Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 7 Jun 2023 08:31 WITA ·

Dubes RI di Jepang Hery Achmady Mendorong Kawasan Timur Indonesia Tingkatkan Ekspor Ke Jepang


Dubes RI di Jepang Hery Achmady Mendorong Kawasan Timur Indonesia Tingkatkan Ekspor Ke Jepang Perbesar

Manado, Sulutnews.com – Duta Besar Republik Indonesia (RI) untuk Jepang Hery Achmady mendorong agar Kawasan Timur Indonesia ( KTI) terutama di wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua ( Sulampua) terus tingkatkan ekspor ke Jepang terutama bahan pangan dan produk lainnya seperti ikan yang memang potensial dan sangat banyak.

“Saya prihatin karena data yang ada eksport bahan pangan dan produk kita dari KTI sangat sedikit, dibandingkan dengan daerah lain dari Pulau Jawa dan negara lain Vietnam dan Philipina dengan ekspor Pisang” kata Achmady dalam ” Seminar Penguatan Kawasan Ekonomi Khusus ( KEK) Sulawesi, Maluku dan Papua ( Sulampua) di Hotel Four Point Manado Rabu (7/6).

Seminar yang prakarsai oleh Bank Indonesia Sulut bersama Kementrian Perekonomian Nasional bertemakan ”  Strategi Akselerasi dan Optimalisasi KEK Sebagai Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru di Sulampua”.

Seminar dibuka Asisten II Pemda Sulut Dr Praseno Hady SE Ak Mewakili Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE menghadirkan pembivata Dubes RI di Jepang Hery Achmady, Noor R Fitryanto Direktur  Perencanaan di BKPM Pusat dan Elen Setryady Wakil Ketua Dewan KEK Nasional dan Moderator Andrey Frasmuko peserta sekitar 300 orang dari semua Provinsi di Sulampua dan pengusaha serta akademisi.

Menurut Dubes potensi ekonomi di Jepang sangat besar dan pasar ekspor sangat besar. Apalagi dengan Tingkok dan Korea Selatan yang dekat dengan Kawasan Timur Indonesia.” Kita harus manfaatkan peluang ini. Kita jangan kalah dengan  negara lain disekitar kita” katanya. Negara Tiongkok dan  Korea Selatan cukup besar pasar ekspor kita.

Dengan seminar tentang KEK kita harus dorong agar ada industri baru masuk termasuk pangan termasuk perikanan yang bisa diekspor langsung.

Untuk Sulut sudah ada  ekspor langsung ke Jepang saat ini namun belum maksimal perlu produk industri dari Maluku dan Papua serta Sulwesi lainnya diekspor lewat Sulut.” Saya optimis ekonomi di wilayah Sulampua akan maju asalkan KEK itu maju. Kita perlu promosi potensi bidang perdagangan, turis dan investasi. Promosi bidang pariwisata itu penting agar banyak orang Jepang datang Sulut dan Maluku serta Papua.

Pameran Seefood

Sementara bulan Agustus ada pameran Seefood. Wilayah Sulampua harus ikut ada 12 bud atau stan pameran yang bisa dipakai dari Sulanpua. Ini kesempatan dikuti supaya banyak investor masuk.

Hal lain dikatan Bapak Noor Fetryanto Direktur Perencanaan  BKPM Pusat mengatakan , investor tetarik masuk ke KEK bila melihat lokasi dan infrastruktur yang 7memadai seperti listrkk air bersih dan fiskal. ” Jadi KEK itu harus jelas lahan agar tidak ada.masalah” kata. Perlu ada proposal proyek yang jelas karena investor itu penting dalam menciptakan lapangan kerja.

Sementara itu  Elen Setryady Wakil Ketua Dewan KEK mengatakan, KEK itu penting dalam menunjang pertumbuhan ekonomi daerah. Sejumlah KEK di Sulampua termasuk KEK di Kota Bitung dan KEK Pariwisata di Likupang kita harua dorong supaya investor masuk. KEK Bitung dekat dengan Pelabuhan Bitung dan ada jalan tol harus kita dorong agar KEK itu maju.

Saat ini ada beberapa KEK yang akan diefaluasi. Dan KEK harus ada ijin yang baik dan kemudahan. Semua KEK diwilayah Sulampua harus kita dorong terus berinovasi agar terus maju . KEK itu bukan hanya industri tapi bidang kesehatan dan makanan bahkan KEK budaya seperti di Bali.

Sementara itu Asisten II Pemda Sulut Dr Praseno Hady.SE AK saat membuka acara mengatakan dua KEK di Sulut terus lita optimalkan termasuk promosi potensinya. KEK itu akan meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi daerah dan terbuka lapangan kerja. Pemda Sulut akan terus mengundang investor masuk. ” Kita jemput dengan karpet merah” kata. Kalau perijinan tidak  tidak berbelit.” Kalau ada yang tidak  baik lapor saja” kata pak Praseno.

Sulut akan maju bila dua KEK terealisasi dan banyak investor yang masuk. Lahan sudah diselesaikan yang ada masalah.” Jadi sangat serius menangani masalah ” kata Hence.(Fanny)

Artikel ini telah dibaca 1,502 kali

Baca Lainnya

Kepala BPMP, Febry Dien : Kemendikdasmen Lakukan Seleksi Calon Kepala Sekolah Nasional Terintegrasi, Enam Kepsek Bersaing

24 Juli 2026 - 14:16 WITA

Manfaat Implementasi Tanda Tangan Elektronik bagi Organisasi dan Perusahaan

24 Juli 2026 - 13:24 WITA

Pemerintah Kembangkan Industri Intermediate Mineral, Regulasi dan Insentif jadi Tantangan.

24 Juli 2026 - 13:14 WITA

Pentingnya Detoks Mental dan Evaluasi Mandiri Bagi Trader di Akhir Pekan

24 Juli 2026 - 13:06 WITA

Cara Mencairkan Pinjaman di neobank dari Bank Neo Commerce

24 Juli 2026 - 12:55 WITA

Tantangan Distribusi Skala Besar dan Solusi Integrasi Odoo ERP Antar Retail

24 Juli 2026 - 11:55 WITA

Trending di Bisnis