Manado, Sulutnews.com – Bulan April 2025 nanti atau setelah Hari Raya Idhul Fitri dipastikan akan dilaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank SulutGo.
Pernyataan yang disampaikan oleh Gubernur Sulut Yulius Selvanus kepada wartawan awal pekan itu langsung menjadi topik cerita di kalangan sejumlah elemen masyarakat.
Bahkan ada yang memprediksi bahwa dalam RUPS nanti akan terjadi perombakan total dewan komisaris dan direksi. Bahkan ada yang sudah menyebut nama sosok yang akan menjabat sebagai Komisaris utama (Komut) dan Direktur Utama (Dirut).
Sementara itu Ferry Keintjem ketika diminta tanggapannya mengatakan untuk menjadikan Bank SulutGo lebih baik dan maju harus dipimpin oleh figur yang profesional. Artinya, kata Keintjem yang pernah memimpin sejumlah Bank Swasta, harus orang yang mengerti dan memahami kultur Bank SulutGo. Baik itu bisnisnya, karyawannya dan pemegang saham. ” Ya, baik direksi maupun komisaris harus profesional,” ungkap Ferry yang pernah dipercayakan menjadi Ketua Perbanas Sulut periode 2010-2015.
Lain lagi dengan pernyataan sejumlah masyarakat soal jabatan komite. Menurut mereka komite harus orang yang tahu persis dengan bidang tugasnya. Misalnya komite audit dan pemantau resiko, harus benar-benar sosok yang pernah bekerja atau menekuni di bidang tersebut.
Sesuai catatan yang ada pemegang saham terbesar adalah Pemerintah Propinsi Sulut sebesar 35,88 persen. Disusul PT Mega Coopora 24, 82 persen. Pemerintah Propinsi Gorontalo 5, 79 persen. Koperasi Karyawan Bank SulutGo 5,31 persen. Dan sisanya seluruh pemerintah kabupaten kota yang ada di Sulut dan Gorontalo. (Adi Palit)






