Kerinci,Sulutnews.com- Bagaimana Jika persoalan Pungli alias Fee proyek tidak akan pernah berhenti, apa yang akan terjadi jika hal tersebut selalu ada dan tak pernah berhenti. Lalu apakah mutu pekerjaan proyek akan bagus atau sekedar asal selsai saja ?.
Kami selaku pelaksana atau pemborong sebenarnya sudah pasrah dan terpaksa, bagaimana tidak setiap pekerjaan tak lepas dari Fee dan uang pelicin. contoh yang kecil saja untuk pencairan uang setelah pekerjaan selesai begitu banyak uang harus di bayar di Dinas. Salah satunya pecairan untuk Verifikasi saja sudah mengocek Rupiah setidak nya Rp. 300-500.
“Di bagian itu saja dan tergantung lagi nilai dana paket yang kita kerjakan” ucap sumber yang engan nama nya di tulis wartawan media ini.beberapa bulan lalu saat di temui media ini di kerinci.
Sumber berbeda di temui oleh media ini di Dinas Pupr kerinci provinsi jambi pada 17/04, menyebut hal yang sama. Benar itukan tidak seharusnya dia selaku pejabat Veripikasi pencairan Termin pekerjaan proyek Tahun lalu (2024) lalu, namun kenyataan di kuasi oleh Hendra tambah nya sumber yang minta nama nya tidak di sebutkan.
Oknum Kasubag Keuangan Dinas Pupr Kerinci sekaligus selaku pejabat Veripikasi pencairan keuangan Termin pekerjaan proyek Tahun 2024. Telah di upayakan untuk di Konfirmasi pada 22/04. tentang Dugaan Pungli yang mana meminta atau mendapat jatah uang pelincin Verifikasi pencairan terabut, melalui Via pesan dan telepon WhatAaps bernada masuk namun tidak di jawab dan pesan bercentang Dua biru tidak di balas.
Kadis Pupr Kerinci Maya Novefri di minta bertindak tegas atas kinerja bawahan nya yang di Duga lakukan tindakan pungli tersebut kepada kontraktor pelaksana di dinas nya.(SAPRIAL)







