Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Ekonomi · 11 Jun 2024 22:09 WITA ·

DJPB dan KPPN Sulut Dukung Pengendalikan Inflasi Persisten untuk Ekonomi Sulut Paten


DJPB dan KPPN Sulut Dukung Pengendalikan Inflasi Persisten untuk Ekonomi Sulut Paten Perbesar

Manado,Sulutnews.com – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) dan KPPN Lingkup Provinsi Sulawesi Utara berkomitmen secara konsisten dan persisten melalui kebijakan fiskal untuk mendukung pengendalian inflasi daerah.

Demikian disampaikan Kepala Kanwil DJPb Provinsi Sulawesi Utara Hari Utomo saat acara FGD Pengendalian Inflasi Daerah yang diselenggarakan secara hybrid oleh Kanwil DJPb Provinsi Sulawesi Utara di Ruang AA. Maramis lt. 3 Kanwil DJPb Provinsi Sulawesi Utara, Selasa, (11/6).

“Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan KPPN selaku Unit Vertikal dari Direktorat Jenderal Perbendaharaan di daerah, selain menjalankan fungsi treasury yaitu penyaluran dana APBN dan APBD di daerah, Kanwil DJPb dan KPPN mengemban peran sebagai Regional Chief Economist (RCE) dan Financial Advisor (FA) yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID)”, kata Hari.

FGD Pengendalian Inflasi dilaksanakan dengan mengundang narasumber Kepala BPS Provinsi Sulawesi Utara, Asim Saputra, SST., M.Ec.Dev. dengan peserta FGD yaitu seluruh Tim Kerja Pengendalian Inflasi Sulawesi Utara yang terdiri dari Kanwil DJPb Provinsi Sulawesi Utara, KPPN Manado, KPPN Bitung, KPPN Kotamobagu, dan KPPN Tahuna.

 

 

“Konsepsi pengendalian inflasi daerah saat ini tidak hanya fokus pada pengendalian harga barang/jasa saja, namun juga menjaga rantai pasok distribusi barang komoditas, sehingga gerakan pasar murah, subsidi ongkos angkutan harus dilaksanakan secara efektif” ujar  Asim, Kepala BPS Sulut.

Inflasi Mei 2024 Provinsi Sulawesi Utara sebesar 4,15 persen (yoy) dengan IHK sebesar 102,67. Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Minahasa Selatan sebesar 7,36 persen, kemudian Kabupaten Minahasa Utara 6,22 persen, Kota Kotamobagu 3,60 persen, dan Kota Manado 2,81 persen.

Angka inflasi Sulawesi Utara 4,15 persen tersebut berada di atas angka inflasi nasional sebesar 2,84 persen, serta masih berada di atas target inflasi tahun 2024 sebesar 2,5±0,5% berdasarkan PMK Nomor 101/PMk.010/2021 tentang Sasaran Inflasi Tahun 2022, Tahun 2023, dan Tahun 2024.

Peran DJPb melalui penyaluran dana APBN dan dana Transfer ke Daerah (TKD) pada kebijakan fiskal sangat penting dalam mendukung pengendalian inflasi daerah sehingga terlaksananya proyek-proyek infrastruktur tepat waktu.(*/Merson)

Artikel ini telah dibaca 1,278 kali

Baca Lainnya

Louis Clark Schramm Apresiasi Setahun Kepemimpinan YSK Victory : Kebijakan Pro Rakyat Jadi Ekselerasi di Sektor Ekonomi

5 Maret 2026 - 11:22 WITA

Eldo Wongkar Kritik SKPD Lambat Realisasikan Pokir Anggota DPRD Sulut

4 Maret 2026 - 15:39 WITA

Plt Sekwan Terima Kunjungan Kejati Sulut

4 Maret 2026 - 15:24 WITA

Louis Schramm Wakili Pimpinan DPRD Sulut Hadiri Rakor Forkopimda

4 Maret 2026 - 15:13 WITA

Judul

4 Maret 2026 - 15:08 WITA

SMA Negeri 1 Manado Sesuai SPMB Tahun Ajaran 2026/2027, Hanya Akan Menerima 576 Siswa Dengan 16 Rombel

4 Maret 2026 - 11:37 WITA

Trending di Manado