Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Bisnis · 10 Mar 2026 18:10 WITA ·

Bittime Tegaskan Pentingnya Literasi Digital Menjelang Dinamika Bitcoin Terhadap Consumer Price Index (CPI)


Bittime Tegaskan Pentingnya Literasi Digital Menjelang  Dinamika Bitcoin Terhadap Consumer Price Index (CPI) Perbesar

Jakarta, 10 Maret 2026 – Pasar aset kripto mengawali pekan ini dengan tren positif yang mencatatkan penguatan harga, menjelang Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat 2026. Menanggapi hal ini, Bittime, crypto exchange yang mengusung Trustworthy, sebagai salah satu pondasi platformnya, kembali menekankan penguatan literasi dan strategi investasi yang tidak terbatas pada sentimen pasar.

Menurut data dari CoinPedia, pasar aset kripto telah menunjukkan reaksi yang kuat terhadap data inflasi dalam beberapa bulan terakhir. Di mana, pada 13 Februari 2026, kemarin, ketika CPI Januari tercatat sebesar 2,4%, sedikit di bawah ekspektasi, bertepatan dengan aset Bitcoin ($BTC) yang melonjak sekitar 5%, naik dari titik terendah harian $65.889 menjadi hampir $70.500.

Pada saat yang sama, Ethereum ($ETH) dan XRP ($XRP) juga bereaksi kuat. Kedua koin tersebut naik sekitar 5% hingga 8% dalam satu hari, dengan $ETH bergerak di atas $2.100 dan $XRP diperdagangkan di dekat $1,55.

Sekarang, data CPI Februari diperkirakan akan mencapai 2,5%, sedikit lebih tinggi dari angka Januari sebesar 2,4%. Karena itu, para trader mengamati dengan cermat bagaimana pasar akan bereaksi kali ini.

Consumer Price Index (CPI) merilis Meskipun inflasi menunjukkan tren yang mulai mereda secara perlahan, angka tersebut masih berada di atas target ideal Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fed sebesar 2%. 

Lebih lanjut, situasi ini menciptakan dilema kebijakan moneter, di mana The Fed kemungkinan besar akan menunda pemotongan suku bunga demi menjaga stabilitas ekonomi. Berdasarkan data pasar, terdapat probabilitas yang sangat tinggi bahwa suku bunga akan dipertahankan pada level 3,5% hingga 3,75%, sebuah kondisi yang biasanya membatasi aliran likuiditas ke pasar aset spekulatif seperti aset kripto.

Namun, investor juga perlu mewaspadai risiko koreksi jika inflasi melonjak melampaui prediksi, karena hal tersebut dapat memicu kekhawatiran bahwa suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama. Fluktuasi ini menuntut kedewasaan dalam berinvestasi agar tidak terjebak dalam pengambilan keputusan yang bersifat emosional saat pasar mengalami volatilitas tinggi.

Di tengah situasi pasar yang penuh tantangan ini, Bittime, platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan pentingnya literasi dan strategi investasi jangka panjang. Sebab, kehadiran aset kripto sebagai salah satu diversifikasi aset investasi juga dapat dilirik sebagai investasi jangka panjang. Oleh karena itu, edukasi berkelanjutan mengenai manajemen risiko dan analisis fundamental makro ekonomi menjadi pondasi utama dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan di era digital ini.

Namun, perlu dipahami bahwa aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya. 

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 901 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

PTPP Tegaskan Kesiapan Percepat Pembangunan Hunian Layak di Kawasan Senen

15 April 2026 - 13:31 WITA

Indonesia–India Perkuat Aliansi Tekstil, Diplomasi dan Industri Bersatu Hadapi Tantangan Global

15 April 2026 - 12:12 WITA

60% Investor Kripto RI Usia Muda, Gen Z Paling Agresif Bertransaksi

15 April 2026 - 11:50 WITA

BRI Finance Bukukan Laba Rp91 Miliar di Tengah Dinamika Industri Pembiayaan

15 April 2026 - 11:38 WITA

Dari FX hingga Obligasi, Ini Kunci OCBC Jadi Rising Star

15 April 2026 - 11:13 WITA

Dari Bauksit ke Baterai EV, MIND ID Bangun Rantai Hilirisasi Menuju Industri Masa Depan Indonesia

15 April 2026 - 10:35 WITA

Trending di Bisnis