem baterai kendaraan listrik terintegrasi di Indonesia.

MIND ID melalui PT Industri Baterai Indonesia (PT IBI) telah bekerja sama dengan konsorsium Contemporary Amperex Technology Co., Limited, Brunp, Lygend (CBL) untuk membentuk perusahaan patungan (joint venture) yakni PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB), guna menjadi ujung tombak dalam pengembangan Ekosistem Baterai Terintegrasi.

CATIB saat ini tengah membangunan Fasilitas Produksi Battery Cells, Module & Pack yang direncanakan memiliki kapasitas awal sebesar 6,9 GWh pada fase pertama dan akan diekspansi hingga mencapai kapasitas total 15 GWh pada fase kedua.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 984 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Angkat Isu Ramadan Global dan Halal Tourism, FDCHT BINUS University Gelar “Ramadhan Safari Talks 2026”

4 Maret 2026 - 09:22 WITA

Perkuat Sinergi BUMN, KAI Services Jajaki Kolaborasi dengan PT Sucofindo

4 Maret 2026 - 08:39 WITA

Pilihan Program S2 Kelas Karyawan Cocok Untuk Pekerja Profesional

4 Maret 2026 - 08:00 WITA

Jelang Angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 2 Bandung Fokus Tingkatkan Keselamatan Perjalanan Kereta Api

3 Maret 2026 - 22:06 WITA

KAI Divre I Sumut Jadi Motor Penggerak Ekonomi, Mobilisasi 200.042 Penumpang Selama Februari 2026

3 Maret 2026 - 20:30 WITA

Komitmen GCG sebagai Pilar Keberlanjutan, PTPP Perkuat Budaya Integritas Perusahaan

3 Maret 2026 - 19:00 WITA

Trending di Bisnis