Editor: Michael G. Tumiwang
SulutNews.Com, Manado – Bank Rakyat Indonesia (BRI) saat ini menjadi perusahaan terbesar di Indonesia dengan aset US$125,4 miliar dan berada di posisi 308 dalam daftar.
Forbes baru-baru ini merilis daftar The Global 2000 yang berisi perusahaan terbesar di dunia berdasarkan penjualan, keuntungan, aset, dan nilai pasar.
Posisi BRI saat ini di atas Bank Mandiri, Bank Central Asia, Telkom Indonesia dan lima perusahaan lainnya yang berasal dari sektor energi.
Keberhasilan BRI menjadi perusahaan terbesar di Indonesia tahun ini tak luput dari peran pendirinya hampir 129 tahun lalu.
Raden Bei Aria Wirjaatmadja
Menjadi perusahaan terbesar di Indonesia, mungkin tak banyak yang tahu siapa pendiri BRI, kecuali Anda tinggal atau lahir di Purwokerto, Jawa Tengah, di mana Museum Bank Rakyat Indonesia berdiri.
Di belakang berdirinya BRI ada nama Raden Bei Aria Wirjatmadja, yang membentuk sebuah bank di masa penjajahan, pada 16 Desember 1895 silam.
Awalnya nama BRI adalah bank Poerwokertosche Hulp en Spaarbank Der Inladsche Hoofden atau artinya “bank bantuan dan simpanan untuk kaum priayi Purwokerto”.
Kota Purwokerto menjadi kota kelahiran BRI lantaran juga tempat lahir Raden Aria Wirjaatmadja, yang lahir pada 1831 di Adireja, kala itu merupakan Ibukota Kabupaten Banyumas.
Pada 1855, dia sudah menjadi juru tulis untuk Belanda di Banjarnegara selama dua tahun, hingga kemudian menjadi Mantri Polisi di Bawang sampai sembilan tahun.
Dia kemudian didapuk menjadi Patih Purwokerto pada 1879 dan menjabat posisi tersebut hingga pensiun pada 1907.
Sebelum pensiun, idenya membentuk sebuah bank tercetus ketika dia menghadiri sebuah pesta besar.
Setelah diselidiki, ternyata, tuan rumah yang mengadakan pesta mendapatkan uang dari hasil utang kepada rentenir Belanda untuk melaksanakan pesta tersebut.
Utang dari rentenir itu memiliki bunga yang sangat besar bahkan tidak masuk akal. Dari situlah Wirjaatmadja tergugah untuk membentuk badan yang bisa memberikan pinjaman dana tanpa bunga tinggi.
Dia kemudian mendirikan De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank Der Inladsche Hoofden untuk orang-orang pribumi.
Bank tersebut bisa berjalan untuk waktu yang cukup panjang, sampai akhirnya pada 1946 Pemerintah menunjuk bank tersebut sebagai bank milik Pemerintah dan menjadi salah satu pelengkap kemerdekaan.
Bank tersebut kemudian diubah namanya menjadi Bank Rakyat Indonesia Serikat dan menjadi bank pemerintah pertama melalui Peraturan Pemerintah No. 1/1946.
Beberapan tahun kemudian, yakni pada 1968, melalui UU No. 21 Taun 1968, Bank Rakyat Indonesia Serikat kembali berganti nama, menjadi Bank Rakyat Indonesia, dan menggunakan nama tersebut sampai saat ini.
Saat ini, BRI menjadi salah satu bank BUMN yang memiliki kinerja baik, bahkan tahun ini berhasil menjadi salah satu perusahaan terbesar dunia dan terbesar nomor 1 di Indonesia versi Forbes.(bsc)






