MANADO,Sulutnews.com – DPRD Sulut tidak akan kompromi dengan para mafia Solar, kami bukan hanya mendengar tetapi kami pun merasakan tentang kelangkaan solar, untuk itu dari lubuk hati kami yang paling bersama seluruh stakeholders akan melakukan pertemuan dan mencari siapa dalang penimbunan BBM Solar.

Foto : Aksi Demo solar bersubsidi di Kantor DPRD Sulut
“Kami bukan bermulut manis tapi kami siap mendengar dan mengupayakan. Kami di DPRD juga turut terdampak,” kata politisi Partai Golkar ini
Inggrid Sondakh Anggota DPRD Sulut saat menerima Demo para Sopir Dum truck di Kantor DPRD Sulut Senin (29/9/2025) Siang
Juga politisi Partai Golkar ini mengatakan, DPRD akan memanggil hearing Pemerintah Provinsi, Kapolda Sulut, Komandan Korem (Danrem) 131 Santiago sebagai upaya untuk mencari solusi atas persoalan kelangkaan Solar.” Pressure para pemangku kepentingan agar Mafia Solar yang beroperasi di wilayah Winangun, Ring Road dan Tikala muncul kepermukaan,” ungkap Ingrid
Aspirasi para sopir diutarakan Kordinator Aksi AS-DT, William Luntungan, dalam aksinya tersebut Sopir menyampaikan tujuh poin tuntutan diantaranya:
1. Meminta untuk setiap wilayah Manado, Minut, Bitung, Tomohon, Tondano, Mitra harus ada beberapa SPBU yang diawasi khusus oleh APH, BPH Migas dan pemerintah daerah guna pengawasan penyaluran BBM solar subsidi tepat sasaran.
2. Copot Kepala BPH Migas dan Pertamina Sulut karena tidak mampu melaksanakan fungsi pengawasan di setiap SPBU.
3. Meminta Kapolda Sulut untuk bantu perketat pengawasan di setiap SPBU, karena diduga adanya praktek penyalahgunaan gunakan solar subsidi yang dilakukan oleh petugas SPBU.
4. Meminta gubernur dan Pertamina membentuk tim pengawasan BBM solar subsidi yang melibatkan BPH Migas/APH serta perwakilan organisasi dump truck.
5. Meminta kepada pihak Pertamina untuk mempermudah pengurusan barcode solar subsidi.
6. Jika kami masih mengalami kesulitan dalam mengisi BBM solar, maka kami akan kembali melakukan unjuk rasa dengan menggerakkan seluruh anggota asosiasi di Sulawesi Utara.
7. Meminta kepada bapak gubernur untuk mempermudah pengurusan UIN Galian C (material pasir, batu, dll) karena Galian C merupakan salah satu sumber pendapatan bagi kami supir angkutan material.
Massa aksi diterima Anggota DPRD Sulawesi Utara, yakni Inggrid Sondakh; Jeane Laluyan; Roy Octavian Roring; Hillary Tuwo; Euginia Mantiri; Julyeta Paula Runtuwene; Jultje Maringka; Pricilia Rondo; dan Ruslan Abdul Gani. (josh tinungki)






