Sulutnews.com Bengkulu Selatan – pada waktu yang lampau pemerintah kabupaten Bengkulu Selatan sudah berapa kali menerapkan sanksi keras terkait adanya kades di kabupaten Bengkulu Selatan yang melakukan perselingkuhan, hingga sanksi pemberhentian.
Kali ini hal serupa juga terjadi di kecamatan air nipis tepatnya kepala desa Sukarame kecamatan air nipis, kades ini diduga lakukan perselingkuhan, yang mana di kabarkan wanita yang diduga idaman kades sukarame kecamatan air nipis tersebut sudah hamil dua bulan, hal itu diakui langsung oleh wanita diduga selingkuhan kades tersebut saat dirinya berpamitan dengan salah satu temannya disaat ingin menemui kades Sukarame kecamatan air nipis untuk minta pertanggung jawaban.
Mendengar pengakuan wanita yang diduga wanita simpanan kepala desa Sukarame kecamatan air nipis, teman wanita tersebut langsung menghubungi kepala desa Sukarame untuk memberitahukan hal itu, dalam percakapan teman wanita simpanan kades tersebut dengan kades Sukarame, dengan jelas kepala desa Sukarame kecamatan air nipis menjelaskan bahwa dirinya sudah membuat alasan lagi ke Palembang untuk membawa orangtuanya berobat.
Namun masih kades Sukarame, dirinya juga menjelaskan bahwa alasan bawa berobat orangtuanya ke Palembang itu tidak benar, memang orangtua saya sakit tapi dirawat di rumah sakit Manna inilah terang kades saat melakukan percakapan dengan teman wanita yang diduga selingkuhan kades Sukarame tersebut.
Usai media ini mendapat informasi dan beberapa data terkait hal tersebut, anggota tim media ini lakukan konfirmasi dengan kepala desa Sukarame kecamatan air nipis, namun kepala desa Sukarame kecamatan air nipis membantah hal itu terjadi dirinya menyatakan hal yang wajar wanita yang bersuami hamil.
“Maaf pak darson, saya tidak pernah menjalin hubungan dengan seorang wanita yang kata nya bersuami tersebut dan kalau wanita tersebut hamil hal wajar kalau bersuami pak” ujar oknum kades Sukarame.
Disamping itu juga darsoni salah satu anggota tim media ini menyatakan dirinya mendapat ancaman dari kepala desa Sukarame, menurut Darsoni bahasa yang di kirim kepala desa Sukarame mengancam karena istri beliau salah satu ASN di kabupaten kaur, sementara kepala desa Sukarame kecamatan air nipis memiliki teman yang juga berprofesi sebagai LSM di kabupaten kaur sesuai pengakuan kepala desa Sukarame.
“Saya akan berkoordinasi dulu dengan aparat penegak hukum terkait pengancaman yang di kirimkan kepala desa Sukarame kecamatan air nipis, apabila hal itu masuk dalam tindak pidana maka kita akan melaporkan kepala desa Sukarame atas pengancaman yang di kirimkan dengan saya” ujar Darsoni. (JN)





