BOLTIM – Bulan Suci yang penuh berkah ini, Kepolisian Resor Bolaang Mongondow Timur (Polres Boltim) menggelar pembagian sembako kepada para Pengendara Becak Motor (Bentor), Rabu 4 Maret 2026.
Pembagian sembako dipimpin langsung Kapolres AKBP Golfried Hasiholan, S.H., M.Si. dilaksanakan di halaman Mapolres Boltim pada pukul 16.30 Wita jelang buka puasa.
Sebanyak 23 pengemudi bentor dari wilayah Kecamatan Tutuyan dan sekitarnya menerima paket sembako yang berisi beras, minyak goreng, gula pasir, serta kebutuhan pokok lainnya. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian kepada para pekerja sektor informal yang setiap hari menggantungkan penghasilan dari jasa transportasi.
Kapolres Boltim menyampaikan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program sosial Polri yang rutin dilaksanakan, khususnya pada momentum bulan Ramadhan.
“Bulan suci Ramadan ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dan meringankan beban saudara-saudara kita, khususnya para pengemudi bentor yang setiap hari bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Ini adalah bentuk kepedulian dan kehadiran Polri di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa tugas Polri tidak hanya sebatas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga membangun kedekatan emosional melalui kegiatan sosial dan kemanusiaan.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap hubungan antara Polri dan masyarakat semakin erat. Dengan komunikasi dan silaturahmi yang baik, situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur akan tetap aman, tertib, dan kondusif,” tambahnya.
Para pengemudi bentor yang menerima bantuan menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan jajaran Polres Boltim. Mereka mengaku bantuan tersebut sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan pokok selama bulan Ramadan.
Kegiatan pembagian sembako berlangsung tertib dan penuh keakraban, dan berakhir pada pukul 17.15 Wita dalam keadaan aman serta kondusif. Melalui kegiatan ini, Polres Boltim kembali menegaskan komitmennya untuk hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat di wilayah hukum Bolaang Mongondow Timur.***





