Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Bengkulu Selatan · 19 Des 2024 13:35 WITA ·

Dugaan Penyimpangan Dana Desa 2024 di Palak Bengkerung APH di Minta Turun


Dugaan Penyimpangan Dana Desa 2024 di Palak Bengkerung APH di Minta Turun Perbesar

Sulutnews.com, Bengkulu Selatan – Realisasi penggunaan Dana Desa Tahun 2024 di Desa Palak Bengkerung, Kecamatan Air Nipis, Kabupaten Bengkulu Selatan, tengah menjadi sorotan. Pasalnya, beberapa item pembangunan yang telah dianggarkan diduga kuat tidak terealisasi di lapangan sesuai dengan perencanaan awal.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, salah satu pekerjaan yang dipertanyakan adalah pembangunan Penampung dan Bank Sampah dengan anggaran sebesar Rp 177.650.000,- pada tahap 1. Faktanya, fasilitas tersebut tidak ditemukan di lokasi yang semestinya. Hal ini memunculkan dugaan bahwa anggaran tersebut bersifat fiktif atau tidak digunakan sebagaimana mestinya.

Penelusuran tim media terhadap beberapa pihak termasuk masyarakat dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) mengungkapkan adanya ketidaktahuan terkait realisasi pekerjaan tersebut. Ketua BPD Palak Bengkerung, Elisa gumay, saat di konfirmasi mengatakan bahwa pembangunan Penampung dan Bank Sampah tidak diketahuinya.

“Yang kami tahu, pembangunan tiga gapura/batas desa dengan anggaran sebesar Rp 59.828.000,- memang sudah selesai dibangun. Tapi kalau untuk penampungan sampah, kami benar-benar tidak tahu keberadaannya,” ujar Elisa gumay, Selasa (17/12/2024).

Hal serupa juga disampaikan oleh salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya. Ia menyatakan dengan tegas bahwa pembangunan Penampungan dan Bank Sampah di desanya tidak ada.

Selain pekerjaan tersebut, dugaan fiktif juga muncul pada anggaran pengadaan obat-obatan, insentif bidan dan perawat desa, serta penyediaan alat kontrasepsi bagi keluarga miskin yang mencapai Rp 51.053.000,-. Hingga saat ini, realisasi item tersebut juga tidak dapat dipastikan kejelasannya.

Kepala Desa Palak Bengkerung, Subandi Azhari S.E, tidak berada di rumah saat awak media mendatangi kediamannya. Salah satu anggota keluarganya menghubungi beliau melalui telepon, dan Kades menyampaikan bahwa dirinya sedang berada di kebun jagung dan kemungkinan baru akan pulang pada malam hari.

Upaya konfirmasi juga dilakukan melalui WhatsApp, namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan dari Kepala Desa.

Masyarakat berharap Aparat Penegak Hukum (APH) dapat mengusut tuntas dugaan penyimpangan ini. Transparansi dan keterbukaan dalam pengelolaan Dana Desa sangat diperlukan demi mencegah kecurigaan dan memastikan pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Penulis: Tim Media
Editor: Redaksi

Artikel ini telah dibaca 1,280 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bupati Beserta Kadis PUPR Bengkulu Selatan Tinjau Langsung Tebat Baghu Terkait Keluhan Warga

28 Maret 2026 - 13:26 WITA

Pemkab Bengkulu Selatan Gelar Apel Pagi Bersama Bupati dan Wakil Bupati di Lingkungan Pemda

25 Maret 2026 - 14:12 WITA

Perlu Diaudit! Catut Nama BPK Ketua KSM Raflesia Desa Sukarame Dinilai Kebal Hukum

25 Maret 2026 - 12:53 WITA

Oknum Pegawai Bank Sinarmas Akhirnya Klarifikasi Isu Dugaan Pungli Ternyata Dirinya Ada Pinjaman Pribadi

19 Maret 2026 - 10:03 WITA

Ketua BUMDES Tanjung Besar Dikabarkan Mundur Mana Realisasi Sapi Seratus Persen Kata Ketua BUMDES

12 Maret 2026 - 13:37 WITA

KPK Berhasil Lakukan OTT Di Provinsi Bengkulu Diduga Menyeret Salah Satu Nama Kepala Daerah 

10 Maret 2026 - 16:14 WITA

Trending di Bengkulu Selatan